You're here: My Business Blogging » Entrepreneur!
Inilah perempuan yang tak pernah putus asa menghadapi kegagalan berwirausaha. Sejak muda, Isti Mamah sudah begitu sering jatuh bangun mencoba berbagai macam usaha. Mulai dari bisnis membuat pakaian jadi, pemasok jeruk, sampai pengepul makanan ternak pernah dilakoninya meski tak memberi hasil memuaskan. Toh, perempuan asal Banyuwangi, Jawa Timur ini tak pernah kapok untuk mencoba hal baru.
Hingga ketika usianya 20 tahun, Isti tertantang melihat keberhasilan tetangganya di bisnis pembuatan kerajinan tangan dari mote dan manik-manik.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Selalu selangkah lebih maju. Itulah tekad Yusral Damiri dalam menjalankan usaha. Maka, saat begitu banyak pengusaha di Padang hanya menjual keripik singkong balado di toko oleh-oleh kecil milik sendiri, Yusral justru memfokuskan diri untuk memperluas distribusi produk keripik pedasnya ke sebanyak mungkin toko oleh-oleh dan toko swalayan modern.
Keberaniannya untuk lebih maju itu ternyata membawa hasil yang luar biasa. Kini Yusral sudah mampu memasarkan produknya tidak hanya di kota Padang–tempatnya berusaha. Melainkan, juga ke Riau, Jambi, Lampung, Bengkulu bahkan sampai Jakarta. Jenis produknya sekarang sudah bervariasi, mulai dari keripik singkong balado, sanjai, keripik cincang, ting-ting sampai tripang kacang.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Jangan anggap remeh usaha kerupuk. Harga jual makanan ini memang sangat murah. Target pasarnya pun lebih banyak menyasar konsumen kelas bawah. Tapi, bukan berarti wirausahawan kerupuk tak bisa hidup berlebih. Jika dijalani dengan gigih dan sepenuh hati, usaha cemilan renyah murah meriah ini ternyata bisa memberikan hasil melimpah dan menghidupi banyak pekerja.
Tak percaya? Simak saja kisah sukses Badrun, ‘juragan’ kerupuk asal Kudus. Ia mengawali usaha kerupuk hanya dari sebuah rumah kontrakan sederhana, Badrun kini mampu memproduksi 8 ton kerupuk per bulan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Persoalan sumber daya manusia (SDM) di tingkat UKM dinilai sama peliknya dengan sebutlah, sebuah usaha besar. Sandiaga Uno mengatakan, SDM adalah faktor penentu berhasil atau tidaknya suatu organisasi mencapai tujuannya. Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi itu, mengakui pula bahwa kultur UKM yang tidak profesional menjadi kendala peningkatan kualitas SDM itu sendiri. “Rendahnya tingkat daya saing UKM disebabkan kualitas SDM,” katanya, prihatin.
Sandiaga menekankan, SDM yang baik dapat membantu UKM dalam menyerap pengetahuan dan memenuhi kebutuhan pasar, serta dengan SDM yang berkualitas dipastikan dapat meningkatkan kepercayaan perbankan atau lembaga keuangan lain untuk memberikan kredit modal kepada UKM.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
sumber foto: blog yoris
Memimpin Hard Rock Cafe Jakarta, dalam usia 26 tahun, Yoris memutuskan berbisnis sendiri dua tahun lalu. Keputusan peraih Most Promising Entrepreneur Award dari Malaysia tahun lalu itu tentu tak muncul tiba-tiba. Beberapa waktu sebelumnya, pria lajang yang pernah bekerja sebagai wartawan lepas majalah Hai itu punya banyak ide tak biasa, yang digarapnya untuk perusahaan multinasional itu. Kini, dengan Oh My Goodness, perusahaan konsultan kreatif yang didirikannya, Yoris menuai hasil dari gagasan-gagasannya yang kerap dianggap tak biasa oleh banyak orang.
Wartawan Tempo Endri Kurniawati berbincang dengan Yoris di sebuah sudut Plaza Senayan, Jakarta. Berikut ini petikannya.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Dunia desain kini sudah terbuka. Pasar dan masyarakat sudah membuka diri terhadap akulturasi antarbudaya dalam desain interior. Sebuah desain yang mengadopsi unsur-unsur kebudayaan tradisional Jawa, misalnya, bisa saja dipasarkan di Amerika atau negara lain. Begitu juga sebaliknya.
Para desainer interior pun berlomba memadukan motif dan pengetahuan tradisional dari beberapa tempat yang berbeda untuk menciptakan suatu karya baru yang bersifat universal. Misalnya memadukan ukiran dari tradisi Jawa Tengah dengan unsur-unsur kebudayaan Eropa.
Karena sifatnya yang sudah terbuka itulah, David Landart dari Carlin International, sebuah lembaga pembaca tren di Prancis, menasihati agar desainer dan produsen perlu mengetahui motif apa yang akan mempengaruhi tren global, misalnya musim panas yang akan datang. Pemahaman itu tak hanya di Indonesia, melainkan juga di semua negara di dunia agar produknya tak kalah bersaing di dunia internasional.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Paradigma baru dihembuskan, khususnya di bidang pendidikan tinggi, tentang kian perlunya kemampuan intelektual individu Indonesia menciptakan bisnis atau wirausaha di segala bidang. Hal ini tak lepas dari semakin lebarnya jurang antara jumlah tenaga kerja yang tersedia dan jumlah lapangan kerja yang tersedia.
Pentingnya pendidikan tinggi karena dari sanalah diharapkan pertumbuhan wirausahawan baru dapat dipercepat untuk menciptkan pertumbuhan lainnya yang sangat diperlukan.
Sementara saat ini, salah satu penyebab titik lemah ekonomi Indonesia adalah masih kurangnya jumlah perusahaan formal serta perkembangannya yang lambat. Bisa dilihat, banyak perusahaan yang tumbuh besar saat ini karena diawali dengan model usaha kecil dan menengah (UKM) atau small medium enterprise. Mereka dimotori oleh semangat kewirausahaan yang kokoh sebagai penggerak roda perekonomian yang mampu menciptakan lapangan kerja baru.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
PENGUSAHA kerajinan jarang tergusur oleh industri modern. Soalnya, pekerjaan tangan tidak bisa digantikan mesin, bahkan mesin yang canggih sekali pun.
Berkah itulah yang sekarang dinikmati Martini. Ibu seorang putri ini sudah sembilan tahun berbisnis kerajinan. Ia membuat beragam barang anyaman dan mengekspor produknya ke Eropa dan Amerika. Kontan Weekend menulis kisah Martini berikut ini.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Tak ada kata terlambat untuk memulai sebuah bisnis. Ini dibuktikan T Ratidjo, pria berusia 64 tahun asal dusun Niron, Sleman Yogyakarta. Sebelumnya, selama lebih dari 30 tahun ia bekerja di beberapa perusahaan budidaya jamur milik orang lain. Saat usianya menginjak 52 tahun, pada 1997 ia mengundurkan diri dan membuka usaha jamur sendiri.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Merancang sebuah produksi tak mempedulikan ketersediaan bahan atau materi produk secara berkelanjutan, sama saja menepuk awan dan angin. Percuma.
Masalahnya, kata Sandiaga S Uno, Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi , “kesulitan kredit menyebabkan UKM sulit menjaga kontinyuitas dan kuantitas pasokan produk yang selanjutnya menghambat pertumbuhan Usaha Kecil dan Menengah.”
Selain meminta campur tangan pemerintah untuk membantu dunia usaha, Sandiaga juga menyarankan agar UKM untuk mencari supplier yang bisa diandalkan. Read full entry »
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
XML error: Reserved XML Name at line 2, column 38