Ketika PNS Berubah Haluan (2)

Misbakhun adalah contoh lain PNS yang sukses berubah haluan menjadi pewirausaha. Ia meninggalkan profesi sebagai aparat pajak yang sering kali menjadi incaran PNS. Padahal, ia pun telah bekerja belasan tahun dengan jabatan lumayan tinggi.Dukungan istri dan tekad menjadi pewirausaha merupakan modalnya saat meninggalkan PNS, serta ketetapan hati setelah berhaji. Sebelum meninggalkan posisi PNS, ia juga telah mempersiapkan bekal sebelumnya di perusahaan keluarga. Baca selengkapnya »

Ketika PNS Berubah Haluan (1)

Jiwa kewirausahaan tidak mengenal status dan golongan. Di kalangan PNS (pegawai negeri sipil) pun sering kali potensi jiwa-jiwa wirausaha itu tersebar, dan ketika mereka fokus dengan apa yang mereka kerjakan sebagai pewirausaha–hingga meninggalkan status PNS mereka, mereka pun tumbuh menjadi pewirausaha yang tangguh.

Salah satunya Anwar Asmali, mantan guru PNS, yang memilih total menjadi petani tebu setelah sempat bertugas 10 tahun. Ia mengambil risiko jatuh bangun di saat awal usahanya, dan bahkan banyak yang menasihati agar ia kembali menjadi guru saja di saat-saat sulit. Setelah mulai mapan, ia juga masih menghadapi kondisi betapa profesi petani sering diremehkan, terutama dari kalangan perbankan.  Baca selengkapnya »

Saptuari Sugiharto

Banyak yang bisa dipelajari dari perjalanan hidup dan perjalanan bisnis Saptuari Sugiharto yang kini menjadi Duta Wirausaha Muda Mandiri. Yang pertama, latihlah jiwa kewirausahaan sedini mungkin, dan pergunakanlah masa-masa muda untuk menggali sebanyak mungkin peluang bisnis, sebelum akhirnya menemukan bisnis yang sesuai dengan keinginan atau bahkan hobi kita. Baca selengkapnya »

Perajin Peyek Sriharjo

Geliat perajin peyek di Desa Sriharjo, Bantul, sungguh luar biasa. Bencana gempa yang melanda wilayah mereka pada 27 Mei 2006 silam hanya menghentikan kegiatan mereka selama satu bulan, karena mereka harus membenahi rumah yang rusak.

Para perajin yang tergabung dalam kelompk Sedyo Rukun ini cukup termenej dengan baik. Setiap unit usaha memiliki tenaga pemasaran masing-masing, yang telah menembus jaringan supermarket. Mereka mengatur harga sehingga tidak terjadi persaingan harga yang saling mematikan. Baca selengkapnya »

Perajin Batik Berkurang

Perajin batik didera masalah yang cukup pelik dalam meneruskan usahanya, yaitu biaya produksi yang semakin meningkat dan penjualan yang semakin seret. Kenaikan biaya produksi meliputi kelangkaan bahan bakar minyak tanah, kelangkaan obat pewarna yang masih bergantung dari impor, dan kenaikan harga bahan baku (kain mori) yang mengikuti harga pasar internasional.

Menurut para perajin, mereka masih bisa bertahan jika saja pemasaran batik cukup lancar. Untuk itulah mereka meminta bantuan pemerintah dalam pemasaran produk mereka, di antaranya melalui pameran batik. Siapkah pemerintah membantu? Baca selengkapnya »

Kisah Petani Muda

Inilah kisah petani muda. Merantau ke negeri orang, mengaku tak mendapat hasil. Kemudian pulang kampung ke desanya dan memilih jadi petani. Kata mereka menjadi petani bukanlah pilihan keterpaksaan. Tetapi, karena mereka melihat pertanian masih menguntungkan jika dikerjakan dengan baik dan rasional. Prinsipnya, jadi petani harus mandiri dan kreatif.  Baca selengkapnya »

Resesi Dunia dan Sektor Riil

Menko Perekonomian Boediono meminta penurunan ekspor Indonesia diwaspadai karena menjadi jalan masuk dampak negatif krisis ekonomi dunia ke dalam sektor riil dan keuangan domestik.

Boediono mengkhawatirkan jika resesi itu kemudian menghambat sektor riil karena hal itu bisa menyebabkan proses berantai. Jika sektor riilnya turun, akan memperburuk sektor keuangan. Sedangkan jika sektor keuangan memburuk, akan memperburuk sektor riil.

Meski demikian, Boediono juga yakin perekonomian Indonesia cukup baik menahan tekanan itu. Hal itu sejalan dengan pernyataan Komisaris Bank Sentral Asia Cyrillus Harinowo bahwa perekonomian Indonesia masih akan tetap tumbuh positif.

Di sisi lain, menurut Ekonom Indef, Fadhil Hasan, perekonomian Indonesia 2008 akan turut melambat akibat resesi di AS. Kondisi ini mengikuti pelemahan perekonomian negara-negara tujuan ekspor Indonesia selain AS, seperti Jepang, Cina, dan India. Baca selengkapnya »

Sinergi Perajin Mi dan Pengusaha Besar

Menghadapi kenaikan harga terigu, PT Bogasari Flour Mills menawarkan alternatif terigu ekonomis yang hanya dijual kepada usaha kecil dan menengah (UKM). Selain itu, perajin juga mendapatkan tabung gas 3 kg sebanyak 29.500 tabung.

Kedua langkah tersebut diharapkan dapat cukup membantu UKM, yang merupakan mitra industri besar. Dengan langkah itu pun, konsumen yang daya belinya semakin tergerus, juga ikut terbantu. Baca selengkapnya »

Dilema Pengusaha Kue dan Roti

Kenaikan harga bahan baku kue dan roti yang telah berjalan hampir enam bulan ini serta menurunnya daya beli dan konsumsi masyarakat, membuat pengusaha kecil kue dan roti berada di persimpangan jalan. Mereka harus mengambil berbagai langkah untuk menyelamatkan usahanya, mulai dari mengurangi tenaga kerja, mengurangi produksi, hingga mengerjakan usaha lain untuk dapat bertahan hidup.

Sayangnya, dalam kondisi yang sangat dilematis ini, dukungan permodalan terhadap kelangsungan mereka juga sangat minim, sehingga mereka terpaksa beralih kepada para rentenir. Bagaimana pun, ancaman terhadap kelangsungan usaha mereka, merupakan ancaman terhadap ketahanan perekonomian kita yang ditopang oleh kewirausahaan.

Baca selengkapnya »

Shantica

Shantica mengajarkan kepada kita bahwa proses berwirausaha adalah proses belajar dan bekerja sama serta tidak mengenal batas usia. Dia tidak bisa membuat pola dan menjahit, tidak mengenal seluk-beluk produksi pakaian, belum pernah berburu material baju, dan tidak mengerti pemasaran, tetapi dia nekat memasuki bisnis produksi baju anak. Ya, dia memiliki rekan kerja yang andal, perancang busana Sebastian Gunawan dan istrinya Christina Panarese, dan adik iparnya, Herman, yang pernah menjadi asisten Sebastian untuk urusan bisnis.

Shantica mengaku tidak punya ciri-ciri wirausahawan dan berlatar belakang sebagai wartawan di majalah Femina. Tetapi, dia ternyata berani mengambil risiko melakukan sesuatu yang baru, salah satu karakter kunci yang harus dimiliki wirausahawan.

Shantica pun menerima pelajaran yang “berdarah-darah” karena banyak melakukan kesalahan dalam proses produksi. Tapi, itu membuatnya semakin piawai, termasuk dalam berburu materi bahan di Jakarta, Bandung, hingga Bali, sesuatu yang tidak ia kenal sebelumnya.

Proses belajar itu, ternyata ada hasilnya. Ia kini merasa kondisi bisnisnya sudah lebih lumayan. Pasarnya sudah terbuka ke mancanegara. Tetapi, disadarinya, ia tetap masih harus belajar. Baca selengkapnya »

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)