You're here: My Business Blogging » Entrepreneur!
Pelaksanaan program Kredit Usaha Pembibitan Sapi akan terkendala bila tidak diimbangi langkah pemberdayaan peternak. Menurut Ketua Gabungan Pengusaha Pembibitan Sapi Potong Indonesia (GPPSPI) Dicky A Adiwoso, Minggu (13/9) di Jakarta, kesiapan peternak menjadi penting agar mereka benar-benar memahami program Kredit Usaha Pembibitan Sapi (KUPS).
Selain pemahaman tentang skema kredit, peternak juga perlu pendampingan dalam teknis pembibitan. Ini terkait sapi yang impor yang didatangkan adalah sapi liar sehingga karakteristik pemeliharaan berbeda dengan sapi yang dikandangkan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Fasli Jalal, Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Depdiknas mengatakan tingginya jumlah pengangguran berpendidikan tinggi menunjukkan bahwa proses pendidikan di perguruan tinggi kurang menyentuh persoalan-persoalan nyata di dalam masyarakat. Perguruan tinggi belum bisa menghasilkan lulusan yang mampu berkreasi di dalam keterbatasan dan berdaya juang di dalam tekanan.
Fasli mengatakan, adanya pengalaman berwirausaha selama di perguruan tinggi, minimal dua tahun, bisa memudahkan lulusan perguruan tinggi untuk bisa mengembangkan usahanya di kemudian hari. Termasuk juga terbukanya peluang untuk mendapatkan kucuran kredit usaha dari pemerintah.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Warung ramah adalah sepeda motor roda tiga yang dimodifikasi menjadi warung berjalan. Kendaraan bermotor itu menjadi sarana untuk berdagang kebutuhan pokok dan menjalankan usaha bengkel keliling. Disebut warung ramah karena warung berjalan ini dinilai ramah lingkungan. Kendaraan yang digunakan untuk warung ramah diproduksi di daerah Semarang, Jawa Tengah.
Menurut Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM Ichwan Asrin, warung ramah menjadi terobosan dari Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM untuk meningkatkan penghasilan pekerja kreatif lapangan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Meski hanya lulusan sekolah menengah atas, Arifdiarto Ambar Wirawan (35) atau yang akrab disapa Kelik berhasil menjadi pengusaha sukses. Usaha geplak dan peyek tumpuk yang sudah digelutinya selama 10 tahun ini mampu meraih omzet hingga Rp 60 juta per bulan.
Dengan margin 30 persen, Kelik bisa menyisakan keuntungan sekitar Rp 18 juta per bulan. Nilai yang luar biasa bagi pengusaha di Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta. Meski sudah sukses, ia belum merasa puas. Penambahan cabang gerai baru di kota lain menjadi obsesinya ke depan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Tinggal empat bulan lagi, kesepakatan perdagangan bebas atau free trade agreement ASEAN-China diimplementasikan. Itu berarti persaingan di pasar global, khususnya Asia, tahun 2010 bakal kian gencar. Kesiapan industri untuk menangkap peluang ini tak bisa ditawar-tawar lagi. Siapkah Indonesia? Inilah dua jawabnya.
Menteri Perindustrian Fahmi Idris mengakui, ”China sudah siap. Industri tekstil bukan hanya menjadi industri terbesar dan efisien. Hulu hingga hilir sudah dikuasai. Kompetisi industri tekstil berat karena Indonesia baru mulai merestrukturisasi mesin tekstil.” Sementara Duta Besar RI untuk China Sudrajat mengatakan, FTA ASEAN-China tidaklah perlu ditakuti. China sangat fleksibel. Pelaksanaan FTA bisa dijadwal kembali kalau belum siap.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Tanpa lelah Ciputra memotivasi semua orang, tua-muda, pemerintah-swasta, agar berwirausaha. Dia mendirikan berbagai sekolah dan tiga perguruan tinggi untuk mewujudkan cita-citanya, menelurkan jutaan wirausaha Indonesia. Ia meyakini, mereka yang memiliki jiwa wirausaha memiliki daya juang, inovasi, dan daya saing tinggi.
Dalam berbagai kesempatan, Ciputra mengatakan, suatu bangsa membutuhkan sedikitnya 2 persen dari jumlah penduduknya menjadi wirausaha agar menjadi negara maju. Singapura, yang tidak lebih luas dari DKI Jakarta, punya 7,2 persen wirausaha. AS 2,14 persen wirausaha. Indonesia baru memiliki 0,1 persen wirausaha. Indonesia, kata Ciputra, butuh sedikitnya 4 juta wirausaha.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Kebijakan pembangunan ekonomi nasional yang bias industri mengabaikan pengembangan potensi pangan lokal dan pemenuhan kebutuhan pangan warga. Akibatnya, Indonesia kian terjebak dalam arus impor pangan. Lebih dari 5 miliar dollar AS atau setara dengan Rp 50 triliun lebih devisa setiap tahun terkuras untuk mengimpor pangan.
Ketergantungan terhadap pangan impor menempatkan Indonesia pada kondisi dilematis. Fluktuasi harga pangan dunia siap menguras devisa lebih besar lagi. Sendi ekonomi bangsa bisa ambruk kapan saja apabila pasokan dari luar terhenti total karena berbagai alasan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Kamar Dagang dan Industri DKI Jakarta meminta peninjauan kebijakan penyegelan tempat-tempat usaha yang ada di permukiman oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Namun, Pemprov DKI tetap tidak berkompromi dengan pelanggaran peruntukan lahan semacam itu.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) DKI Jakarta Eddy Kuntadi, Kamis (20/8) di Jakarta Pusat, mengatakan, jika penyegelan diteruskan, ribuan usaha kecil yang berada di tengah permukiman terancam tutup. Padahal jumlah usaha kecil di Jakarta mencapai 97 persen dari total jumlah usaha yang ada.
Menurut Gubernur DKI Fauzi Bowo, infrastruktur penunjang yang ada di permukiman hanya dipersiapkan bagi aktivitas domestik. Jika ada aktivitas komersial, infrastruktur penunjang permukiman, seperti jalan, tidak sanggup melayani dan menyebabkan kemacetan lalu lintas.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Ekspor perdana produk beras organik Indonesia sebanyak 18 ton dilakukan untuk pasar Amerika Serikat. Beras organik itu produksi para petani di tujuh kecamatan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat.
Pendiri sekaligus Direktur Utama PT Bloom Agro Emily Sutanto selaku eksportir mengungkapkan, ekspor beras organik tidak bisa seketika besar. Pasar harus diciptakan pelan-pelan, yang penting ada tren peningkatan permintaan beras organik di dunia.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Bermula dari kegemaran makan ikan dalam keluarganya, Nurul Indah Khasanah (36) mencetuskan ide kreatif membuka usaha di bidang makanan ringan abon. Abon yang dibuat pun bukan berbahan daging sapi seperti yang selama ini lazim dikenal, melainkan dari olahan ikan tuna.
Usaha bermodal awal Rp 20 juta ini dilakoni Indah sejak tahun 2007. Meski masih seumur jagung, namun perkembangan usaha yang diberi nama dagang, Abon Tuna Khansa Food ini telah menggurita. Dalam satu bulan, Indah kini memasarkan sekitar 600 kilogram abon tuna bernilai lebih kurang Rp 72 juta.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server