You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Risiko Pedagang
Jadi pedagang itu ada enak dan tidak enaknya. Jika bisnis lancar, pelanggan bertambah, hingga omzet terus berkembang, terasa nikmatnya berdagang. Kenikmatan itu akan bertambah jika usaha yang dilakukan benar-benar dibangun dengan kerja keras dan rintangan yang tidak sedikit. Contoh mereka ini, seperti yang saya posting sebelumnya dengan kisah dua pengusaha minang di forum Silaturahmi Saudagar Minang.
Seperti profesi yang lain, pedagang atau pengusaha itu ada juga tidak enaknya. Contohnya, yang dialami ratusan pedagang di Pasar Pondok Gede Bekasi, Selasa (30 Oktober 2007). Mereka dipindahkan secara paksa ke tempat penampungan sementara oleh pemerintah setempat. Mereka sempat menolak, tapi bagaimana akan menghadapi 1.700 aparat berkekuatan lengkap?
Menurut tokoh pedagang di sana, mereka bukannya tidak mau pindah ke tempat penampungan sementara. Namun, mereka ingin mengetahui lebih lanjut kompensasi apa yang mereka terima atas hak guna pakai yang baru habis pada 2014.
Ini sesuatu yang ironis, karena hal yang semestinya terselesaikan dengan patut, akhirnya berakhir dengan pamer kekuatan.
Meski didera berbagai rintangan dan risiko bisnis seperti ini, saya percaya, para pedagang adalah orang yang banyak akal, makanya mereka disebut juga para saudagar. Mereka ini seperti yang pernah saya dengar dari konsultan bisnis Mario Teguh di layar TV: “Mereka tidak disebut gagal selama mereka belum berhenti berusaha.”
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.