You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Aditya

Aditya

erwin — November 19, 2007 / 5:35 pm

Nama Wahyu Aditya, pemuda 27 tahun, jadi fokus media baru-baru ini, setelah ia meraih gelar International Young Creative Entrepreneur of The Year yang diselenggarakan British Council.

Di hadapan juri London Film Festival 2007 ia paparkan cita-cita besarnya. Dari bilangan Tebet Raya, Jakarta, di Hello Motion School of Animation and Cinema, ia mendidik murid-muridnya dan juga mengorganisasi Hello Fest, sebuah festival animasi. Ia memiliki cita-cita besar untuk mengembangkan sekolah dan festivalnya. Beberapa tahun lagi ia berharap sudah memiliki institusi animasi. Dan pada 2020 ia berharap mampu menciptakan taman bermain seperti Walt Disney.

Cita-cita besar itu, ternyata berhasil mengalahkan para pesaingnya, di antaranya dari Polandia, Slovenia, Cina, Brazil, dan Lithuania. Ia menjadi anak Indonesia pertama yang memenangkan hal itu.

Prestasi Aditya di kancah internasional, sekali lagi menunjukkan bahwa anak-anak  indonesia bisa bersaing dalam industri kreatif internasional. Prestasi Aditya, dan para kreator muda Indonesia lainnya, telah menunjukkan negeri ini punya modal.

Tapi, terus terang, saya agak tertegun membaca tulisan ekonom Faisal Basri di Kompas 19 November dengan judul “Masalah Ada di Internal Pemerintah”. Di antaranya dia menulis:

Pemerintah sudah berbuat banyak untuk memacu investasi baru. Namun, masalah yang menghadang ternyata masih lebih banyak ketimbang yang nyata-nyata telah diselesaikan. Kita juga kerap menyaksikan instansi-instansi pemerintah belum padu dalam memajukan investasi, bahkan saling menyalahkan satu sama lain dan berebut kewenangan yang lebih besar. Keterpaduan langkah pemerintah dalam mengatasi berbagai kendala investasi agaknya jauh lebih penting ketimbang menawarkan insentif-insentif baru. Jadi, sebagian sumber masalah investasi justru berasal dari sisi pemerintah sendiri. Aspek inilah yang bisa segera diatasi. Adapun persoalan-persoalan lain yang menghadang laju investasi kebanyakan bersifat jangka menengah dan jangka panjang. Dalam situasi demikian, agaknya masih sulit mengharapkan investasi riil di sektor produktif akan meningkat secara berarti, dan menjadi ujung tombak utama dalam jangka pendek.

Padahal, kita tahu bahwa industri kreatif memiliki turunan dan didukung oleh industri produktif yang besar. Sehingga, mau tidak mau, masalah ini pun akan saling terkait.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ADI — Mohon dikirim ke saya alamat kantor pusat dan email PT.Gozco Planataion, Tbk TQ
  • wrermibre — mortgage life insurance protection entrafund home mortgage what happens to a mortgage payment when someone dies http://usaquotes.us/home-improvement/hi_dn student loan deferrment ...
  • yulyanto — Sama-sama Bp/ Ibu..... Keep on track yach??.... tx-yy
  • yulyanto — Dear all, mohon buat rekan-rekan yang bermaksud menawarkan suatu produk di kuningan city agar menghubungi: PT ARAH SEJAHTERA (Agung Podomoro Group) as ...
  • yulyanto — I hope it's true mate!..
  • yulyanto — you're welcome rivka....
  • Wahyu — Tolong dijelaskan tentang perbedaan sistem akuntansi di konvensional dengan sistem akuntansi di syariah? sbmlnya trima ksih banyak
  • tata — hellow..kok ga da balesan ya dari positively pink bisa liat katalog sepatunya gag lewat fs ato fb mungkin cuz q ga bisa langsung ...
  • erwin — pak fatru, pak wildan, dan yang lainnya, untuk menghubungi pak yon, .... coba kontak May di 085263323647, dia pengurus kelompok tani ...
  • wildan — mohon bantuan informasi untuk bisa membeli bibit cabe kopay dimana? sudah tersediakah bibitnya di pulau jawa kl ada dimana saya ...