You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Usaha Kecil Guncang
Saya tidak mengarang judul tulisan ini, tapi mengambilnya dari kolom ekonom Faisal Basri di Harian Kompas, Senin, 14 Januari 2008. Saya pertama begitu tertarik membaca judulnya, terutama karena terkait kondisi usaha kecil. Namun, setelah membaca lengkap tulisan tersebut, hati saya pun menjadi miris.
Setelah memaparkan peran usaha kecil dalam menyelamakan perekonomian Indonesia pascakrisis ekonomi 10 tahun silam yang meluluhlantakkan banyak perusahaan besar, Faisal Basri mengupas kondisi usaha kecil saat ini yang membuat miris itu.
Kini, keadaan berbalik. Dinamika usaha kecil dan atau sektor informal meredup. Kekuatan yang tersisa lambat laun terkikis dari berbagai arah. Harga-harga bahan baku langsung (direct input) melambung. Demikian pula dengan harga bahan baku tak langsung (indirect input), seperti listrik, gas, transportasi, dan biaya lain, baik siluman maupun resmi. Di lain pihak, mereka kian tak leluasa menaikkan harga karena persaingan semakin ketat, termasuk harus menghadapi persaingan dari produk impor yang kian leluasa merambah pasar domestik. Ditambah lagi, belakangan ini daya beli masyarakat berpendapatan menengah ke bawah cenderung terseok-seok.
Untuk membantu usaha kecil saat ini, Faisal Basri mengusulkan dua hal, yaitu:
Menurut Faisal, dana yang dibutuhkan untuk penyelamatan usaha kecil itu tak seberapa jika dibandingkan dengan dana yang telah dibenamkan pemerintah untuk menyelamatkan para konglomerat dan perbankan nasional.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Gunthur Salahudin
Saya sekretaris dan Business Organizer dari Organisasi Kamar Dagang Induk Usaha Mikro Kecil menengah Jawa Timur KADIN UMKM yang sejak tahun 1987 mengurus pengusaha UKM memberikan informasi bahwa usaha kecil menengah lebih banyak memerlukan pendidikan dan pelatihan dari pada modal usaha. Business dan Industry sekarang sudah masuk pada Creative dan Inovative Business yang hanya bisa dimasuki oleh mereka yang produktif dan kratif, semua ini bisa diperoleh melalui Diklat dan Pendidikan Masa.
Hanya melalui sistem pendidikan yang berorientasi pada produktifitas saja bangsa ini dapat bertahan dan masuk persaingan global. Setiap hari ribuan produk baru hasil inovasi masuk kepasar, banyak yang datang dari pengusaha kecil, termasuk Microsoft, Yahoo, Google dan Alibaba.com
Pemerintah harus focus pada pendidikan produktif, bukan seperti yang sekarang yang tidak jelas visi, misi, tujuan, target dan sasarannya, tidak ada produk hasil akhir pendidikan. Produknya hanya wacana, perencanaan, buku dan orasi ilmiah.
February 10th, 2008 at 11:30 am