You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Menanamkan Jiwa Kewirausahaan

Menanamkan Jiwa Kewirausahaan

erwin — January 15, 2008 / 9:12 am

Kapankah saatnya memulai menanamkan jiwa kewirausahaan? Pertanyaan ini mungin mengusik Anda dan kita semua. Ada yang mungkin beranggapan dimulai setelah anak remaja dan ada juga yang menilai dapat ditanamkan sejak dini. Saya termasuk yang setuju pendapat kedua.

Dulu mungkin susah menemukan penanaman sifat wirausaha sejak dini, tapi sekarang ini sudah relatif mudah menemukan topik pelajaran ini di sekolah dasar, bahkan TK. Anak-anak diperkenalkan dengan berbagai profesi, diajak berkunjung ke pusat-pusat industri kecil, atau bahkan mengenal berbagai pusat perdagangan/perbelanjaan.

Apakah hal ini cukup efektif? Saya belum bisa menjawabnya. Namun saya menemukan ilustrasi cukup menarik soal pengaruh masa belia  ini ketika membaca The Wall Street Journal, Dispatches From Japan, Spotlight 2007, baru-baru ini.

Tulisannya tentang pengusaha muda Kouta Matsuda (38 tahun), chief executive Tully’s Coffe Japan Co, pesaing utama Starbucks Coffe Japan Ltd. Ia meninggalkan pekerjaannya di sebuah bank terkemuka satu dekade lalu untuk menjadi pengusaha muda.

Matsuda memiliki pendidikan multikultural. Ia menjalani sebagian masa kecilnya di Senegal dan masa sekolah di Lexington, Massachusetts. Ia kemudian masuk Tsukuba University di Jepang mengambil hubungan internasional.

Ketika Wall Street Journal menanyakan apa pekerjaan pertama Matsuda dan apa yang dipelajarinya dari pekerjaan itu, Matsuda menjawab sbb:

Ketika saya tinggal di Lexington, saya bekerja sebagai penjaja koran mengantarkan Boston Globe selama dua tahun, dimulai saat tahun terakhir sekolah dasar. Saya mengantarkan koran ke 60-70 rumah dengan sepeda. Bangun pukul 5 setiap hari sungguh berat, khususnya di tengah-tengah musim dingin. Saya ingat saat bekerja di tengah amukan badai salju dan bahkan truk yang seharusnya membawa koran untuk kami antarkan tidak datang tepat waktu. Pekerjaan itu tidak hanya membuat fisik saya lebih kuat, namun juga mengajari saya bagaimana menjalani jadwal-jadwal yang berat. Saya juga mendapatkan sedikit uang saat kecil dengan memotong rumput tetangga, menjual lemon, melayani garage sale, dan lainnya. Jika anak-anak di Jepang melakukan hal itu, orang tua atau sekolah akan menghentikan mereka dan memberi tahu mereka untuk berhenti, namun hal seperti itu biasa di AS. Saya pikir saya berutang jiwa entrepreneurship saya sebagian pada pengalaman-pengalaman awal itu.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ADI — Mohon dikirim ke saya alamat kantor pusat dan email PT.Gozco Planataion, Tbk TQ
  • wrermibre — mortgage life insurance protection entrafund home mortgage what happens to a mortgage payment when someone dies http://usaquotes.us/home-improvement/hi_dn student loan deferrment ...
  • yulyanto — Sama-sama Bp/ Ibu..... Keep on track yach??.... tx-yy
  • yulyanto — Dear all, mohon buat rekan-rekan yang bermaksud menawarkan suatu produk di kuningan city agar menghubungi: PT ARAH SEJAHTERA (Agung Podomoro Group) as ...
  • yulyanto — I hope it's true mate!..
  • yulyanto — you're welcome rivka....
  • Wahyu — Tolong dijelaskan tentang perbedaan sistem akuntansi di konvensional dengan sistem akuntansi di syariah? sbmlnya trima ksih banyak
  • tata — hellow..kok ga da balesan ya dari positively pink bisa liat katalog sepatunya gag lewat fs ato fb mungkin cuz q ga bisa langsung ...
  • erwin — pak fatru, pak wildan, dan yang lainnya, untuk menghubungi pak yon, .... coba kontak May di 085263323647, dia pengurus kelompok tani ...
  • wildan — mohon bantuan informasi untuk bisa membeli bibit cabe kopay dimana? sudah tersediakah bibitnya di pulau jawa kl ada dimana saya ...