You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Kewirausahaan Makin Diminati Siswa
Berita menarik dari harian Kompas edisi 23 Januari 2008. Semakin ke depan kita berharap pendidikan kewirausahaan diberikan semakin dini. Tidak mustahil pendidikan kewirausahaan mulai diperkenalkan sejak SD, bahkan TK. Semoga…
Jakarta, Kompas - Pendidikan kewirausahaan semakin diminati siswa setingkat SMP, SMA, dan SMK. Sejumlah sekolah telah mempraktikkan kegiatan kewirausahaan dan disambut dengan antusias oleh para siswa. Di SMP Citra Kasih, Jakarta Barat, yang bernaung di bawah Grup Ciputra, telah diselenggarakan Entrepreneurship Days (Hari Kewirausahaan) yang tahun ini jatuh pada 25 Januari. Para murid menyiapkan rencana bisnis secara detail, mulai dari penganggaran, produksi, hingga pemasaran. Mereka mendapatkan pendampingan dan pengarahan dari para guru mereka. Rencana bisnis itu kemudian dipresentasikan dengan penuh percaya diri dan semangat oleh para murid di hadapan para guru dan Vice President Kauffman Foundation Judith Cone yang tengah berkunjung ke sekolah mereka, Selasa (22/1). Kauffman Foundation merupakan yayasan berpusat di Amerika Serikat yang aktif menyelenggarakan dan menyebarluaskan program pendidikan kewirausahaan. Demikian pula di SMAN 24 Jakarta, walaupun dengan program berbeda. Murid-murid dalam program Economics for Life dan Student Company dengan antusias menceritakan pengalaman mereka mengikuti kegiatan tersebut. Mereka menerima materi economics for life yang isinya seputar ilmu-ilmu ekonomi terapan dan kemudian mendirikan student company. Kegiatan itu merupakan bagian dari ekstrakurikuler. Dalam student company, murid diajarkan menjalankan perusahaan, mulai dari etika dan perilaku kerja, pengaturan keuangan, dasar manajemen, hingga rencana bisnis.. ”Melalui program ini kami belajar mandiri, berani, dan percaya diri,” ujar Feby Familia, salah seorang peserta. Sekretaris Ciputra Foundation Antonius Tanan mengatakan, kegiatan kewirausahaan di sekolah Citra Kasih mengarah kepada kecakapan hidup dan pembinaan karakter. ”Wirausahawan mempunyai karakter kuat, seperti gemar mencari peluang, berani mengambil risiko yang terukur, kreatif, inovatif, berintegritas, dan jujur. Tak semua murid diharapkan menjadi wirausahawan. Tetapi dengan bekal pendidikan kewirausahaan, murid mempunyai banyak pilihan dalam hidupnya,” ujarnya. Judith Cone menambahkan, belajar kewirausahaan lebih ke arah pembentukan cara berpikir. ”Para generasi muda yang sekarang sedang bersekolah itu kelak mempunyai cara pandang baru dan membawa perubahan,” ujarnya. Pendidikan kewirausahaan tidak terbatas kepada suatu mata pelajaran atau mata kuliah saja, melainkan dapat diintegrasikan ke berbagai bidang lainnya. Setiap bidang kehidupan dapat dikombinasikan dengan kewirausahaan. Dengan demikian, peserta didik mempunyai banyak pilihan dan tidak sekadar menjadi pekerja,” ujarnya. Judith meyakini jumlah wirausahawan ikut menentukan kesejahteraan bangsa. Di Amerika, misalnya, terdapat sekitar 11 persen wirausahawan dari jumlah penduduk, Singapura sekitar 7 persen, dan di Indonesia baru sekitar 0,18 persen. (INE)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.