You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Ahmad Sofiyulloh

Ahmad Sofiyulloh

erwin — February 3, 2008 / 10:57 am

Ahmad Sofiyulloh bersama timnya dari Argo Manunggal mengintip celah bisnis busana anak ke Hong Kong, Singapura, Jepang, dan beberapa negara Eropa. Bagi Ahmad, menghadirkan label khusus buat anak bukan pekerjaan mudah. Selama ini pasar nasional untuk busana anak disesaki label luar yang sudah berjaya sejak 1970-an. Perancang Indonesia baru dia dan Sebastian Gunawan.

Ahmad Sofiyulloh Dari Jember ke Busana Anak Dunia Di luar negeri, label busana anak yang menembus pasar global sudah segudang. Sebut saja Madonna yang pada 2005 meluncurkan label English Rose yang terinspirasi oleh kesuksesan bukunya yang tajuknya sama dengan label tersebut. Pada 2006, giliran aktor Charlie Sheen menggeber Kidz Sheen yang terinspirasi oleh kelucuan buah hatinya, Sam dan Lola. Tahun lalu, artis Denise Richard tak mau kalah melansir Kidtoure. Di Indonesia, pada 14 Januari lalu, perancang Sofie menetaskan label 1.2.b (dibaca want to be) menggantikan label Sofie Kids yang sudah berkibar di Tanah Air dan diekspor ke beberapa negara sejak 2006. “Saya ingin memberi inspirasi, kepuasan, alternatif, dan nilai berbusana bagi anak-anak di Indonesia dan negara lain,” kata perancang bernama lengkap Ahmad Sofiyulloh dalam bincang santai di Plaza Indonesia, Jakarta, Kamis lalu. Sofie menjelaskan dia bersama timnya dari Argo Manunggal giat ke Hong Kong, Singapura, Jepang dan beberapa negara Eropa untuk mengintip celah bisnis busana anak. “Saya percaya kita tak kalah dengan label asing yang tersohor,” ujarnya. “Ini soal kesempatan. Saya mau buktikan bersama Argo Manunggal sebagai perusahaan tekstil yang punya nama bakal mampu meraih pasar dan sukses,” tutur perancang asal Jember ini penuh semangat. Labelnya ditujukan buat anak-anak perempuan dan lelaki usia 4-12 tahun. Berdasarkan penelitian timnya, di Indonesia belum ada perancang yang memulai karier dengan label anak-anak. Umumnya menghadirkan rancangan perempuan muda dan dewasa. “Soalnya, tantangan membuat busana bocah amat susah. Mereka makhluk yang unik. Itu saya temui saat melakukan peragaan busana, tidak bisa membuat satu ukuran, ada anak yang gendut, kurus, dan sebagainya,” ungkap Sofie. Menghadirkan label khusus buat si kecil di mata ayah tiga anak ini bukan pekerjaan mudah. Belum lagi selama ini pasar nasional untuk busana anak disesaki label luar yang sudah berjaya sejak 70-an. Perancang Indonesia, ya, baru dia dan Sebastian Gunawan (dengan label Bubble Girl). Jadi ia melihat celah pasar yang belum tergarap tapi peluangnya sangat besar. Belum lagi ia melihat perputaran kebutuhan anak soal busana demikian tinggi. Di sisi lain, penggemar bowling ini menganggap bidang ini proyek idealisnya sebagai perancang. Tidak sekadar membikin baju buat si kecil, tapi ada alasan lebih mendalam. Dunia anak penuh imajinatif sering menjadi acuan untuk meraih cita-citanya di masa depan. Tahun ini dia sudah memasarkan labelnya di Jakarta dan beberapa kota di seluruh Indonesia. Sofie bakal memanfaatkan ajang peragaan busana internasional semacam fashion week dunia seperti di Hong Kong, Las Vegas, Milan, dan New York untuk mengembangkan sayap labelnya. Lahir sebagai anak ke enam dari tujuh bersaudara di sebuah kampung di Jember, Sofie memiliki bakat menggambar dan menjahit. Orang tuanya hanya petani sederhana. Sejak sekolah menengah atas, dia sudah terbiasa mencari uang sendiri karena teman-temannya sering meminta bantuan menggambar dan membeli baju rancangannya. Terganjal biaya, cita-citanya menjadi insinyur kandas. “Saya harus realistis,” ucapnya. Lulus SMA Sofie nekat ke Jakarta bekerja apa saja. Namun, berkat bakatnya menggambar, pada 1994 dan 1995 ia berhasil memenangkan kompetisi perancang muda. Ia pun masuk sekolah di Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo. Karier profesionalnya didapat setelah lulus sekolah mode itu. Dua tahun ia menjadi fashion merchandiser di PT Ramayana. Sebuah pekerjaan yang cukup menantang. “Saya tidak mau stagnan, maka sambil bekerja bikin usaha,” kata Sofie yang memilih di phk akibat krisis moneter. Lalu ia memulai usaha dari nol. “Saya tidak mau jemawa. Inilah saya perancang dari kota kecil yang pernah merasakan kerasnya hidup,” kata pengagum John Galiano yang suka mengenakan busana kasual dan topi ini. Menjadi perancang terkenal tak membuatnya berubah. Dia berprinsip berbeda dengan perancang lain yang sudah besar dan mapan. Tak mengherankan jika sampai sekarang ia masih gemar menyantap nasi, sayur lodeh, ikan asin, dan tempe-tahu. “Jujur, saya sering stres dan bingung bila berada di luar negeri. Soalnya, selalu kangen makanan kampung,” katanya kalem. HADRIANI AHMAD SOFIYULLOH Tempat dan tanggal lahir: Jember, 9 Maret 1969 Status: Menikah dikaruniai 3 anak Pendidikan: 1985-1988, Sekolah Menengah Atas Negeri Jember 1994-1995, Lembaga Pengajaran Tata Busana Susan Budihardjo 2002-2004, Pelatihan Trends Perspective Esmod, Jakarta Riwayat Pekerjaan: 1996-1980, Fashion Merchandiser PT Ramayana Lestari Sentosa, Tbk., Jakarta 1998-sekarang, Pemilik Sofie Design, Jakarta 1999-sekarang, Presiden Direktur PT Citra Sofie Mandiri Penghargaan: 1994, Finalis Concour Indonesia Des Jeunes Creatures De Mode, Jakarta 1995, Juara III Indonesian Fashion Competition 1995, Duta Indonesia Asia Fashion Competition 2002, The Best Winner Versi FTV and Moet Chandhon Bali Fashion Week 2005, Runner-up The Best Performance Bali Fashion Week Aktivitas Sosial: 1998-sekarang, Anggota Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia 1998-sekarang, Pemotretan media cetak Majalah Femina, Dewi, Kartini, Canting, Cosmopolitan, Bazaar, Alia, Her World, Aneka, Gadis, Anggun, Prodo, Kartika, Wanita Indonesia, Kroscek, Cek&Ricek 1999-sekarang, Penyediaan kostum untuk stasiun televisi Indosiar, SCTV, RCTI, ANTV, TPI, Trans 7, Lativi, Global TV, JAK TV 2002-sekarang, Juri acara peragaan busana, seperti Esmod Award Jakarta 2002 dan Plaza Senayan Award 2006 Sumber: Koran Tempo

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. elly

    wow. keren bgtt..

    May 18th, 2008 at 11:45 am

  2. Dini

    pengen jadi desainer juga saya, sekolah tata busana di surabaya yang anda maksud di sini mahal gag y?

    August 28th, 2009 at 8:09 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • endrian — selamat siang saya endrian saya lagi membuka usaha ondedil baru dan bekas otomotif. tolong minta kontak person di Pt kopinkra ...
  • afriyan_Batam Island — salam kenal. wah, saya sangat tertarik dengan ceritanya. jujur, bagus banget untuk membuka usaha bertani cebe. dari pada kita harus bekerja di ...
  • ari — apakah kita bisa sling tukar pengalaman dan menjadi rekan bisnis?kunjungi blog saya ari-craft.blogspot.com
  • Yanti — Saya sdh menjadi agen di daerah sy (Indonesia Timur). Dan menjadi berkah bagi keluarga kami. Trimakasih Bu Indah dan ...
  • dede arif — minta tips buat bikin sepatu lukis please...?? cat ap yg bagus buat sepatu lukis...??
  • teti — dimana saya bisa mendapatkan warung rumah dengan cara mencicil?
  • christian adi — salah satu alasan kenapa bangsa Indonesia tidak maju adalah karena masih terjebak dalam mental inlander sebagai bangsa yang terjajah, masih ...
  • sandrar — Hi! I was surfing and found your blog post... nice! I love your blog. :) Cheers! Sandra. R.
  • sutanto — kalo pengen menghubungi ibu dwi lestari gimn caranya ya?
  • Habib — saya kemarin sudah pernah k t4 pak ratijo dan sudah bertanya". sekarangpun saya sudah mulai mencoba untuk budidaya jamur yg ...