You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Ciptakan Model Bisnis Baru

Ciptakan Model Bisnis Baru

erwin — February 11, 2008 / 9:07 pm

Bank Indonesia mengharapkan perbankan menciptakan model bisnis baru, yaitu dengan mengombinasikan unsur pembinaan dan pembiayaan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) bersama pihak lain sehingga terbentuk lingkungan bisnis yang membuat UMKM berkembang secara berkesinambungan. Selama ini pengembangan UMKM cenderung pada pemberian kredit, padahal pembinaan usaha jauh lebih menentukan gagal atau berhasilnya seorang wirausahawan.

Ciptakan Model Bisnis Baru Jakarta, Kompas - Bank Indonesia mengharapkan perbankan tidak hanya fokus menyalurkan kredit sebanyak-banyaknya ke usaha mikro dan kecil, tetapi juga menciptakan model bisnis baru. Hal itu dengan mengombinasikan unsur pembinaan dan pembiayaan agar usaha mikro dan kecil itu dapat berkesinambungan. ”Kami menginginkan bisa diciptakan business model baru untuk kredit kepada usaha mikro, kecil, dan, menengah. Kami akan memberikan apresiasi bila bank melakukan pembinaan pada nasabah UMKM. Kami melihat unsur konsumtif pada kredit dalam kategori UMKM porsinya masih besar,” kata Deputi Gubernur BI Muliaman Hadad akhir pekan lalu di Jakarta. Jika yang didorong hanya jumlah pemberian kredit ke UMKM, menurut Muliaman, perbankan akan cenderung menyalurkan untuk kegiatan konsumtif. Penyaluran kredit konsumtif lebih mudah dan kurang berisiko ketimbang untuk modal kerja dan investasi. Kredit UMKM yang tergolong konsumtif antara lain, kredit untuk pembelian barang elektronik, kendaraan bermotor, dan properti. Jumlah kredit UMKM yang tergolong konsumtif mencapai separuh dari total kredit UMKM. Bahkan dalam beberapa bulan terakhir, porsi UMKM konsumtif cenderung meningkat. Oleh karena itu, bank diwajibkan membina pelaku usaha produktif di suatu wilayah yang progresif atau sektor tertentu yang berpotensi, tetapi belum dikembangkan secara baik. Selain itu, BI akan menetapkan rasio atau porsi kredit UMKM yang bersifat produktif terhadap total kredit perbankan. Selanjutnya, bank diharapkan menciptakan model bisnis pembinaan dan pembiayaan kelompok UMKM bersama pihak lain sehingga terbentuk lingkungan bisnis yang membuat UMKM berkembang berkesinambungan. Direktur Bank Mandiri Budi Gunadi Sadikin mengatakan, selama ini pengembangan UMKM cenderung pada pemberian kredit. Padahal masalah utama adalah bagaimana para wirausahawan baru ini bisa berusaha dengan baik. ”Pembinaan usaha sebenarnya jauh lebih menentukan gagal atau berhasilnya seorang wirausahawan daripada kredit yang diberikan,” katanya. Terbukti selama puluhan tahun sudah banyak diciptakan kredit program, atau subsidi, tetapi pengembangan UMKM Indonesia tetap kurang berhasil dibandingkan dengan negara lain. ”Di Bank Mandiri kami bekerja sama dengan berbagai pihak yang kompeten agar wirausahawan yang kami biayai tak menghabiskan uangnya ke arah yang salah, tapi ke arah produktif dan terbina secara terus-menerus,” katanya. Ekonom BRI Djoko Retnadi mengatakan, ada sejumlah model bisnis pengembangan UMKM yang bisa dikembangkan di Indonesia. Salah satunya adalah yang diterapkan Grameen Bank Pakistan. ”Bank dapat membina UMKM, khususnya yang dilakoni wanita, dengan memberikan kredit tanpa agunan tambahan sehingga dapat menjangkau UMKM sebanyak-banyaknya,” katanya. Untuk model bisnis yang lebih modern, bank dapat melakukan program penerusan (linkage program) dengan lembaga keuangan mikro, seperti koperasi simpan pinjam atau bank kredit desa. ”Untuk mendukungnya, bank wajib menyalurkan kredit UMKM produktif 20-40 persen dari total kredit,” kata Djoko. Sumber: Kompas

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. arifaji

    program yang bagus. sangat sayang kalo tidak dimanfaatkan. bagi pebisnis yang punya ide cemerlang dan keberanian tapi terkendala pendanaan. ini adalah solusinya

    February 12th, 2008 at 2:08 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • woopharee — I had no intimation that it disposition be so tremendous! Did you see how scads people gathered to estimate good ...
  • Hanny — ekonomi indonesia merosot berdampak kepada masyarakat yang ekonominya lema,sehingga mendapatkan masalah dalam indonesia sendiri, karena dampak ini maka timbulah gejolak ...
  • pram — mas... saya mau tanya apa dasar pembuatan sebuah indeks harga saham? mengapa dow jones menggunakan 30perusahaan? nikkei 225 perusahaan? indonesia 45 perusahaan? ...
  • invinaCip — Did you hear on the scandal a lady got sued because of $1.92 million dollars for downloading 24 songs! Are ...
  • erfan — saya btuh artikel yang berkaitan dengan Prusahaan besar di dunia...
  • Aura Ratih Widya — Saya seorang pengrajin juga, ingin mendapat info2 serupa dan cara2 untuk dapat berkembang lebih baik.Terima kasih
  • Dulaamegree — Great I upstanding interpret on yahoo some a certain got sued $80 000 per song downloaded ! 24 songs you ...
  • hermanto — saya sangat setuju jika BEI berencana merilis trading online, karena memang inilah saatnya perkembangan TI bukan hanya milik bangsa lain, ...
  • maya — sangat menarik dan bagus tuk di contoh
  • Jantje Iwisara — Memberikan izin ukm gratis adalah baik, akan tetapi yang lebih baik lagi agar untuk memulai usaha harus dari rumah, kalau ...