You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Pabrik Penganggur

Pabrik Penganggur

erwin — February 17, 2008 / 9:01 am

Sebuah predikat jelek dialamatkan kepada perguruan tinggi, yaitu pabrik penganggur. Sesuatu yang sangat bertolak belakang dengan namanya sebagai perguruan tinggi, tempat orang berguru di level lebih tinggi. Apa yang salah, sehingga tempat itu melekat dengan konotasi pemborosan dana, waktu, dan sumber daya manusia? Faktor meningkatnya pengangguran terdidik salah satu alasannya.

Saya termasuk yang cukup terusik dengan predikat baru ini, dan tidak ingin terburu-buru menimpakan semua kesalahan pada perguruan tinggi. Baiknya kita kembalikan hal ini pada niat masing-masing orang. Tidak setiap orang memilih melanjutkan ke perguruan tinggi dengan niat sungguh-sungguh untuk berguru. Ada juga yang hanya ingin mendapat gelar, ada yang semata-mata mengejar status, dan ada pula yang ingin memanfaatkan waktu lowong dan dana berlebih. Perguruan tinggi pun ada yang berniat jadi institusi excellent, tapi ada pula yang sekedar mengadopsi kebutuhan masyarakat.

Di sisi lain setiap orang pun belajar dan institusi pun belajar dari waktu ke waktu. Semakin lama semakin tak ada tempat untuk kata pemborosan, baik pemborosan dana, waktu, dan sumber daya manusia. Dengan itu kita berharap predikat jelek perguruan tinggi ini akan sirna segera.  Semoga.

Perguruan Tinggi Menjadi Sumber Pengangguran Jakarta, Kompas - Pendidikan tinggi masih menjadi pabrik pengangguran sehingga terjadi pemborosan dana, waktu, dan sumber daya manusia. Untuk itu, pembukaan institusi pendidikan tinggi, terutama program-program studinya, perlu lebih cermat dan berhati-hati. Hal itu dikemukakan pengamat pendidikan dan Guru Besar Emeritus Universitas Negeri Jakarta, HAR Tilaar, Kamis (14/2). Diwartakan sebelumnya, jumlah sarjana yang menganggur melonjak drastis dari 183.629 orang tahun 2006 menjadi 409.890 orang tahun 2007. Ditambah dengan pemegang gelar diploma I, II, dan III yang menganggur, berdasarkan pendataan tahun 2007 lebih dari 740.000 orang. Selain itu, Departemen Pendidikan Nasional mencatat jumlah program studi baru tersebut mencapai 761 program studi di 167 perguruan tinggi. Jauh lebih tinggi dari jumlah program studi yang ditutup pada tahun yang sama, yakni 113 program studi di 64 perguruan tinggi. ”Pendidikan tinggi cenderung menjadi ’pabrik’ pengangguran. Itu tidak lepas dari kualitas pendidikan. Makin tinggi pendidikan, makin tinggi penganggurannya,” ujarnya. Pembukaan program studi baru harus cermat, selektif, dan jelas manfaatnya. ”Saat ini pendidikan tinggi itu sudah mahal, lulusannya jadi penganggur pula. Ini sangat berbahaya karena akan memengaruhi persepsi masyarakat terhadap arti dan manfaat pendidikan,” ujarnya. Harus cermat Secara terpisah, pengamat pendidikan dari Koalisi Pendidikan, Lodi Paat, mengatakan, pembukaan program studi atau jurusan baru harus benar-benar mempertimbangkan kurikulum dan kualitas pembelajaran yang dijalankan. Dengan demikian, lulusannya kompeten serta dapat memberikan sumbangsih kepada masyarakat. ”Walaupun peminatnya banyak, tidak bisa asal membuka program studi begitu saja. Program tersebut harus berkualitas,” ujarnya. Indikator kualitas itu antara lain ketersediaan fasilitas dasar seperti pusat sumber belajar seperti perpustakaan, laboratorium, serta relasi antara mahasiswa dan dosen dalam proses belajar-mengajar. Pembukaan program studi yang tidak berkualitas hanya pemborosan waktu, dana, dan energi. Sumber: Kompas

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. fatkhul amien

    sistem pendidikan nasional harus dirubah. Praktisi juga disuruh ngajar, shg tidak teori sajaaaaaa. tp yg terpenting tujuan sekolah harus diperbaharui. bukan menjadikan orang pintar, tapi memberantas kebodohan.

    March 6th, 2008 at 1:15 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ADI — Mohon dikirim ke saya alamat kantor pusat dan email PT.Gozco Planataion, Tbk TQ
  • wrermibre — mortgage life insurance protection entrafund home mortgage what happens to a mortgage payment when someone dies http://usaquotes.us/home-improvement/hi_dn student loan deferrment ...
  • yulyanto — Sama-sama Bp/ Ibu..... Keep on track yach??.... tx-yy
  • yulyanto — Dear all, mohon buat rekan-rekan yang bermaksud menawarkan suatu produk di kuningan city agar menghubungi: PT ARAH SEJAHTERA (Agung Podomoro Group) as ...
  • yulyanto — I hope it's true mate!..
  • yulyanto — you're welcome rivka....
  • Wahyu — Tolong dijelaskan tentang perbedaan sistem akuntansi di konvensional dengan sistem akuntansi di syariah? sbmlnya trima ksih banyak
  • tata — hellow..kok ga da balesan ya dari positively pink bisa liat katalog sepatunya gag lewat fs ato fb mungkin cuz q ga bisa langsung ...
  • erwin — pak fatru, pak wildan, dan yang lainnya, untuk menghubungi pak yon, .... coba kontak May di 085263323647, dia pengurus kelompok tani ...
  • wildan — mohon bantuan informasi untuk bisa membeli bibit cabe kopay dimana? sudah tersediakah bibitnya di pulau jawa kl ada dimana saya ...