← Kembali ke halaman depan

Sinergi Perajin Mi dan Pengusaha Besar

Menghadapi kenaikan harga terigu, PT Bogasari Flour Mills menawarkan alternatif terigu ekonomis yang hanya dijual kepada usaha kecil dan menengah (UKM). Selain itu, perajin juga mendapatkan tabung gas 3 kg sebanyak 29.500 tabung.

Kedua langkah tersebut diharapkan dapat cukup membantu UKM, yang merupakan mitra industri besar. Dengan langkah itu pun, konsumen yang daya belinya semakin tergerus, juga ikut terbantu.

Perajin Mi Pakai Terigu Ekonomis Pekan Depan Perajin Terima Tabung Gas 3 Kg Gratis Jakarta, Kompas - Kenaikan harga terigu akibat membubungnya harga gandum internasional turut memengaruhi perajin mi. Demi bertahan, perajin mi kini menggunakan terigu ekonomis yang mengandung campuran tepung dari umbi-umbian. Alternatif itu diharapkan cukup menolong usaha mereka. Ketua Paguyuban Perajin dan Pedagang Mi dan Bakso Tunggal Rasa Wakidi mengatakan, menyusul kenaikan harga terigu, pihak industri menawarkan alternatif bahan baku terigu, yakni terigu ekonomis yang hanya dijual kepada usaha kecil dan menengah (UKM). Terigu semacam itu mengandung tepung cassava sehingga berkadar gluten lebih rendah atau di bawah 12 persen. ”Namun, kalau hanya pakai terigu ekonomis, mi akan berkurang kekenyalannya. Jadi, perajin mi akan tetap mencampur lagi terigu itu dengan terigu Cakra yang biasa dipakai,” kata Wakidi, Kamis (10/4). Direktur Utama PT Bogasari Flour Mills Franciscus Welirang mengatakan terigu ekonomis itu diproduksi terbatas sebesar 7.000 ton per bulan. ”Bogasari tidak melepas terigu itu ke pasaran dulu. Hanya ke UKM di paguyuban,” kata Welirang. Harga satu zak (25 kilogram) terigu ekonomis itu dibeli UKM pada harga Rp 152.000-Rp 154.000. Sementara saat ini harga terigu Cakra Kembar yang selama ini digunakan perajin mi adalah Rp 171.000-Rp 175.000. Perajin mi sekaligus pengusaha UKM Mi Ayam Kondang Sakidjan mengatakan, mi yang dibuat hanya dari terigu ekonomis cepat putus karena kadar glutennya rendah. Untuk menyiasatinya, menurut dia, perajin mi harus pandai-pandai membuat komposisi campuran antara terigu ekonomis dan terigu Cakra. Tabung gas Pekan depan para perajin mi yang tergabung dalam paguyuban akan mendapatkan tabung gas 3 kg, yang akan dibagikan melalui Bogasari. Pembagian itu diasumsikan dapat cukup membantu UKM. ”Ada 29.500 tabung yang akan dibagikan,” kata Welirang. Sejak harga terigu naik, harga mi segar yang diproduksi perajin rata-rata naik Rp 2.000-Rp 3.000 per kg. Saat ini harga mi segar tanpa telur Rp 9.000-Rp 10.000 per kg. Asaroh (43), perajin mi di Bekasi, mengatakan, belakangan ini penjaja mi langganannya kerap memesan mi segar tanpa telur, yang lebih murah. Sementara harga mi segar dengan satu telur Rp 11.000 dan yang super dengan lima telur dijual Rp 15.000 per kg. Pedagang yang dulu memesan mi dengan satu telur per kg sekarang banyak beralih jadi memesan mi tanpa telur. (SF/PIN) Sumber: Kompas

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)