← Kembali ke halaman depan

Resesi Dunia dan Sektor Riil

Menko Perekonomian Boediono meminta penurunan ekspor Indonesia diwaspadai karena menjadi jalan masuk dampak negatif krisis ekonomi dunia ke dalam sektor riil dan keuangan domestik.

Boediono mengkhawatirkan jika resesi itu kemudian menghambat sektor riil karena hal itu bisa menyebabkan proses berantai. Jika sektor riilnya turun, akan memperburuk sektor keuangan. Sedangkan jika sektor keuangan memburuk, akan memperburuk sektor riil.

Meski demikian, Boediono juga yakin perekonomian Indonesia cukup baik menahan tekanan itu. Hal itu sejalan dengan pernyataan Komisaris Bank Sentral Asia Cyrillus Harinowo bahwa perekonomian Indonesia masih akan tetap tumbuh positif.

Di sisi lain, menurut Ekonom Indef, Fadhil Hasan, perekonomian Indonesia 2008 akan turut melambat akibat resesi di AS. Kondisi ini mengikuti pelemahan perekonomian negara-negara tujuan ekspor Indonesia selain AS, seperti Jepang, Cina, dan India.

Gejolak Ekonomi Boediono: Waspadai Penurunan Ekspor Jakarta, Kompas - Rendahnya pertumbuhan volume ekspor Indonesia perlu diwaspadai sebagai jalan masuk dampak negatif krisis ekonomi dunia ke dalam sektor riil dan keuangan domestik. Pasalnya, lemahnya ekspor akan menekan produksi di sektor riil, yang kemudian bisa menekan sektor keuangan. ”Dunia sedang guncang, baik dari segi keuangan maupun harga komoditas utama. Artinya, jika pengaruh resesi di Amerika meluas, akan berdampak pada ekspor, impor, hingga aliran dana. Ini yang perlu kita waspadai,” ujar Menko Perekonomian Boediono di Jakarta, Selasa (8/4). Namun, Boediono berkeyakinan, perekonomian Indonesia cukup baik menahan tekanan itu. ”Yang ditakutkan jika resesi itu menghambat sektor riil karena hal itu bisa menyebabkan proses berantai. Jika sektor riilnya turun, itu akan memperburuk sektor keuangan. Sektor keuangan memburuk, akan memperburuk sektor riil,” ujarnya. Ekspor Januari-November 2007 tumbuh 16 persen. Ini lebih rendah dibandingkan tahun 2006 yang mencapai 19,7 persen. Melemahnya pertumbuhan nilai ekspor Indonesia tahun 2007 disebabkan volume perdagangan dunia tahun 2007 hanya tumbuh 7 persen, sementara tahun 2006 tumbuh 9,2 persen. Rendahnya volume perdagangan dunia membuat permintaan terhadap produk ekspor Indonesia juga berkurang (Kompas, 15/1/2008). Dalam seminar ”Indonesia Economic Outlook 2008” di Jakarta, Komisaris Bank Central Asia Cyrillus Harinowo mengatakan, perekonomian Indonesia masih akan tetap tumbuh positif. Resesi perekonomian Amerika Serikat (AS) yang mulai mengguncang Eropa tidak akan menimbulkan dampak terlalu besar bagi Indonesia. Ini bisa dilihat dari tingkat ekspor dan konsumsi domestik yang masih tetap tumbuh. Penjualan mobil selama tiga bulan terakhir masih tumbuh 61 persen, demikian juga sepeda motor. ”Pertumbuhan di China dan India tampaknya telah menjadi benteng bagi perekonomian di Asia,” kata Cyrillus. Ekonom Indef, Fadhil Hasan, mengatakan, perekonomian Indonesia tahun 2008 pasti akan turut melambat akibat resesi di AS. Kondisi ini mengikuti pelemahan perekonomian negara-negara tujuan ekspor Indonesia selain AS, seperti Jepang, China, dan India. ”Apalagi ada tendensi tingkat ekspor juga melemah karena China dan India juga mengurangi ekspornya ke AS. Persaingan pasar internasional menjadi semakin ketat karena setiap negara sama-sama berusaha memperbesar pangsa ekspornya di tempat-tempat baru,” kata Fadhil. (oin/ham) Sumber: Kompas

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)