Dari Agro Expo 2008
Pengusaha agrobisnis Bob Sadino mengatakan pertanian Indonesia tidak berkembang karena pengembangan teknik budidaya pertanian tidak diimbangi dengan pertumbuhan industri pengolahan berbasis pertanian. Padahal petani yang menanam tersedia dan pasar dari hasil pertanian besar. Akibat kondisi itu, petani menghadapi masalah yang sama dari masa ke masa, yaitu mereka tidak memiliki posisi tawar tinggi saat menjual.
Sementara menurut Menteri Pertanian Anton Apriyantono, sektor pertanian dituntut dan diandalkan kontribusinya dalam perekonomian nasional, antara lain dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, penyumbang devisa, serta penyediaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan petani. Anton meminta pertanian tidak hanya bertumpu pada teknik budidaya, tetapi mengarah pada industri off farm agar dapat memberi nilai tambah.
Sekitar 40 persen rakyat Indonesia bergantung pada sektor pertanian, tetapi sumbangan sektor ini terhadap produk domestik bruto hanya 12,6 persen.
Agro Expo 2008 Pertanian Harus Memberi Nilai Tambah Jakarta, Kompas - Sekitar 40 persen rakyat Indonesia bergantung pada sektor pertanian, tetapi sumbangan sektor ini terhadap produk domestik bruto hanya 12,6 persen. Untuk memberi nilai tambah, sudah saatnya pembangunan pertanian diarahkan pada pengembangan industri pengolahan. ”Sehingga petani tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pandai melihat peluang pasar dan menaikkan posisi tawar agar pertanian bisa memberi nilai tambah,” kata Direktur Jenderal Pengolahan dan Pemasaran Hasil Pertanian Djoko Said Damarjati saat membuka Agro & Food Expo 2008, Kamis (22/5) di Balai Kartini, Jakarta. Kegiatan ini berlangsung 22-25 Mei. Ia menegaskan, petani harus memahami masalah pemasaran agar dapat memasarkan komoditas yang dihasilkannya. Untuk itu, petani harus memiliki kemampuan untuk mengakses informasi pasar. Dalam sambutan yang dibacakan Djoko Said, Menteri Pertanian Anton Apriyantono menyatakan, sektor pertanian dituntut dan diandalkan kontribusinya dalam perekonomian nasional, yakni antara lain dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, penyumbang devisa serta penyedia lapangan kerja, dan pendapatan petani. Agar perekonomian bisa berkembang dan pendapatan petani meningkat, kata Anton, pertanian hendaknya tidak hanya bertumpu pada teknik budidaya, tetapi mengarah pada industri off farm. Pengembangan industri pengolahan pertanian akan mampu memberi nilai tambah. Pada kesempatan lain, pengusaha agrobisnis Bob Sadino mengatakan, pertanian Indonesia tidak berkembang karena pengembangan teknik budidaya pertanian tak diimbangi dengan pertumbuhan industri pengolahan berbasis pertanian. ”Ada yang menanam, ada pasar, tetapi tidak ada industri pengolahan yang diandalkan,” katanya. Ia menjelaskan, persoalan yang dihadapi petani dari masa ke masa selalu sama. ”Mereka tidak memiliki posisi tawar yang tinggi saat menjual produknya,” kata Bob Sadino. (MAS) Sumber: Kompas

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.