← Kembali ke halaman depan

Mengapa belajar wirausaha itu perlu?

Pengamat kewirausahaan Rusman Hakim menuliskan beberapa alasan pentingnya belajar wirausaha bagi semua pihak, mulai dari karyawan level rendah hingga mereka yang berada di posisi tinggi dan strategis, bagi yang masih menganggur atau masih kuliah.

Pertama, penghasilan seorang karyawan terutama yang masih berada di tingkat staf pelaksana, lebih-lebih yang masih non-staf, bahkan mereka yang sudah berpredikat 1st line manager, pada umumnya belum mencukupi kebutuhan hidup secara wajar. Di sini mereka perlu pandai- pandai menata kehidupannya untuk menambah penghasilan, oleh karenanya mempelajari dan menjadi familiar dengan seluk beluk kewirausahaan merupakan salah satu solusi terbaik. Kedua, kalau Anda seorang karyawan, lebih-lebih kalau Anda sudah menduduki posisi tinggi dan strategis, datangnya masa pensiun nanti akan merupakan saat-saat yang kritis dan mencekam. Apa yang akan Anda lakukan setelah purnabhakti? Bagaimana kalau uang simpanan Anda yang banyak itu tahu-tahu amblas karena salah berbisnis? Nah, belajar menjadi wirausahawan handal adalah jalan keluar yang paling tepat. Ketiga, kalau Anda sekarang adalah seorang pengangguran, tentu otak Anda sudah “kapalan” dengan kenyataan bahwa mencari pekerjaan itu susaah bukan main. Kalau sudah demikian, percaya sama saya, bahwa kewirausahaan merupakan jalan lebar bagi Anda menuju kesuksesan hidup. Keempat, kalau Anda kini merupakan seorang mahasiswa, tentu Anda alami sendiri bahwa biaya kuliah Anda itu tidak murah. Anda tahu tidak semua generasi muda berkesempatan duduk di bangku di Perguruan Tinggi, karena mahalnya biaya. Anda pun tahu kalau orang tua Anda sudah demikian bersusah payah mengongkosi Anda belajar, entah dari mana uangnya, entah dengan cara apa mereka mencari duitnya. Kalau Anda ingin menjamin kesinambungan kuliah sekaligus menjamin masa depan diri sendiri dengan cara mandiri, kewirausahaan akan menjadi bekal Anda. Kelima, Anda tahu bahwa secara proporsional, statistik memperlihatkan bahwa sarjana yang menganggur merupakan salah satu kategori pengangguran terbesar. Kalau Anda merupakan salah seorang di antaranya, belajar kewirausahaan akan memberi Anda jalan menuju “sorga”. Keenam, nah ini yang paling “serem”. Tahukah Anda, bahwa tren bisnis yang akan datang akan memaksa kita semua untuk jadi wirausahawan? Persaingan yang semakin ketat, mengharuskan semua perusahaan memaksimalkan efisiensi, sehingga rekrutmen karyawan terus ditekan sampai ke titik minimum. Kita sudah lihat gejalanya sekarang, di mana penerimaan karyawan kebanyakan dilakukan dengan sistem kontrak, paling tidak pada 2 tahun pertama. Jika karyawan tidak dibutuhkan lagi setelah 2 tahun, pasti ada PHK. Kemudian, pos-pos kerja yang bisa dilakukan pihak ketiga, hampir pasti akan di “outsource” kan. Tidak ada lagi peluang melamar posisi-posisi yang sudah di- outsource. Sementara itu dii dunia industri, tidak terlalu lama lagi akan dimanfaatkan robot-robot pengganti tenaga manusia. Tidak ada lagi lowongan menjadi buruh dan mandor pabrik. So what gitu loh? Jelas kan, bahwa mempelajari kewirausahaan itu perlu? Kapan sebaiknya mulai? Ya, sekarang lah..

Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.

  1. lsyu

    Gak gitu setuju dengan pandangannya nich..
    1. Kalo pegawai tidak fokus ama pekerjaan dia. Perusahaan tmpt dia bekerja ga bakalan maju. Jadi dia harus memilih fokus jadi professional ato wirausaha.
    2. Jiwa wirausaha searusnya ada di hati semua org baek pengusaha maupun pegawai. Entreprenuership adalah sifat utk terus inovatif, continuously improve dan increase value. Sebagai seorg pegawai dia harus memprioritaskan perusahaan kalo perusahaan maju barulah dia akan maju. Jika dia tidak recognize perusahaan dia searusnya quit dan berusaha sendiri.

    Indonesia tidak mempunyai perusahaan yg worldclass karena pegawai2nya tdk mempunyai self of belonging dan menjunjung tinggi apa yg dia kerjakan.

    May 31st, 2008 at 9:45 am

  2. Anna Lee

    Wirausaha merupakan salah satu cara buat kita untuk mempertahankan eksistensi kita di dunia untuk tetap hidup. Kesempatan untuk mendapatkan pekerjaan yang layak saat ini benar2 sangat sulit dan berputus asa adalah jalan terbodoh untuk hidup. Model usaha yang bisa kita mulai saat ini dan sangat berpotensi hingga 10 mendatang bisa dilihat di http://indiebekasi.multiply.com
    Mulailah saat ini juga untuk berwirausaha.

    May 31st, 2008 at 8:35 pm

  3. Saiful Bahri

    Baik sekali kalo seseorang lebih dini mengenal dunia wirausaha, karena walaupun saat ini seorang profesional di satu perusahaan besar/ bonafide, dan mendapt posisi bagus/ basah, suatu saat mereka akan harus masuk kedunia wirausaha, tidak selamanya seorang karyawan akan terus berprofesi sebagai karyawan, kalau sudah tak terpakai akan kemana, kalau sudah pensiun akan lakukan apa, seseorang yang sudah purnakarya harus tetap berkarya, punya aktifitas, kalau pensiun kaya sih tak masalah, kalau sebaliknya kan repot. Malah Streass,
    rekan-rekan, mohon saran saya ingin tahu lebih jauh tentang Wirausaha yang cespleng.

    Email saya: sae24_bp@yahoo.com

    June 26th, 2008 at 5:46 pm

  4. Jonathan Haryanto

    Sebagai Info tambahan, Social Security Board Amerika Serikat melaporkan bahwa 85 dari 100 orang Amerika yang mencapai usia 65 tidak memiliki uang sejumlah $250. Dan hanya 2% yang bisa hidup mandiri (selebihnya tergantung pada keluarga, gereja,atau pemerintah)! Apakah Anda ingin bekerja selama 40 tahun atau lebih dengan penghasilan Rp.200 juta per tahun atau kurang hanya agar Anda dapat pensiun dari 20% dari penghasilan di mana penghasilan itu sendiri saja tidak cukup?

    July 14th, 2008 at 1:19 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)