← Kembali ke halaman depan

Wirausaha Sejati

Banyak alasan pentingnya membangun wirausaha muda, selain karena alasan lapangan kerja yang ada tidak mampu lagi menampung lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya jutaan setiap tahun. Namun, jika, seperti dikatakan pengusaha Ciputra, kita membutuhkan 4,4 juta wirausaha dari 400 ribu wirausaha sejati yang ada saat ini, tentu masalahnya jadi lain.

Salah satu sifat wirausaha sejati adalah dapat melahirkan wirausaha sukses lain selain dirinya. Sehingga, keberhasilan membangun wirausaha sejati, pada intinya juga keberhasilan mengembangkan kewirausahaan. Jadi pantaslah kita mempertanyakan sejauh ini sesungguhnya yang muncul apakah benar-benar wirausaha sejati atau wirausaha saja. Dan klaim pemerintah bahwa kita mempunyai 48 juta wirausaha juga patut dipertanyakan kembali.

Kegagalan mendidik wirausaha di perguruan tinggi, di antaranya, seperti kata Rhenald Khasali, adalah mata kuliah kewirausahaan diajarkan oleh dosen yang tidak mempunyai pengalaman kewirausahaan. Siswa hanya diajarkan membuat perencanaan bisnis, bukan bisnis riil.

Selain itu, kata Rhenald, ada kekeliruan dalam memahami wirausaha, yang digambarkan sebatas perdagangan; bagaimana mendapatkan modal, lokasi, dan punya produk untuk dijual. Padahal, tambah Rhenald, seharusnya juga bagaimana memproduksi sesuatu dan memiliki keberanian mengambil risiko. 

Dibutuhkan 4,4 Juta Wirausaha

Jakarta, Kompas - Lapangan kerja yang ada tidak mampu lagi menampung lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya jutaan setiap tahun. Penyerapan tenaga kerja tidak bisa hanya bergantung pada perusahaan yang sudah ada. Dibutuhkan 4,4 juta wirausaha sejati untuk membantu menyelesaikan masalah itu.

Demikian disampaikan Presiden Komisaris PT Ciputra Tbk Ciputra dalam peluncuran program Ernst and Young ”Entrepreneur of the Year 2008” di Jakarta, Rabu (11/6).

Pengusaha properti terkemuka ini menjadi peraih penghargaan Indonesia Entrepreneur of The Year 2007. Tahun ini penghargaan bagi wirausaha terbaik Indonesia diselenggarakan untuk ke-8 kalinya.

Untuk mengatasi masalah ketenagakerjaan, menurut Ciputra, tidak ada lain kecuali melahirkan wirausaha-wirausaha. Ini menjadi tantangan berat buat Indonesia. ”Dan pengusaha yang ada jangan melakukan pemutusan hubungan kerja,” kata Ciputra.

Menurut Ciputra, seorang wirausaha atau entrepreneur adalah orang yang dapat mengubah kotoran dan rongsokan menjadi emas. Wirausaha sejati tidak hanya mampu mengubah rongsokan jadi emas, tetapi juga dapat melahirkan wirausaha sukses lainnya.

”Di Eropa, kewirausahaan sudah populer 6-7 tahun lalu, sementara di Amerika 30 tahun lalu. Pemerintah di negara-negara Eropa aktif membantu dan menjadikan entrepreneur sebagai gerakan nasional,” kata Ciputra.

Menurut pakar manajemen Universitas Indonesia, Rhenald Kasali, pendidikan kewirausahaan harus ditanamkan sejak dini, misalnya, cara berdagang kecil- kecilan.

Mata kuliah kewirausahaan, kata Rhenald, acapkali gagal karena dosennya tidak mempunyai pengalaman kewirausahaan. Siswa hanya diajarkan membuat perencanaan bisnis, bukan bisnis riil. Selain itu, ada kekeliruan dalam memahami wirausaha.

”Sebagian besar kaum muda menggambarkan wirausaha sebatas perdagangan. Bagaimana mendapat modal, lokasi, dan punya produk untuk dijual,” tuturnya. Untuk itu, kata Rhenald, meski bersifat sesaat, pikiran entrepreneur harus ditingkatkan.

”Bagaimana memproduksi sesuatu dan memiliki keberanian mengambil risiko,” ujarnya.

Untuk mendorong kemajuan bangsa, Indonesia membutuhkan wirausaha sebanyak 2 persen dari total jumlah penduduk. ”Saat ini kita hanya punya 0,1 persen atau sekitar 400.000 entrepreneur,” kata Ciputra.

Pemerintah, kata Ciputra, terlalu bangga menyebut Indonesia punya 48 juta wirausaha. Padahal, itu baru wirausaha, belum menjadi wirausaha sejati. (OSA)

Sumber: Kompas

Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.

  1. Cetak Biru Industri Kreatif — Entrepreneur! (Asia Blogging Network)

    […] dan wirausaha terdapat hubungan yang sangat erat. Sebagaimana yang dikatakan Rhenald Kasali dalam tulisan sebelumnya, bahwa wirausaha tidak hanya terkait dengan perdagangan; bagaimana mendapat modal, lokasi, dan […]

    June 16th, 2008 at 6:23 am

  2. yoga permana kusumah

    untuk menjadi seorang pengusaha banyak caranya. di blog saya dibahas tentang menjadi seorang entrepreneur

    July 12th, 2008 at 5:37 am

  3. irwan kurniadi

    menjadi wirausahawan/wati sejati sesungguhnya lahir karena kondisi kepepet. Energi kepepet dan ingin sukses yang kuat akan melahirkan keberanian dan kreativitas. Mengawali usaha sendiri dengan meniru usaha orang lain yang sudah sukses boleh dilakukan , tetapi kemudian harus melakukan langkah lebih inovatif dari usaha yang ditiru. Kalo tidak…selamanya akan selalu mengekor dan akan habis pada waktunya.
    Bila ingin berdiskusi tentang wirausaha sejati dapat menghubungi saya di irwankurniadi@yahoo.com.
    Atau bagi yang belum mempunyai ide wirausaha sendiri, mungkin pengalaman saya dapat membantu.
    Sukses untuk wirausaha indonesia,
    berdiri tegak tanpa bantuan pemerintah !!!!!

    July 19th, 2008 at 6:41 am

  4. reny yt

    Saya wanita usia 32 tahun, ingin memiliki usaha sendiri yang menggunakan modal kecil ( < 5 juta ).
    Dan saya tidak memiliki tempat usaha, tetapi saya memiliki sebidang tanah dengan luas kurang lebih 300 m2 didaerah pinggiran bandung. Sebenarnya saat ini saya tertarik dengan bisnis rongsokan tapi saya tidak tahu caranya dan bagaimana untuk memulainya.Untuk itu saya mohon saran dan informasi lebih lanjut.Terimakasih.

    August 24th, 2008 at 4:50 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)