← Kembali ke halaman depan

Berwirausaha Karena Ideologi

Mungkin anda setuju dengan saya bahwa dasar perubahan yang utama adalah ideologi atau keyakinan. Tentu saja ada perubahan yang tidak dilandasi oleh ideologi atau keyakinan, tapi anda tentu dapat membayangkan perubahan seperti apa yang semacam itu. Demikian juga halnya dalam berwirausaha.

Dalam hal ini kita belajar dari Tri Setyo Budiman (47), sebagaimana dikutip Kompas:

Dasar pertama memulai usaha sendiri adalah ideologi yang kuat, baru mencari metodologi yang tepat untuk mengimplementasikannya. Para pemula harus ingat, membangun usaha tak bisa dalam waktu singkat. Harus ada proses, yang bisa melatih kita agar tidak tergelincir di setiap ’tikungan maut’,” kata Tri.

Langkah selanjutnya adalah menterjemahkan ideologi/keyakinan/semangat itu:

Semangat itu kemudian diwujudkan dengan mencari pola manajerial praktis, yang mudah diterapkan sehari-hari sambil terus memperbaiki kelemahan. Introspeksi diri, perbaikan manajerial, dan penguatan kemampuan sumber daya manusia sangat berguna dalam proses meningkatkan skala usaha.

Tentu saja, dalam menterjemahkan keyakinan/tekad tersebut, memerlukan inovasi, sebagaimana tip yang disampaikan Bimada (41), ayah tiga anak asal Surabaya , Jawa Timur, yang banting setir dari pekerjaannya si bidang kargo menjadi produsen mi ayam.

”Yang diperlukan adalah inovasi. Kita mesti cerdik, tetapi jangan curang,” kata Bimada, yang kini memiliki 100 mitra restoran di berbagai daerah.

Itulah sebabnya, ketimbang memasang iklan mengeluarkan duit, dia memilih mentraktir calon pelanggannya.

”Undang saja kawan-kawan. Niscaya, apabila enak pelayanannya, enak sajiannya, dan enak lokasinya, mereka pasti akan bercerita kepada teman-teman lainnya,” tuturnya.

Dan apakah yang lebih penting dari soal modal dan lokasi usaha. Inilah tip pamungkas dari Bimada.

Memang, keduanya penting, tetapi yang paling dibutuhkan adalah semangat kewirausahaan, gigih, dan pantang menyerah.

Dengan berbagai hal itulah, Bimada optimis menghadapi kenaikan harga kebutuhan pokok dia pun menaikkan harga jual produknya. Ia meyakini, lambat laun konsumen akan menyesuaikan keuangannya untuk tetap membeli. Jangan takut!

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. nurul

    saya ingin sekali seperti anda tapi kadang kala saya merasa putus asa saya baru 2 bulan mencoba bisnis gerobak! apa mungkin saya seorang wanita mudah sekali putus asa padahal order saya pikir lumayan untuk seorang pemula apa yang harus saya lakukan?

    June 30th, 2008 at 2:16 pm

  2. budi santoso

    tertarik buka blog anda, karena judul yang sangat menarik boleh dicoba nih!! buat hati yg lg gundah gulana.Kira2 apa y usaha yg hrs seseorang mulai dgn tanpa pengalaman sedikit pun, thanks..

    July 13th, 2008 at 5:33 pm

  3. Jonathan Haryanto

    Tulisan ini sungguh membangkitkan semangat. Terima kasih atas artikel ini. Sekedar info, Anda bisa memulai bisnis tanpa modal lewat bisnis online, misalnya dengan program afiliasi. Bisnis online adalah kegiatan yang berhubungan dengan pembelian, penjualan dan promosi atau pengiklanan barang dan jasa melalui internet.Saya berharap informasi ini dapat menolong Anda untuk memulai bisnis online dengan baik.
    Jonathan Haryanto

    July 25th, 2008 at 11:49 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)