You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Deli Makmur
Deli Makmur, peraih penghargaan The International Young Creative Entrepreneur of the Year Fashion 2007, bisa dibilang salah satu ikon di bidang industri kreatif. Dengan memadukan talenta bisnis, marketing, dan periklanan untuk mode dan gaya hidup, karir dan pencapaian Deli di dunia kreativitas patut diambil sebagai pelajaran.
Deli Makmur
Geliat Industri Kreatif
Pekan lalu, Jakarta merayakan hari jadi yang ke-481 tahun. Kemegahan kota metropolitan ini makin pesat seiring dengan zaman. Masyarakat asli kota ini pun sangat antusias.
“Saya bangga lahir sebagai putra Betawi. Kendati kedua orang tua saya keturunan etnis Tionghoa, mereka memberikan pengaruh yang kental pada budaya Betawi,” Deli Makmur menguraikan pada Senin lalu saat ditemui di butik Fashion First, di Senayan City, Jakarta.
Pria berusia 33 tahun ini mencontohkan dirinya sebagai salah satu pemuda yang dilahirkan, dibesarkan, hingga meniti karier yang lekat dengan pengaruh budaya Betawi. Deli adalah anak ketiga dari enam bersaudara yang dibesarkan orang tuanya sebagai pemilik toko di kawasan Senen. Dari kawasan ini, ia tumbuh hingga sekarang meraih posisi yang terbilang langka di kalangan Betawi.
“Terbilang profesi baru yang tugasnya memadukan komunikasi bisnis mode dan gaya hidup. Sebagai promotor, konsultan agen komunikasi bisnis, marketing, dan periklanan. Pokoknya identik dengan kreativitas,” ujarnya seolah ingin membuktikan diri sebagai pemuda Betawi yang punya kemampuan unik dan bisa dibanggakan.
Dia mencermati perkembangan industri fashion dan gaya hidup di Tanah Air kian marak dan patut diperhitungkan. Deli yakin bidang ini merupakan salah satu elemen industri kreatif penting yang bersinergi dengan yang lain, seperti musik, film, dan desain.
“Saya memadukan kepentingan bisnis, marketing, dan periklanan untuk mode dan gaya hidup. Pasarnya sangat tinggi, di Indonesia masih terbilang langka,” kata penggemar nasi uduk, nasi timbel, ayam goreng, dan sushi ini menggebu-gebu.
Deli pun menyebut industri kreatif sangat strategis. “Total industri ini memberikan sumbangan Rp 90 triliun atau setara 3 persen dari PDB (pendapatan domestik bruto) Indonesia,” ucapnya sambil mengutip catatan British Council. Pada 2003, nilai itu meningkat 34 persen. Jumlahnya meroket seiring dengan pesatnya industri kecil dan menengah, seperti tumbuhnya 1.500 distro di Bandung, Jakarta, Yogyakarta, dan Makassar.
Pria yang meniti karier di dunia periklanan dari biro Matari ini merasa bersyukur atas semua yang dikerjakannya. Penyuka jalan-jalan ini pun mantap dengan mengusung FAME74. Tidak sia-sia, keberhasilannya itu membawanya meraih penghargaan The International Young Creative Entrepreneur of the Year Fashion 2007. “Saya sangat menikmati kegiatan yang bergerak di bidang manajemen pemasaran ini.”
Deli memulai usahanya dari modal dengkul. Toh, Direktur Utama FAME74 ini telah memiliki klien label internasional: Louis Vuitton, Cartier, Tag Hauer, Mercedes Benz, hingga Nokia.
Salah satu inovasi yang dilakukan pria berkulit putih ini menerbitkan buku gaya hidup Jakarta Fashion Minute 07/08, yang menampilkan profil beberapa desainer beserta foto beberapa karyanya, model, desain restoran unik, dan orang populer.
Deli yakin untuk mempromosikan fashion tidak cukup dengan menggelar peragaan busana. Hal itu dibuktikannya dengan menghadirkan konsep butik lima perancang yang tergabung di Butik Fashion First. Pelaksanaan awal hingga kerja terberatnya memakai jasa, ide, dan gagasan yang dituangkannya. “Saya mengerjakan segala sesuatu dengan terperinci, tidak asal, dan selalu memakai riset,” tuturnya. Dia pun menyaring lima nama perancang muda yang potensial, seperti Adesagi, Priyo Oktaviano, Ichwan Toha, Rusly Tjohnardi, dan Barli Asmara.
Ide kreatif lain Deli adalah acara pemilihan 10 Wanita Cantik Versi Ponds Indonesia. “Bidang kreatif itu selalu menyajikan sesuatu yang brilian, unik, dan beda. Kreativitas itu dasar dari segalanya,” dia menambahkan.
Sejak kecil, penyuka warna merah, putih, dan hitam ini dibekali orang tuanya bahwa untuk sukses butuh kerja keras dan kejujuran serta tidak putus asa. “Saya suka membuat simulasi dalam catatan kecil. Pura-puranya menciptakan sesuatu,” bisiknya terkekeh mengenang keusilan di masa lalunya. Namun, ia mensyukuri bidang ini mengajarkan banyak hal. “Lewat kreativitas, saya belajar dari kegagalan yang dijahit kembali untuk meniti sukses.” HADRIANI P
Nama: Deli Makmur
Tempat dan tanggal lahir: Jakarta, 17 Maret 1974
Pendidikan:
* 1988-1991, Sekolah Menengah Atas Budi Mulya, Jakarta * 1991-1995, Manajemen Pemasaran Universitas Tarumanegara, Jakarta * 1995-1997, Program S-2 Manajemen Pemasaran Universitas Indonesia, Jakarta
Riwayat pekerjaan:
* 1994, Research Executive French Telecom, Jakarta * 1995-1997, Account Executive Matari BBDO, Jakarta * 1997-2001, Account Manager dan Account Director Bates Advertising, Jakarta * 2001-2001, Group Account Director J. Walter Thompson, Jakarta * 2001-2004, General Manager/Strategic Planning Director/Client Service Director Bates Advertising, Jakarta * 2005-sekarang, Pendiri dan Direktur Utama Fame 74, Jakarta * 2006-sekarang, Konsultan lepas untuk beberapa perusahaan kosmetik, fashion, dan gaya hidup, seperti Omega Internasional, PAC Martha Tilaar, Oscar Lawalata, Sally Koeswanto, Fashion Bar and Bistro, Metrox, dan Fashion First Butik
Pelatihan:
* 2000-sekarang, aktif mengikuti pelatihan marketing, periklanan, agensi, media strategis seputar fashion dan gaya hidup di Jakarta, Singapura, Hong Kong, Australia, hingga Amerika Serikat
Penghargaan:
* 2001, Cakram Award sebagai Indonesian Young Advertising Person of the Year * 2002 dan 2003, ADOI Milenium Managers * 2002, Iklan kampanye Buka Mata dengan Kompas * 2003, New World of Marketing Campaign for BAT Indonesia, Lucky Strike 12 Choices and Lucky Strike Retail Environment Strategy * 2004, Pelopor Mercedes Benz Indonesia Fashion Festival * 2005, Pelopor Nokia Fashion Award * 2007-2008 International Young Creative Fashion Entrepreneur from British Council
Sumber: Koran Tempo
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Is Karyono
saya sangat kagum pada deli makmur,kalo boleh saya ingin tahu no hp nya atau alamat emailnya .thx
June 23rd, 2009 at 8:04 pm
Is Karyono
bagus sekali,semoga banyak sukses
July 4th, 2009 at 6:04 am