You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Mentor

Mentor

erwin — July 29, 2008 / 7:44 am

mentor

Tanpa kita sadari, mungkin, ternyata di sekitar kita ada orang-orang yang melakukan pekerjaan mulia, menjadi pembimbing bagi calon-calon pewirausaha, seperti yang dilakukan Andang Kirana di bawah ini.

Seperti yang ditulis Roni Yuzirman, Dibantu Mentor, Bisnis Jadi Lebih Gampang, mentor bisnis adalah seorang pelaku bisnis yang telah berpengalaman kemudian membagikan ilmunya kepada pebisnis yang baru mulai usaha.

Kenapa kita perlu mentor? Dengan bimbingan seorang mentor, si pemula bisa belajar dan menduplikasi dari pengalaman sukses sang mentor. Jadi si pemula bisa mengurangi risiko kesalahan bila melakukan dengan caranya sendiri melalui coba-coba. Dengan demikian dia bisa menghemat waktu, uang dan tenaga yang terbuang bila harus coba dan gagal (trial and error).

Andang, Membina Calon Wirausaha

Oleh: M Fajar Marta

Dengan insting bisnisnya, manajemen usaha dan kemampuan pemasaran yang baik, ditambah kreativitas, disiplin, dan ulet, Andang Kirana berpotensi menjadi pengusaha besar. Pada usia muda ia berpotensi menjadikan usahanya di bidang percetakan, periklanan, dan produk massal menjadi perusahaan besar di kemudian hari. Namun, pemuda asal Bantul Daerah Istimewa Yogyakarta, ini memilih tak memanfaatkan kesempatan itu. Uang dan bisnis yang berkibar bukan tujuan hidupnya. Apa yang dicapai dengan bisnis kecilnya dianggapnya cukup untuk hidup tak berkekurangan.Ia memilih menghabiskan energi, pikiran, dan tenaga untuk sesuatu yang tak mendatangkan uang, yaitu menjadi tenaga sukarela yang membina para penganggur menjadi wirausaha.

Ia gelisah melihat banyak pemuda di lingkungannya menganggur. Sementara, di sisi lain, begitu banyak hal yang bisa mereka kerjakan untuk memperoleh penghasilan.

Berawal dari kegelisahannya itulah, ia bertekad membuka mata dan pikiran para pemuda akan banyaknya peluang pekerjaan dengan menjadi wirausaha.

Pada 2003, ia mendaftarkan diri sebagai tenaga sukarela di Kanwil Provinsi Dinas Tenaga Kerja Yogyakarta. Tugasnya membina, mendampingi, dan mengembangkan jiwa kewirausahaan. Mulai dengan 10 anggota binaan pada awalnya, kini telah berkembang menjadi 23 anggota.

“Saya berprinsip hidup harus bermanfaat bagi orang lain. Saya harus menularkan kemampuan wirausaha ini kepada orang lain agar mereka juga maju,” kata ayah satu anak ini.

Ia juga menjadi tenaga kerja sukarela di Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul pada program bina desa produktif, bagi yang terkena gempa bumi dahsyat pada 2006. Ia melakukan pendampingan di Dusun Banyusumurup, Imogiri, yang dikenal sebagai sentra kerajinan keris dan batik tulis.

Andang yang biasa dipanggil Angky ini lalu membentuk kelompok usaha Paguyuban Usaha Keris dan Batik Tulis Pamor Suminar. Paguyuban ini terus berkembang dari 10 orang binaan menjadi 24 orang. Untuk meningkatkan manfaat, ia berencana membentuk koperasi perajin keris.

Atas sepak terjangnya itu, ia termasuk 10 nominator wirausaha muda teladan tingkat nasional tahun 2007. Penghargaan berikutnya, ia dikirim menjadi delegasi Indonesia dalam pertukaran wirausaha muda “China Guangxi International Exchange Institute” di China untuk kurun 6 Juli-6 September 2008.

Saat menularkan semangat kewirausahaan kepada para pemuda, Angky yakin betul jiwa wirausaha tak terkait dengan bakat. Kewirausahaan tak ubahnya seperti disiplin ilmu lain yang bisa dipelajari siapa saja. Ia juga melihat kadar jiwa kewirausahaan pemuda akan menentukan nasib suatu bangsa.

Fakta menunjukkan, negara maju umumnya memiliki wirausaha lebih banyak ketimbang negara berkembang, apalagi miskin. Amerika Serikat, misalnya, memiliki wirausaha sebanyak 11,5 persen dari total penduduknya. Sekitar 7,2 persen warga Singapura adalah pengusaha.

Adapun Indonesia hanya memiliki wirausaha 0,18 persen dari total penduduk. Padahal, sebuah negara minimal memiliki wirausaha sebanyak 2 persen dari total penduduknya agar bisa maju.

Sementara pemerintah kebingungan menemukan kunci sukses menumbuhkan wirausaha, ia melihat faktor penentunya hanya bagaimana mengubah pola berpikir para pemuda terhadap makna bekerja. Di negara yang belum maju, sebagian besar pemuda berpola pikir sebagai pencari kerja dengan mental karyawan. Adapun di negara maju sebagian besar menjadi pencipta pekerjaan.

Dalam mengubah pola berpikir itu, ia menumbuhkan sikap seperti selalu ingin perubahan ke arah lebih baik, berani mengambil risiko untuk sukses, berpikir positif, percaya pada kemampuan sendiri, kesadaran bahwa setiap usaha pasti mengalami tantangan dan hambatan, selalu mencari ide atau gagasan baru, serta bertanggung jawab.

“Sikap-sikap itu harus ditanamkan lewat pendidikan sejak dini. Sistem pendidikan harus diubah. Pendidikan yang tak hanya mengajarkan teori, tetapi juga memberikan kemampuan dasar tentang mengatasi masalah dari hari ke hari,” ungkapnya.

Jatuh bangun

Sebelum terjun total menularkan jiwa kewirausahaan, Angky mempraktikkan semangat kewirausahaan dalam dirinya dengan membangun usaha selepas lulus sarjana hukum.

Usaha awalnya adalah Obor Advertising yang bergerak di bidang jasa percetakan, sablon, dan periklanan dengan pelanggan utama dinas-dinas di Pemerintah Kabupaten Bantul. Tahun 2006, ia membuka perusahaan baru, CV Syahda Media Promosindo, bergerak di perdagangan dengan merek Kampoeng Obor. Ia membuat beragam produk mulai dari sablon, stiker, hingga aksesori.

Ia memasarkan produknya melalui sekitar 800 toko swalayan di Yogyakarta, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Lampung. Ia juga bekerja sama dengan 20 universitas di Indonesia dan jaringan Gramedia dan Carrefour. Omzetnya sekitar Rp 60 juta per bulan.

Bisnisnya itu sekaligus wadah menumbuhkan jiwa wirausaha orang lain. Angky tak ingin para pegawai terus bekerja dengannya. Suatu hari kelak, pegawainya harus mandiri. Ia tak khawatir mereka bakal menjadi pesaing.

“Pengalaman selama ini, justru kami bisa saling bersinergi. Mereka memproduksi dan saya menjualnya. Jika ada pesanan barang dalam jumlah besar, sebagian saya berikan order itu kepada bekas pegawai yang sudah mandiri,” tuturnya.

Seperti banyak pengusaha lain, ia tak selalu mulus dalam berbisnis. Ujian paling berat dihadapi tatkala rumah produksinya luluh lantak digoyang gempa pada 2006. Rumah produksi itu baru selesai dibangun tiga hari sebelum gempa dengan dana kredit dari BNI senilai Rp 25 juta.

Ia melaporkan kondisinya kepada petugas BNI. Bank itu justru memberinya kredit lagi untuk membangun kembali rumah produksinya. “Beginilah seharusnya bank dan nasabah itu bermitra. Bank juga berupaya membantu debitornya yang tengah kesulitan,” ujarnya.

Dalam menjalankan bisnis, ia juga peduli terhadap lingkungan hidup. Ia membuat produk Kampoeng Hijau berupa gantungan kunci, pin, dan aksesori jilbab. Bahan baku utamanya dari sisa kayu tak terpakai. Dengan sentuhan desain dan kemasan menarik, produk itu tampak berkualitas dan bernilai jual tinggi. Ia sisihkan Rp 500 dari setiap produk yang terjual untuk program penghijauan dan penanaman 1.000 pohon di lingkungannya.

Dia pun tak segan mengumpulkan donatur untuk membantu anak-anak yang terancam putus sekolah. Salah satunya memprakarsai pembentukan kegiatan kakak-adik asuh Hozhizora, yang artinya langit bertaburan bintang, pada Januari 2006. Berkolaborasi dengan keponakannya, Megarini, yang bersekolah di Jepang, ia menawarkan para mahasiswa Indonesia di Jepang menjadi donatur untuk anak- anak Bantul yang terancam putus sekolah pascagempa.

“Kami mengirimkan foto dan keterangan lengkap calon adik asuh ke Jepang. Para calon kakak asuh memilih sendiri adik asuhnya, dan sudah terkumpul 44 adik asuh,” ceritanya.

Sumber

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ADI — Mohon dikirim ke saya alamat kantor pusat dan email PT.Gozco Planataion, Tbk TQ
  • wrermibre — mortgage life insurance protection entrafund home mortgage what happens to a mortgage payment when someone dies http://usaquotes.us/home-improvement/hi_dn student loan deferrment ...
  • yulyanto — Sama-sama Bp/ Ibu..... Keep on track yach??.... tx-yy
  • yulyanto — Dear all, mohon buat rekan-rekan yang bermaksud menawarkan suatu produk di kuningan city agar menghubungi: PT ARAH SEJAHTERA (Agung Podomoro Group) as ...
  • yulyanto — I hope it's true mate!..
  • yulyanto — you're welcome rivka....
  • Wahyu — Tolong dijelaskan tentang perbedaan sistem akuntansi di konvensional dengan sistem akuntansi di syariah? sbmlnya trima ksih banyak
  • tata — hellow..kok ga da balesan ya dari positively pink bisa liat katalog sepatunya gag lewat fs ato fb mungkin cuz q ga bisa langsung ...
  • erwin — pak fatru, pak wildan, dan yang lainnya, untuk menghubungi pak yon, .... coba kontak May di 085263323647, dia pengurus kelompok tani ...
  • wildan — mohon bantuan informasi untuk bisa membeli bibit cabe kopay dimana? sudah tersediakah bibitnya di pulau jawa kl ada dimana saya ...