You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Antara Inggris dan Bandung
Kita mengharapkan rencana kerja sama peningkatan industri kreatif antara pemerintah Inggris dan pemerintah Jawa Barat dapat memberikan sumbangsih bagi pelaku perekonomian kedua belah pihak.
Sebagaimana dikatakan Duta Besar Inggris, seperti dikutip Koran Tempo berikut:
Bandung sebagai kota yang akan kaya potensi seni budaya, desain, kemajuan teknologi industri, kuliner, dan kreativitas anak mudanya. Potensi inilah yang dilirik Inggris, yang dikenal sebagai negara yang aktif dalam pengembangan industri kreatif.
Sementara Inggris telah membuktikan bahwa industri kreatif tumbuh subur dan menjadi pilar ekonomi negara. Industri ini menyumbang hingga 10 persen dari produk domestik bruto di negaranya. Bahkan sektor ini menyamai jasa perbankan sebagai sektor ekonomi terbesar.
BANDUNG- Inggris sedang menjajaki kerja sama peningkatan industri kreatif dengan pemerintah daerah Bandung. Tawaran itu disampaikan Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Martin Hatfull, saat pembukaan “KickFest 2008″ di Lapangan Gasibu, Bandung, Sabtu malam lalu. “Kami sangat senang jika Inggris bisa bekerja sama dengan Bandung dalam pengembangan industri kreatif,” kata Hatfull.
Dia mengaku sangat mengenal Bandung sebagai kota yang akan kaya potensi seni budaya, desain, kemajuan teknologi industri, kuliner, dan kreativitas anak mudanya. Potensi inilah yang dilirik Inggris, yang dikenal sebagai negara yang aktif dalam pengembangan industri kreatif.
Menurut Hatfull, Inggris bisa membuktikan bahwa industri kreatif tumbuh subur dan menjadi pilar ekonomi negara. Industri ini menyumbang hingga 10 persen dari produk domestik bruto di negaranya. Bahkan sektor ini menyamai jasa perbankan sebagai sektor ekonomi terbesar.
Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan mengatakan Bandung sudah lama memiliki potensi pengembangan industri ini dalam kurun 10 tahun terakhir. Anak-anak muda yang menjadi kreator industri kreatif perlu diapresiasi. Karena itu, sinergi antara pemerintah dan pegiat industri kreatif perlu dilakukan dengan memberi ruang gerak bagi mereka.
Pameran ini berhasil menangguk pendapatan yang cukup mencengangkan. Sepanjang Sabtu lalu, transaksi dalam satu hari itu mencapai Rp 4,5 miliar. Menurut Ketua Kickfest Tubagus Fiki Satari, panitia mentargetkan bakal meraup Rp 10 miliar dalam tiga hari ini. Tahun lalu Kickfest mampu meraup omzet Rp 3,5 miliar dalam tiga hari dengan pengunjung sebanyak 300 ribu orang. Pameran yang digelar sejak Jumat hingga kemarin itu diikuti 140 industri distro dan clothing.
Bisnis clothing, menurut Fiki, berkembang pesat. Hingga 2008, sekitar 1.000 industri pakaian lokal dan distro tersebar di Indonesia. Sekitar 40 persen berada di Bandung, 10 persen di Yogyakarta, dan 30 persen di Jakarta.
Di Bandung, omzet industri clothing diperkirakan mencapai Rp 25 miliar per bulan. Sementara itu, jumlah tenaga kerja yang terserap sekitar 30 ribu orang per tahun. Widiarsi Agustina | Rana Akbari Fitriawan
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.