You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Industri Kreatif Dilirik Perbankan

Industri Kreatif Dilirik Perbankan

erwin — September 8, 2008 / 9:56 pm

Perbankan mulai melirik industri kreatif sebagai pasar kredit baru. Sebagai tahap awal, perbankan akan memanfaatkan pola kredit usaha rakyat untuk membiayai industri kreatif. Skema kredit usaha rakyat (KUR) dinilai cocok bagi industri kreatif karena sebagian pelaku industri kreatif belum bankable atau belum memiliki jaminan.

Perbankan Mulai Lirik Industri Kreatif

Jakarta, Kompas - Perbankan mulai melirik industri kreatif sebagai pasar kredit baru. Sebagai tahap awal, perbankan akan memanfaatkan pola kredit usaha rakyat untuk membiayai industri kreatif.

Direktur UKM dan Syariah BNI Achmad Baiquni akhir pekan lalu di Jakarta menyatakan, skema kredit usaha rakyat (KUR) cocok bagi industri kreatif karena sebagian pelaku industri kreatif belum bankable atau belum memiliki jaminan.

Jenis usaha yang masuk industri kreatif, antara lain, adalah periklanan, arsitektur, kerajinan, desain, busana, film, fotografi, musik, seni pertunjukan, dan software. Potensi pasar industri kreatif di Indonesia amat besar. Nilai produk domestik bruto (PDB) industri kreatif tahun 2004 mencapai Rp 104,8 triliun atau 5,7 persen dari total PDB nasional. Industri kreatif menduduki posisi ke 7 dari 10 sektor usaha penyumbang PDB terbesar.

Menurut Achmad, meski prospeknya besar, banyak kendala yang membuat industri kreatif memiliki risiko tinggi di mata perbankan, antara lain sifat produk yang tidak riil, belum ada data dasar tentang bentuk pembiayaan ekonomi kreatif secara nasional, serta harga jual dan mutu produk banyak yang belum terstandardisasi.

Untuk itu, kata Achmad, diperlukan penyempurnaan skim KUR, antara lain perlu rekomendasi dari departemen atau asosiasi yang membina pelaku ekonomi kreatif. Selain itu, bekerja sama dengan pemain utama industri ekonomi kreatif guna membiayai mitra atau rekanannya.

Sekretaris Perusahaan BRI Hartono Sukiman mengatakan, saat ini mulai dari kantor wilayah sampai unit BRI di desa-desa sedang menginventarisasi produk-produk kreatif yang perlu pembiayaan dan potensinya.

Presiden Direktur PT Buatan Guna Indonesia Vitex Grandis, pelaku industri kreatif di Bandung, pesimistis terhadap pembiayaan dari perbankan. Perbankan cenderung menilai dari ketersediaan agunan, bukan proposal industri kreatif. Padahal, industri kreatif seperti distro biasanya hanya beride besar. Kepastian nilai transaksi penjualan sulit diukur karena kekuatannya pada kreativitas desain, bukan manajemen tata kelola keuangan. (FAJ/OSA)

Sumber

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ADI — Mohon dikirim ke saya alamat kantor pusat dan email PT.Gozco Planataion, Tbk TQ
  • wrermibre — mortgage life insurance protection entrafund home mortgage what happens to a mortgage payment when someone dies http://usaquotes.us/home-improvement/hi_dn student loan deferrment ...
  • yulyanto — Sama-sama Bp/ Ibu..... Keep on track yach??.... tx-yy
  • yulyanto — Dear all, mohon buat rekan-rekan yang bermaksud menawarkan suatu produk di kuningan city agar menghubungi: PT ARAH SEJAHTERA (Agung Podomoro Group) as ...
  • yulyanto — I hope it's true mate!..
  • yulyanto — you're welcome rivka....
  • Wahyu — Tolong dijelaskan tentang perbedaan sistem akuntansi di konvensional dengan sistem akuntansi di syariah? sbmlnya trima ksih banyak
  • tata — hellow..kok ga da balesan ya dari positively pink bisa liat katalog sepatunya gag lewat fs ato fb mungkin cuz q ga bisa langsung ...
  • erwin — pak fatru, pak wildan, dan yang lainnya, untuk menghubungi pak yon, .... coba kontak May di 085263323647, dia pengurus kelompok tani ...
  • wildan — mohon bantuan informasi untuk bisa membeli bibit cabe kopay dimana? sudah tersediakah bibitnya di pulau jawa kl ada dimana saya ...