You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Tantangan Pedagang Keranjang Parsel

Tantangan Pedagang Keranjang Parsel

erwin — September 23, 2008 / 6:00 am

Omzet pedagang keranjang parsel terus menurun dalam tiga tahun terakhir ini. Bahkan tahun ini diperkirakan omzet menurun hingga 50-60 persen. Dua hal tantangan yang dihadapi pedagang adalah larangan mengirimkan parsel kepada pejabat serta menurunnya daya beli masyarakat.

Pedagang Keranjang Parsel Terus Merugi

Jakarta, Kompas - Larangan mengirimkan parsel kepada pejabat memengaruhi pendapatan pedagang keranjang atau kerangka parsel. Kondisi ini diperparah dengan menurunnya daya beli masyarakat sebagai efek dari kenaikan harga barang kebutuhan pokok. Omzet pedagang kerajinan ini menurun 50-60 persen.

Pedagang keranjang parsel di Jalan Semeru, Grogol, Jakarta Barat, dan Stasiun Cikini, Jakarta Pusat, Selasa (9/9), mengatakan, hingga memasuki minggu kedua puasa pemesanan keranjang parsel masih sepi. Jumlah pemesanan menurun dibandingkan dengna periode sama dua tahun terakhir. Jumlah transaksi produk dagangan ini berkurang drastis.

Sejauh pengamatan, pasar keranjang parsel Grogol dan Cikini hingga sore terlihat sepi. Sebagian kecil konsumen terlihat tawar-menawar harga. Namun, hanya satu atau dua orang yang terlihat melakukan transaksi.

”Sampai hari ini, pemesanan masih sepi. Dari tadi pagi, hanya satu atau dua orang yang membeli keranjang. Itu pun dalam jumlah satuan saja, bukan dalam partai besar,” kata Puput (29), yang beberapa tahun terakhir meneruskan usaha ibunya yang hampir 20 tahun lalu berdagang di tempat itu.

Sarjana jasa boga dari salah satu universitas di Jakarta ini mengatakan, kondisi sepi pembeli saat ini mulai dirasakan sejak menjelang Lebaran 2006 dan 2007 menyusul adanya larangan dari pemerintah mengirim parsel kepada pejabat. Namun, tahun ini kondisi makin parah akibat daya beli masyarakat menurun.

Hal senada dikatakan Herina (37), pedagang keranjang parsel di Grogol. Herina mengatakan, dua tahun terakhir pasar keranjang ini masih lebih baik dibandingkan dengan tahun ini. Meski menurun, pemesanan dalam partai besar pada saat menjelang dan pada awal puasa masih ada.

”Tetapi sekarang, boro-boro pesanan dalam partai besar. Sudah seminggu puasa saja, pesanan partai kecil saja belum ada,” ucap Herina.

50 persen

Sepinya pemesanan dan pembelian keranjang parsel ini membuat pedagang merugi. Omzet mereka turun mencapai 50 sampai 60 persen.

”Tahun lalu, omzet saya mencapai Rp 4 juta per hari. Mungkin tahun ini tinggal Rp 1,5 juta per hari,” kata Herina.

Lain dengan Puput yang pada tahun 2006 omzetnya Rp 10 juta per hari. Namun, tahun lalu omzetnya turun menjadi Rp 7,5 juta per hari. Dia memperkirakan, tahun ini omzetnya akan turun lagi sampai maksimal Rp 5 juta per hari.

Lani, pedagang di Cikini, mengatakan, omzet usahanya pada Lebaran tahun-tahun sebelumnya Rp 5 juta per hari. Tahun ini diperkirakan maksimal Rp 1,5 juta per hari. (PIN)

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ADI — Mohon dikirim ke saya alamat kantor pusat dan email PT.Gozco Planataion, Tbk TQ
  • wrermibre — mortgage life insurance protection entrafund home mortgage what happens to a mortgage payment when someone dies http://usaquotes.us/home-improvement/hi_dn student loan deferrment ...
  • yulyanto — Sama-sama Bp/ Ibu..... Keep on track yach??.... tx-yy
  • yulyanto — Dear all, mohon buat rekan-rekan yang bermaksud menawarkan suatu produk di kuningan city agar menghubungi: PT ARAH SEJAHTERA (Agung Podomoro Group) as ...
  • yulyanto — I hope it's true mate!..
  • yulyanto — you're welcome rivka....
  • Wahyu — Tolong dijelaskan tentang perbedaan sistem akuntansi di konvensional dengan sistem akuntansi di syariah? sbmlnya trima ksih banyak
  • tata — hellow..kok ga da balesan ya dari positively pink bisa liat katalog sepatunya gag lewat fs ato fb mungkin cuz q ga bisa langsung ...
  • erwin — pak fatru, pak wildan, dan yang lainnya, untuk menghubungi pak yon, .... coba kontak May di 085263323647, dia pengurus kelompok tani ...
  • wildan — mohon bantuan informasi untuk bisa membeli bibit cabe kopay dimana? sudah tersediakah bibitnya di pulau jawa kl ada dimana saya ...