You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Kendala Peralatan SMK

Kendala Peralatan SMK

erwin — September 25, 2008 / 6:00 am

Meskipun kebutuhan dunia usaha dan industri terhadap keahlian lulusan SMK cukup tinggi, khususnya yang berlatar belakang keteknikan dan teknologi, namun SMK masih dihadapkan pada kendala minimnya kuantitas dan kualitas peralatan yang sesuai standar dunia usaha dan industri.

Untungnya, peningkatan anggaran SMK 2009 dua kali lipat menjadi Rp 3,8 triliun akan difokuskan untuk pengadaan dan pembaruan sejumlah peralatan di SMK. Selain itu, kendala peralatan tersebut dapat disiasati dengan menggalang kerja sama SMK dengan industri. Hal ini dapat dilakukan dalam bentuk program CSR atau tanggung jawab sosial perusahaan.

Peralatan SMK Masih Minim

Kerja Sama dengan Industri Menjadi Alternatif Solusi  

Jakarta, Kompas - Peralatan untuk praktik siswa di sejumlah sekolah menengah kejuruan atau SMK masih minim. Selain jumlah peralatannya terbatas, peralatan yang tersedia juga sudah berumur tua sehingga tidak sesuai dengan standar industri atau dunia usaha.

Di SMK Negeri 29 Jakarta yang mengajarkan bidang keahlian perawatan pesawat terbang, misalnya, peralatan bagi siswa untuk mengetahui sistem kerja pesawat terbang sangat minim. Di sekolah itu hanya tersedia mesin pesawat DC-3 dan mesin pesawat tempur Harvard yang dipakai praktik siswa sejak tahun 1970-an, tetapi kini mesin pesawat sudah tidak berfungsi.

”Untuk pengenalan dasar-dasar teknis sebuah pesawat masih bisa dilakukan di sekolah. Tapi, tentu saja teknologinya sudah jauh ketinggalan dengan pesawat yang ada sekarang. Jadi, untuk kompetensi siswa sangat terbatas jika hanya mengandalkan peralatan yang ada di sekolah,” kata Wurdono, Kepala SMKN 29 Jakarta, Senin (8/9).

Terbatasnya kompetensi siswa SMK penerbangan ini kontras dengan meningkatnya permintaan teknisi penerbangan di dalam negeri. Dalam tiga tahun ke depan, Garuda Maitenance Facility membutuhkan sekitar 3.000 teknisi.

Keterbatasan peralatan juga dialami SMKN 1 Bojong Picung, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Di sekolah kejuruan bidang pertanian ini belum tersedia peralatan dan laboratorium kultur jaringan.

Padahal, laboratorium itu dibutuhkan untuk bisa menguji mutu benih dan daya tumbuh kecambah sebelum tanaman diujicobakan ke lapangan. Untuk bisa praktik kultur jaringan, siswa SMK dengan bidang keahlian teknologi benih tersebut secara rutin terpaksa mendatangi balai pertanian yang ada di Cianjur.

”Kami terbantu dengan izin magang harian yang diberikan balai pertanian di sini. Dengan anggaran yang terbatas, kami sedang mencari-cari peralatan untuk laboratorium kultur jaringan yang sesuai standar industri, tapi harganya terjangkau,” kata Iwan Ridwansyah, Kepala SMKN 1 Bojong Picung, Kabupaten Cianjur.

Fasilitas komputer yang tersedia di sekolah itu juga masih minim. Sebanyak enam komputer yang sudah terkoneksi internet digunakan secara bergilir oleh 520 siswa.

Di SMK Bina Siswa Jakarta, siswa yang mempelajari keahlian elektronika terpaksa bergiliran menggunakan alat seperti bor duduk dan aschiloskop (alat pengukur sinyal gelombang) karena jumlahnya hanya satu unit. Guna menghemat biaya praktik, siswa menggunakan komponen kapasitor bekas kakak kelas mereka.

”Kompetensi siswa untuk merakit elektronika digital yang saat ini berkembang, menjadi sangat terbatas,” kata Dwi Pujiono, guru SMK Bina Siswa.

Kondisi peralatan di SMK yang minim ini sejalan dengan kajian yang dilakukan Direktorat Pembinaan SMK Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) Tahun 2008. Peningkatan kompetensi lulusan SMK serta tercapainya link and match dengan kebutuhan dunia usaha dan industri bisa dicapai dengan menyediakan peralatan bengkel yang memadai serta praktik dan kualitas para pengajar bidang produktif yang sesuai standar.

Fokus peralatan

Direktur Pembinaan SMK Depdiknas Joko Sutrisno mengatakan bahwa keterbatasan peralatan yang belum memenuhi standar tersebut menjadi salah satu kendala untuk meningkatkan kualitas SMK. Oleh karena itu, peningkatan anggaran SMK pada 2009 yang naik dua kali lipat menjadi Rp 3,8 triliun akan difokuskan untuk pengadaan dan pembaruan sejumlah peralatan di SMK.

”Sebanyak 5.000 SMK negeri dan swasta akan mendapat kucuran dana subsidi pengadaan dan pembaruan peralatan,” kata Joko.

Marlock, Koordinator Lapangan Forum Peduli Pendidikan Pelatihan Menengah Kejuruan Indonesia, mengatakan, keterbatasan pemerintah dan sekolah menyediakan peralatan terkini itu bisa disiasati dengan menggalang kerja sama SMK-industri.

”Mengajak perusahaan untuk mau menerima magang siswa sebagai salah satu bentuk tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, bisa mendukung peningkatan mutu SMK,” kata Mar- lock. (ELN)

Sumber

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.

  1. agus rofik w

    apa syarat smk yang akan mendapatkan bantuan peralatan dan bagaimana caranya.DiSMK tempat saya siswanya cukup besar sekitar 3000 siswa dengan peralatan yang minim sekali dan belum pernah tersentuh bantuan-bantuan dari pemerintah.SMK TARUNA BHAKTI KERTOSONO _ NGANJUK-JATIM. Trims.

    October 8th, 2008 at 9:12 am

  2. dodo suhanda

    pemerintah (Depdiknas) menerapkan salahsatu persyartana terhdap calon kepala sekolah harus lulus tes entrepeneur (kewirausahaan) agar supaya cakep lebih agresip mencari idustri mitra keraja.

    October 14th, 2008 at 10:14 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • ADI — Mohon dikirim ke saya alamat kantor pusat dan email PT.Gozco Planataion, Tbk TQ
  • wrermibre — mortgage life insurance protection entrafund home mortgage what happens to a mortgage payment when someone dies http://usaquotes.us/home-improvement/hi_dn student loan deferrment ...
  • yulyanto — Sama-sama Bp/ Ibu..... Keep on track yach??.... tx-yy
  • yulyanto — Dear all, mohon buat rekan-rekan yang bermaksud menawarkan suatu produk di kuningan city agar menghubungi: PT ARAH SEJAHTERA (Agung Podomoro Group) as ...
  • yulyanto — I hope it's true mate!..
  • yulyanto — you're welcome rivka....
  • Wahyu — Tolong dijelaskan tentang perbedaan sistem akuntansi di konvensional dengan sistem akuntansi di syariah? sbmlnya trima ksih banyak
  • tata — hellow..kok ga da balesan ya dari positively pink bisa liat katalog sepatunya gag lewat fs ato fb mungkin cuz q ga bisa langsung ...
  • erwin — pak fatru, pak wildan, dan yang lainnya, untuk menghubungi pak yon, .... coba kontak May di 085263323647, dia pengurus kelompok tani ...
  • wildan — mohon bantuan informasi untuk bisa membeli bibit cabe kopay dimana? sudah tersediakah bibitnya di pulau jawa kl ada dimana saya ...