You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Bordir Jawa Barat Diborong Pembeli Malaysia

Bordir Jawa Barat Diborong Pembeli Malaysia

erwin — October 10, 2008 / 7:51 pm

Mukena bordir dari berbagai industri rumahan di Jawa Barat, seperti di Tasikmalaya dan Sukabumi, kebanjiran pembeli dari Malaysia saat hari raya Idul Fitri. Dari Kuala Lumpur, mukena bordir itu didistribusikan lagi ke Singapura, Thailand, Kamboja, dan Brunei Darussalam. 

Meraup Rezeki dari Bordir dan Rajut

  Para pekerja sibuk mengemas mukena-mukena ke dalam plastik. Mukena-mukena itu tak lagi putih polos. Di ujung-ujungnya terdapat hiasan berbagai motif sulur warna-warni yang terangkai indah.

Sambil mengemas mukena ke dalam plastik, para pekerja sesekali mengamati motif-motif bordir yang menghiasi ujung mukena untuk memastikan kerapian hiasan-hiasan itu. Di rumah belakang, para pekerja lainnya mengecek kerja mesin-mesin bordir yang tersambung dengan komputer sambil sesekali membetulkan letak mata jahit yang kurang pas.

Aktivitas di tempat usaha milik Haji Asep (35) itu makin sibuk menjelang siang. Menjelang Idul Fitri 2008, pekan lalu, permintaan mukena bordir kepada Asep meningkat tajam, dari per bulan 100 kodi menjadi 150 kodi lebih. ”Dalam tiga bulan ini saya harus memenuhi pesanan 500 kodi untuk dikirim ke Kuala Lumpur (Malaysia),” ujar Asep.

Hasil tangan perajin

Dari Kuala Lumpur, mukena bordir buatan kelompok usaha yang dipimpin Asep itu didistribusikan lagi ke Singapura, Thailand, Kamboja, dan Brunei Darussalam. Dalam tiga tahun terakhir kelompok usaha bordir milik Asep, dengan 500 perajin, memang terus menggeliat. Pasalnya, bordir yang ditawarkan kepada pembeli tak hanya bordir produk mesin otomatis yang dikendalikan komputer, tetapi juga oleh mesin yang dioperasikan tangan-tangan perajin.

”Sebagian besar bordir produk kami memang dikerjakan oleh perajin, bukan yang menggunakan komputer. Hasilnya lebih bagus dan modelnya fleksibel kendati harganya jauh lebih mahal,” kata Asep.

Mukena hasil bordir otomatis dijual dengan harga Rp 90.000. Namun, bordir dari mesin yang diatur oleh tangan perajin bisa dijual hingga Rp 300.000 per buah. Selisih harga yang mencapai lebih dari Rp 200.000 merupakan penghargaan terhadap buah karya tangan-tangan terampil perajin bordir.

Signifikansi kenaikan omzet juga dialami industri rumahan peci rajut di Kecamatan Kebonpedes, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. Tiga bulan menjelang Idul Fitri tahun ini, 180 perajin peci rajut yang dipimpin Iis Sumartini mendapat pesanan sebanyak 28.000 buah, mayoritas juga dari Kuala Lumpur.

”Karena kerajinan peci rajut ini hanya bisa dikerjakan dengan tangan, kami hanya bisa memenuhi pesanan sebanyak 12.800 buah,” kata Iis.

Perajin bordir dan peci rajut adalah sebagian warga yang meraup rezeki tambahan saat Ramadhan dan Idul Fitri. (Agustinus Handoko/ADH)

Sumber

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • endrian — selamat siang saya endrian saya lagi membuka usaha ondedil baru dan bekas otomotif. tolong minta kontak person di Pt kopinkra ...
  • afriyan_Batam Island — salam kenal. wah, saya sangat tertarik dengan ceritanya. jujur, bagus banget untuk membuka usaha bertani cebe. dari pada kita harus bekerja di ...
  • ari — apakah kita bisa sling tukar pengalaman dan menjadi rekan bisnis?kunjungi blog saya ari-craft.blogspot.com
  • Yanti — Saya sdh menjadi agen di daerah sy (Indonesia Timur). Dan menjadi berkah bagi keluarga kami. Trimakasih Bu Indah dan ...
  • dede arif — minta tips buat bikin sepatu lukis please...?? cat ap yg bagus buat sepatu lukis...??
  • teti — dimana saya bisa mendapatkan warung rumah dengan cara mencicil?
  • christian adi — salah satu alasan kenapa bangsa Indonesia tidak maju adalah karena masih terjebak dalam mental inlander sebagai bangsa yang terjajah, masih ...
  • sandrar — Hi! I was surfing and found your blog post... nice! I love your blog. :) Cheers! Sandra. R.
  • sutanto — kalo pengen menghubungi ibu dwi lestari gimn caranya ya?
  • Habib — saya kemarin sudah pernah k t4 pak ratijo dan sudah bertanya". sekarangpun saya sudah mulai mencoba untuk budidaya jamur yg ...