You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Anggaran Kewirausahaan di PTN-PTS
Hendarman, Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional, mengatakan data pengangguran terdidik di Indonesia menunjukkan semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin rendah kemandirian dan semangat kewirausahaannya.
Saya tidak tahu apakah data ini relevan juga dengan di negara-negara lain, tapi ini jelas mengkhawatirkan.
Untuk itu, kata Hendarman, pemerintah akan semakin menggalakkan pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship di perguruan tinggi negeri atau PTN dan perguruan tinggi swasta agar lulusan perguruan tinggi mampu mandiri. Pada tahun 2009, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 37 miliar untuk menjalankan pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa.
Antonius Tanan, Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurship Center, mengatakan, pendidikan kewirausahaan untuk mahasiswa harus sampai pada tahap mereka mengalami sendiri. Oleh karena itu, pendidikan kewirausahaan ini perlu didampingi dengan orang-orang yang berpengalaman sebagai wirausaha.
”Pendidikan kewirausahaan di kampus ini tidak lagi berhenti pada teori-teori, tetapi harus tahu bagaimana cara menjalankan kewirausahaan, dan mengalami sendiri menjadi wirausahawan,” kata Antonius.
Hendri Utama, alumnus Fakultas Hukum UGM, mengatakan bahwa pendidikan kewirausahaan yang diikutinya di kampus setahun lalu memicu keberanian untuk memulai usaha. Kini usahanya di bidang sportainment dan makanan berkembang pesat.
Kewirausahaan Digalakkan di PTN-PTS
Sebagai Solusi Banyaknya Lulusan PT yang Menganggur
Jakarta, Kompas - Pendidikan kewirausahaan atau entrepreneurship akan semakin digalakkan di perguruan tinggi negeri atau PTN dan perguruan tinggi swasta agar lulusan perguruan tinggi mampu mandiri. Pada tahun 2009, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp 37 miliar untuk menjalankan pendidikan kewirausahaan bagi mahasiswa.
Hendarman, Direktur Kelembagaan Pendidikan Tinggi Departemen Pendidikan Nasional di Jakarta, Senin (10/11), menjelaskan, pendidikan kewirausahaan di perguruan tinggi ini diharapkan bisa menyiapkan mahasiswa untuk berani mandiri, tidak lagi terfokus menjadi pencari kerja.
”Apalagi data pengangguran terdidik di Indonesia menunjukkan, semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin rendah kemandirian dan semangat kewirausahaannya,” kata Hendarman.
Data dari Badan Pusat Statistik soal jumlah penganggur menurut jenjang pendidikan tinggi selama kurun 2004-2007 menunjukkan, pengangguran sarjana mencapai lebih dari 50 persen jika dibandingkan dengan pengangguran lulusan diploma I/II dan akademi/diploma III. Lebih dari 80 persen sarjana memilih bekerja sebagai buruh atau karyawan, dan hanya sekitar 6 persen yang bekerja sendiri.
Menurut Hendarman, sekitar 1.500 dosen dari PTN dan PTS akan menjalani pendidikan kewirausahaan tahun depan. ”Para dosen ini perlu diperkaya wawasan dan pengalamannya dalam bidang kewirausahaan karena mereka akan menjadi fasilitator mahasiswa dalam menjalankan pendidikan kewirausahaan di kampus,” ujanya.
Selain itu, pemerintah mengalokasikan dana untuk pendidikan kewirausahaan masing-masing Rp 1 miliar untuk 12 kopertis dan masing-masing Rp 500 juta untuk 26 politeknik negeri. Adapun enam universitas yang masuk worldclass university, seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Universitas Indonesia, Universitas Airlangga, Institut Pertanian Bogor, dan Universitas Diponegoro, mendapat anggaran masing-masing Rp 2 miliar.
Antonius Tanan, Presiden Universitas Ciputra Entrepreneurship Center, mengatakan, pendidikan kewirausahaan untuk mahasiswa harus sampai pada tahap mereka mengalami sendiri. Oleh karena itu, pendidikan kewirausahaan ini perlu didampingi dengan orang-orang yang berpengalaman sebagai wirausaha.
”Pendidikan kewirausahaan di kampus ini tidak lagi berhenti pada teori-teori, tetapi harus tahu bagaimana cara menjalankan kewirausahaan, dan mengalami sendiri menjadi wirausahawan,” kata Antonius.
Hendri Utama, alumnus Fakultas Hukum UGM, mengatakan bahwa pendidikan kewirausahaan yang diikutinya di kampus setahun lalu memicu keberanian untuk memulai usaha. Kini usahanya di bidang sportainment dan makanan berkembang pesat. (ELN)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi Ada 4 komentar untuk artikel ini.
Dra.A.onik kartika, M.Pd
setuju, pemahaman dan implementasi kewirausahaan
lebih ditekankan pada kegiatan praktek mendirikan suatu usaha, bersinergi dengan UKM-ekonomi kerakyatan sbg landasan ekonomi akar rumput.harapan ke depan gulirkan dana pembinaan pula untuk sekolah sekolah menengah kejuruan untuk praktek kewirausahaan, tidak hanya PT.
November 16th, 2008 at 12:03 pm
Ir. Iskandar Joesoef, SE., MM.
saya setuju banget, tapi untuk sampai pada tahap mengalami sendiri bagi mhs PTS membutuhkan dana untuk memodali mhs tsb. memulai usahanya. kalau tidak ada anggaran untuk itu rasanya sulit merealisasikan kewirausahaan sampai pada tahap mengalami sendiri. mudah-mudahan angin segar ini nyampe ke PTS-PTS ya pa. makasih.
December 11th, 2008 at 3:17 pm
Agung Winarno
Yang saya ketahui sudah cukup banyak PTN yang melakukan tawaran kepada mahasiswanya untuk didanai menjadi wirausaha, dan banyak pula mahasiswa yang memanfaatkan dana itu, akan tetapi karena tidak dirancang dengan pembinaan yang berdimensi jangka panjang, maka ada beberapa mahasiswa yang sekedar iseng untuk mengajukan proposal, setelah disetujui dan dana direalisai ya sudahlah…..(mahasiswa ada yang mengaku yang penting dapat sisa uang dari kegiatan itu) jadi gagasan sebuah Perguruan Tinggi yang mendidik sekaligus “menuntun” sampai benar-benar menjadi usahawan sangatlah perlu mendapat dukungan.
January 9th, 2009 at 9:26 am
roma hudi fitrianto
saya tidak tahu bagaimana pendistribusian dana itu. namun perlu di garis bawahi bahwa ada banyak sekali kampus kecil yang sebenarnya berpotensi saya namun malah tidak tersentuh. untuk menghindari dengan apa yang di sampaikan oleh mas agung winarno. semoga dana itu terdistribusi dengan baik.
saya dari PTS yang masih kecil, semoga kampus saya pun turut menikmati “kemewahan” kuliah berbasis entrepreneurship.
February 12th, 2009 at 10:33 am