You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Harga Menurun, Daya Beli Meningkat
Dua hal yang mungkin sangat diharapkan pengusaha terjadi pada 2009 ini, di tengah efek krisis global yang masih berlangsung, adalah penurunan biaya produksi yang diikuti penurunan harga, serta meningkatnya daya beli konsumen.
Penurunan harga bahan bakar minyak dan keringanan tarif listrik untuk industri besar akan mengurangi biaya produksi sehingga harga jual barang dan jasa bisa diturunkan. Harga produk yang lebih terjangkau itu diharapkan memperkuat daya beli.
Bagi produsen, kombinasi penurunan harga BBM dan keringanan tarif listrik akan menurunkan biaya produksi karena berkurangnya biaya distribusi dan biaya bahan baku.
Di sisi lain, bagi konsumen, penurunan harga BBM juga diyakini akan menaikkan daya beli. Hal ini terjadi karena pengeluaran konsumen untuk biaya BBM berkurang. Daya beli konsumen juga meningkat karena penurunan harga produk-produk kebutuhannya.
Penurunan Tarif Dorong Daya Beli
DKI Ajukan Rencana Penurunan Tarif Angkutan
Jakarta, Kompas - Penurunan harga bahan bakar minyak dan keringanan tarif listrik untuk industri besar akan mengurangi biaya produksi sehingga harga jual barang dan jasa bisa diturunkan. Harga produk yang lebih terjangkau itu diharapkan memperkuat daya beli.
”Harga jual produk sudah pasti turun meski besar penurunannya akan bervariasi, karena kontribusi listrik dan BBM pada masing- masing subsektor berbeda. Industri hulu kimia seperti baja misalnya akan lebih tertolong dengan keringanan tarif listrik karena penggunaan listrik pada industri ini paling besar,” ujar Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Perdagangan, Distribusi, dan Logistik Benny Soetrisno, Senin (12/1) di Jakarta.
Bagi produsen, kombinasi penurunan harga BBM dan keringanan tarif listrik akan menurunkan biaya produksi karena berkurangnya biaya distribusi dan biaya bahan baku.
Di sisi lain, bagi konsumen, penurunan harga BBM juga diyakini akan menaikkan daya beli. Hal ini terjadi karena pengeluaran konsumen untuk biaya BBM berkurang. Daya beli konsumen juga meningkat karena penurunan harga produk-produk kebutuhannya.
Kadin meyakini, penurunan harga BBM serta stimulus fiskal yang digunakan untuk menambah subsidi listrik akan lebih efektif dibanding stimulus pajak pertambahan nilai yang ditanggung pemerintah (PPN-DTP) dan bea masuk yang ditanggung pemerintah (BM-DTP).
”Stimulus berupa PPN-DTP dan BM-DTP tidak bisa menolong semua sektor usaha berpotensi menimbulkan moral hazard di lapangan. Sebaliknya, manfaat penurunan harga BBM dan keringanan tarif listrik lebih merata bagi semua kalangan, baik produsen maupun konsumen,” ujar Benny.
Tarif angkutan
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengajukan rencana penurunan tarif angkutan umum sebesar Rp 200 per penumpang kepada DPRD DKI Jakarta. Pemprov DKI mengusulkan sistem penyesuaian tarif yang otomatis guna menyesuaikan dengan fluktuasi harga BBM.
”Semua komponen penyusun tarif sudah jelas hingga sangat mudah menyusun matriks perhitungan tarif. Sistem naik-turun tarif seharusnya tidak perlu melalui perundingan rumit antara pemerintah dan Organda, serta persetujuan DPRD,” kata Gubernur DKI Jakarta Fauzi Bowo.
Menurut Fauzi, jika harga BBM jadi diturunkan lagi pada 15 Januari mendatang, usulan penurunan tarif yang sudah dikirimkan ke DPRD DKI Jakarta harus direvisi lagi. Penurunan tarif seharusnya lebih banyak lagi karena harga premium sudah turun 25 persen sejak Mei 2008, saat harga BBM dan tarif angkutan umum dinaikkan.
Sekretaris Organda DKI Jakarta TR Panjaitan juga mengusulkan adanya sistem penyesuaian tarif otomatis. Namun, Organda menolak adanya penurunan tarif saat ini. Menurutnya, meskipun harga BBM turun, harga suku cadang sudah telanjur naik sampai 20 persen. Organda berniat mengonversi penurunan harga BBM dengan peningkatan pelayanan. (day/ECA)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.