You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Berkibar di Tengah Krisis
Ada beberapa kiat yang ditawarkan industri onderdil rakyat di Sukabumi agar berkibar di tengah krisis:
pertama, melakukan berbagai terobosan, misalnya mencari berbagai vendor yang memasok onderdil pada pabrikan besar. kedua, selain memelihara produksi di sektor otomotif, menggenjot produksi kerajinan nonotomotif. Ketika produksi onderdil turun, kinerja karyawan tidak terganggu karena mengerjakan pesanan lain. ketiga, memelihara kepercayaan konsumen dengan menjaga mutu.
Selain itu, menurut Prof Yamamoto, pelaku usaha kerajinan baja di Sukabumi memiliki banyak pengalaman, terutama karena mampu mengatasi dampak krisis ekonomi 1997. Keberhasilan mereka dipengaruhi, antara lain, pelaku usaha masih muda, memiliki pendidikan tinggi, dan warga asli Cibatu memahami sejarah kerajinan baja.
Keberhasilan pelaku usaha kerajinan baja mengatasi dampak krisis 1997 menjadi modal penting mencari terobosan saat krisis ekonomi global 2008. Terobosan menonjol yang rata-rata diambil pelaku usaha kerajinan baja Sukabumi memaksimalkan potensi pasar dalam negeri.
ONDERDIL RAKYAT
Makin Berkibar di Tengah Badai Krisis
Dentang keras terdengar setiap kali beban pemberat mesin pres menimpa potongan baja. Suara itu seolah denyut nadi kehidupan perajin onderdil sepeda motor di Sukabumi, Jawa Barat, saat banyak usaha kecil lain gulung tikar terkena imbas krisis.
Aktivitas di sentra kerajinan baja Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, makin ramai, seperti tampak pada hari Sabtu (21/2), karena pesanan dari pabrikan sepeda motor dan vendor bertambah. Koperasi Industri Kerajinan Rakyat (Kopinkra) Karya Pusaka, yang membuka bengkel di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Cibatu, rata-rata memenuhi pesanan onderdil sebanyak 50.000 buah per jenis pada tahun 2009, atau naik 100 persen dari pesanan tahun 2008.
”Karya Pusaka mengerjakan pesanan dari PT Astra Honda Motor (AHM) dan beberapa vendor,” kata Manajer Kopinkra Karya Pusaka Bambang Sutara. Karya Pusaka, yang merupakan satu dari 240 vendor PT AHM di Indonesia, tahun ini memproduksi 14 jenis onderdil. Kenaikan pesanan membuat omzet penjualan naik dari Rp 70 juta menjadi Rp 160 juta per bulan.
Onderdil sepeda motor juga dikerjakan PT Barkah Jaya Mandiri (BJM) yang memiliki bengkel di Sentra Industri Kecil Sukabumi (Sentris) Cibatu. PT BJM mengerjakan pesanan dari vendor-vendor pabrikan sepeda motor Yamaha.
PT BJM pernah terpuruk terkena badai krisis. Pesanan onderdil turun pada Desember 2008 hingga Februari 2009. ”Hingga November 2008, pesanan satu jenis onderdil antara 30.000 buah hingga 50.000 buah per bulan,” kata Direktur Utama BJM Yayat Sudrajat.
Sejak Desember 2008 hingga Februari 2009, pesanan onderdil yang semula 50.000 buah per bulan turun menjadi 14.000 buah, sedangkan pesanan yang semula 30.000 buah per bulan turun menjadi 7.000 per bulan. ”Sekarang, pesanan untuk Maret dan April sudah meningkat lagi seperti semula,” kata Yayat.
BJM mengerjakan 20 jenis onderdil (suku cadang) dari vendor. Pesanan dari pabrikan Yamaha ke vendor, menurut Yayat, tiga bulan ini memang agak lesu sehingga berpengaruh terhadap subvendor seperti BJM.
Kiat
BJM mampu bertahan dari krisis karena melakukan berbagai terobosan. ”Kami mencari vendor lain yang memasok onderdil kepada pabrikan Yamaha. Ada lagi dua vendor yang akan memesan kepada kami sehingga kini kami melayani enam vendor,” kata Yayat.
Selain memelihara produksi di sektor otomotif, BJM menggenjot produksi kerajinan nonotomotif. ”Ketika produksi onderdil turun, kinerja karyawan tidak terganggu karena mengerjakan pesanan lain,” kata Yayat.
Sekretaris Karya Pusaka Otin Saepudin mengatakan, kiat utama bertahan dari krisis adalah memelihara kepercayaan konsumen dengan menjaga mutu.
Prof Ikuro Yamamoto (et al) dalam Small and Medium Enterprises Growth Strategy and Cluster in Indonesia (2005: Pusat Studi Jepang, Universitas Indonesia, Depok), menyatakan, pelaku usaha kerajinan baja di Sukabumi memiliki banyak pengalaman, terutama karena mampu mengatasi dampak krisis ekonomi 1997.
Menurut Yamamoto, keberhasilan itu dipengaruhi, antara lain, pelaku usaha masih muda, memiliki pendidikan tinggi, dan warga asli Cibatu memahami sejarah kerajinan baja.
Keberhasilan pelaku usaha kerajinan baja mengatasi dampak krisis 1997 menjadi modal penting mencari terobosan saat krisis ekonomi global 2008. Terobosan menonjol yang rata-rata diambil pelaku usaha kerajinan baja Sukabumi memaksimalkan potensi pasar dalam negeri. (Agustinus Handoko)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Ada 2 komentar untuk artikel ini.
Herman
Selamat pagi,
saya Herman, perusahaan kami bergerak dibidang komponent dies & mould industri,..bisa saya minta alamat Pt. Kopinkra beserta nomor telepon yang dapat kami hubungi.
sebelumnya saya ucapkan terima kasih.
May 19th, 2009 at 7:22 am
endrian
selamat siang
saya endrian saya lagi membuka usaha ondedil baru dan bekas otomotif. tolong minta kontak person di Pt kopinkra dan BJM. toloong yaa
September 18th, 2009 at 10:42 am