You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Strategi Menghadapi Perubahan Prilaku Konsumen
Hasil survei Ipsos yang dilakukan bulan Februari terhadap 535 ibu rumah tangga menengah, dengan pengeluaran rata-rata sebesar Rp 3,5 juta per bulan, menunjukkan 70 persen konsumen memilih mengurangi pengeluaran. Mereka mengurangi pos tertentu sebesar 27 persen, mengurangi konsumsi 24 persen, berganti kemasan lebih kecil 19 persen, berganti merek yang lebih murah 13 persen, menunda pembelian 8 persen, dan berhenti membeli 5 persen. Pengeluaran yang paling banyak dipotong adalah belanja pakaian, makan di luar, uang saku, rekreasi, sepatu, listrik, produk kecantikan dan perawatan tubuh.
Ipsos mengajukan empat langkah pemasaran yang bisa dilakukan produsen menghadapi perubahan prilaku konsumen itu, di antaranya memberikan nilai tambah tanpa perlu memotong harga secara permanen.
Antisipasi Imbas Krisis, Ubah Strategi Pemasaran
Jakarta, Kompas - Perubahan perilaku konsumen dalam merespons dampak krisis keuangan global harus diantisipasi. Strategi pemasaran yang tepat akan menjaga pangsa pasar meskipun konsumen mengurangi belanja.
Managing Director Ipsos Indonesia Iwan Murty mengemukakan hal itu di Jakarta, Kamis (2/4). Ipsos adalah perusahaan survei yang fokus kepada perilaku belanja konsumen.
Ipsos melakukan survei respons konsumen apabila terimbas krisis ekonomi. Survei dilakukan bulan Februari terhadap 535 ibu rumah tangga menengah, dengan pengeluaran rata-rata sebesar Rp 3,5 juta per bulan.
Hasil survei menunjukkan, 70 persen konsumen memilih mengurangi pengeluaran. Mereka mengurangi pos tertentu sebesar 27 persen, mengurangi konsumsi 24 persen, berganti kemasan lebih kecil 19 persen, berganti merek yang lebih murah 13 persen, menunda pembelian 8 persen, dan berhenti membeli 5 persen.
Pengeluaran yang paling banyak dipotong adalah belanja pakaian, makan di luar, uang saku, rekreasi, sepatu, listrik, produk kecantikan dan perawatan tubuh. ”Selama pendapatan belum berkurang, mereka cenderung mengurangi pengeluaran kalau harga-harga naik,” ujarnya.
Kiat lain untuk menjaga arus kas, beberapa responden memilih mengurangi konsumsi beberapa barang rumah tangga yang biasa digunakan.
Dari hasil survei tersebut, Ipsos melihat ada sejumlah langkah pemasaran yang bisa dilakukan produsen. Pertama, memberikan nilai tambah tanpa perlu memotong harga secara permanen.
Iwan menjelaskan, produsen cenderung menurunkan harga. Namun, pengalaman beberapa perusahaan justru menunjukkan memotong harga serendah-rendahnya dapat menurunkan citra merek. ”Lebih baik produsen memberi promosi beli satu gratis satu atau menawarkan banded pack,” ujar Iwan.
Kedua, tetap beriklan. Pada umumnya, perusahaan berusaha mengurangi belanja iklan, padahal itu bisa mengurangi kepercayaan konsumen terhadap produk. Ketiga, mengubah citra sebagai produk yang lebih terjangkau, tanpa menurunkan citra produk.
Keempat, memonitor perubahan perilaku konsumen agar bisa menyesuaikan dengan pemasaran produk. Kelima, menjaga inovasi untuk mengikuti perubahan perilaku. (DOT)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.