You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Dunia Desain yang Terbuka

Dunia Desain yang Terbuka

erwin — June 11, 2009 / 8:01 pm

Dunia desain kini sudah terbuka.  Pasar dan masyarakat sudah membuka diri terhadap akulturasi antarbudaya dalam desain interior. Sebuah desain yang mengadopsi unsur-unsur kebudayaan tradisional Jawa, misalnya, bisa saja dipasarkan di Amerika atau negara lain. Begitu juga sebaliknya.

Para desainer interior pun berlomba memadukan motif dan pengetahuan tradisional dari beberapa tempat yang berbeda untuk menciptakan suatu karya baru yang bersifat universal. Misalnya memadukan ukiran dari tradisi Jawa Tengah dengan unsur-unsur kebudayaan Eropa.
Karena sifatnya yang sudah terbuka itulah, David Landart dari Carlin International, sebuah lembaga pembaca tren di Prancis, menasihati agar desainer dan produsen perlu mengetahui motif apa yang akan mempengaruhi tren global, misalnya musim panas yang akan datang. Pemahaman itu tak hanya di Indonesia, melainkan juga di semua negara di dunia agar produknya tak kalah bersaing di dunia internasional.
Saatnya Keluar dari Kepompong
Dunia desain interior sering disamakan dengan kepompong. Tertutup, bersifat kedaerahan, hanya berlaku dan dipasarkan di daerah-daerah tertentu. Itu dulu.
Kini dunia itu sudah mulai terbuka. Pasar dan masyarakat sudah membuka diri terhadap akulturasi antarbudaya dalam desain interior. Sebuah desain yang mengadopsi unsur-unsur kebudayaan tradisional Jawa, misalnya, bisa saja dipasarkan di Amerika atau negara lain. Begitu juga sebaliknya.
Sekarang para desainer interior berlomba memadukan motif dan pengetahuan tradisional dari beberapa tempat yang berbeda untuk menciptakan suatu karya baru yang bersifat universal. Misalnya memadukan ukiran dari tradisi Jawa Tengah dengan unsur-unsur kebudayaan Eropa.
David Landart dari Carlin International, sebuah lembaga pembaca tren di Prancis, mengatakan produk-produk tradisional dari berbagai daerah di Indonesia, seperti batik, saat ini sudah masuk ke Benua Amerika dan Eropa. “Memang jumlahnya masih sangat sedikit,” kata Landart dalam seminar “Membaca Trend Motif 2010″ di Jakarta, akhir Maret lalu.
Dengan demikian, menurut dia, desainer dan produsen perlu mengetahui motif apa yang akan mempengaruhi tren global musim panas yang akan datang di dunia. Tak hanya di Indonesia, melainkan juga di semua negara di dunia agar produknya tak kalah bersaing di dunia internasional.
Menurut Landart, tren global musim semi-musim panas 2010 akan dipengaruhi tiga hal, yakni lingkungan yang kompleks, bangkitnya kembali kepedulian etis, dan kesamaan budaya.
Kenyamanan dan ketenteraman yang diperoleh dari lingkungan sekitar memberikan inspirasi untuk sebuah desain dekoratif yang sederhana dan intuitif. Kaya akan unsur-unsur alam dan budaya tradisional. Dikerjakan dengan teknologi ramah lingkungan.
Tiga arsitek asal Polandia, Marcin Mostafa, Natalia Paskowska, dan Wojcieh, misalnya, membuat sebuah desain interior Polish Pavilion Project untuk Shanghai Universal Exhibition in 2010. Ketiganya melakukan pendekatan yang sama sekali baru dalam dunia interior.
Permainan cahaya dalam ruang melalui dekorasi rumit yang terinspirasi oleh kerajinan kertas potong tradisional. Dekorasi dengan material kayu disusun dan dibentuk sedemikian rupa, menyerupai model ukiran dari Jepara, Jawa Tengah.
Cahaya natural masuk menembus dinding melalui pola-pola potongan pada rangkaian kayu. Saat matahari tenggelam, sudut elevan datangnya sinar akan menghasilkan efek warna-warni yang halus pada cahaya dan ruangan.
Benang merahnya, desain interior klasik, yang selama beberapa tahun menjadi tren di Eropa dan Amerika, akan bergeser, menjauh dari kesan polos. Model klasik agak dipelintir dengan sentuhan acak, ketidaksempurnaan. Misalnya sebuah rak buku dipasang secara acak di dinding yang menunjukkan bentuk tak beraturan.
Warna-warna alam yang lembut juga diperkirakan akan banyak mempengaruhi mebel dan furnitur yang mengisi rumah. Misalnya kayu-kayu yang dicat pudar dan terkesan usang, “Untuk mendapatkan efek batu kapur yang lapuk,” kata Landart. ERWIN DARIYANTO

Sumber

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • endrian — selamat siang saya endrian saya lagi membuka usaha ondedil baru dan bekas otomotif. tolong minta kontak person di Pt kopinkra ...
  • afriyan_Batam Island — salam kenal. wah, saya sangat tertarik dengan ceritanya. jujur, bagus banget untuk membuka usaha bertani cebe. dari pada kita harus bekerja di ...
  • ari — apakah kita bisa sling tukar pengalaman dan menjadi rekan bisnis?kunjungi blog saya ari-craft.blogspot.com
  • Yanti — Saya sdh menjadi agen di daerah sy (Indonesia Timur). Dan menjadi berkah bagi keluarga kami. Trimakasih Bu Indah dan ...
  • dede arif — minta tips buat bikin sepatu lukis please...?? cat ap yg bagus buat sepatu lukis...??
  • teti — dimana saya bisa mendapatkan warung rumah dengan cara mencicil?
  • christian adi — salah satu alasan kenapa bangsa Indonesia tidak maju adalah karena masih terjebak dalam mental inlander sebagai bangsa yang terjajah, masih ...
  • sandrar — Hi! I was surfing and found your blog post... nice! I love your blog. :) Cheers! Sandra. R.
  • sutanto — kalo pengen menghubungi ibu dwi lestari gimn caranya ya?
  • Habib — saya kemarin sudah pernah k t4 pak ratijo dan sudah bertanya". sekarangpun saya sudah mulai mencoba untuk budidaya jamur yg ...