You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: UKM Harus Sadar Teknologi
Masalah yang dihadapi oleh UKM di negara-negara berkembang sebenarnya bukanlah karena ukurannya, tetapi lebih karena isolasi yang menghambat akses UKM kepada pasar, informasi, modal, keahlian, dan dukungan institusional. Hal itu diungkapkan Sandiaga S Uno.
UKM Masa Kini Sadar Teknologi
Masalah yang dihadapi oleh UKM di negara-negara berkembang sebenarnya bukanlah karena ukurannya, tetapi lebih karena isolasi yang menghambat akses UKM kepada pasar, informasi, modal, keahlian, dan dukungan institusional. Hal itu diungkapkan Sandiaga S Uno.
Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Usaha Mikro, Kecil, Menengah dan Koperasi, itu mengatakan beberapa hambatan utama yang dialami UKM, antara lain rendahnya kualitas SDM, kebanyakan UKM masih dikelola dengan tradisional yang disebabkan mahalnya mesin teknologi dan operasionalnya.
Seiring waktu, UKM hendaknya makin akrab dengan pemanfaatan internet sebagai sarana penunjang promosi dan pemasaran yang murah.
“Perlu menjadi contoh dan pembelajaran dari UKM di Kanada dengan IRAP-nya (Industrial Research Assistant Programs) yang membantu UKM dalam penguasaan teknologi,” katanya. Ia menambahkan, perlunya peran pemerintah untuk mendukung learning center untuk meningkatkan kualitas SDM.
Teknologi informasi (TI) yang berkembang sangat pesat datang dengan peluang-peluang baru yang dapat mengatasi sebagian masalah UKM.
Meskipun peluang yang dibawa oleh TI sangat besar, namun banyak penelitian yang telah dilakukan menunjukkan bahwa adopsi TI oleh UKM masih rendah dibandingkan dengan perusahaan-perusahaan besar. Menurut hasil studi lembaga riset AMI Partners, hanya 20 persen UKM di Indonesia yang memiliki komputer.
Kurangnya pemahaman peran strategis yang dapat dimainkan oleh TI terkait dengan pendekatan baru pemasaran, berinteraksi dengan konsumen, dan bahkan pengembangan produk dan layanan diduga sebagai sebab rendahnya adopsi TI oleh UKM di Indonesia. Berdasar survei yang dilakukan terhadap UKM di Yogyakarta, alasan UKM yang belum menggunakan komputer adalah karena tidak merasa butuh (82,2 persen), dukungan finansial yang terbatas (41,1 persen), dan karena tidak memiliki keahlian untuk menggunakan (4,1 persen).
Dari UKM yang telah mempunyai komputer, belum banyak yang menggunakannya untuk aktivitas strategis dan berorientasi eksternal. Data menyebutkan, sebanyak 68,9 persen UKM menggunakan komputer hanya untuk mengetik surat atau laporan, 66,67 persen untuk melakukan perhitungan, 34,5 persen untuk mengakses Internet, 43,7 persen untuk mendesain produk, 28,7 persen untuk menjalankan sistem informasi, dan 20,7 persen untuk melakukan pre sentasi. SDA
Sumber: Koran Tempo
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.