You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Ciputra, Jiwa Wirausaha bagi Indonesia Maju

Ciputra, Jiwa Wirausaha bagi Indonesia Maju

erwin — August 27, 2009 / 2:33 pm

Tanpa lelah Ciputra memotivasi semua orang, tua-muda, pemerintah-swasta, agar berwirausaha. Dia mendirikan berbagai sekolah dan tiga perguruan tinggi untuk mewujudkan cita-citanya, menelurkan jutaan wirausaha Indonesia. Ia meyakini, mereka yang memiliki jiwa wirausaha memiliki daya juang, inovasi, dan daya saing tinggi.

Dalam berbagai kesempatan, Ciputra mengatakan, suatu bangsa membutuhkan sedikitnya 2 persen dari jumlah penduduknya menjadi wirausaha agar menjadi negara maju.  Singapura, yang tidak lebih luas dari DKI Jakarta, punya 7,2 persen wirausaha. AS 2,14 persen wirausaha. Indonesia baru memiliki 0,1 persen wirausaha. Indonesia, kata Ciputra, butuh sedikitnya 4 juta wirausaha.

Jiwa Wirausaha bagi Indonesia Maju
Entrepreneurship harus terus dikembangkan karena tak akan ada habisnya. Akan terus ada peluang untuk entrepreneurship dalam mengubah kotoran menjadi emas,” ujar Ciputra dalam acara Hari Pendiri (Founder’s Day) Grup Ciputra di Jakarta, Senin (24/8). Suara Ciputra tetap prima walau telah mengikuti acara sepanjang hari.

Ditemani istrinya, Dian Sumeler, dan beberapa pucuk pimpinan Grup Ciputra, tokoh properti ini merayakan ulang tahun ke-78 bersama ratusan karyawan Grup Ciputra di kantor pemasaran Ciputra World di Kuningan, Jakarta.

Kesuksesan mengembangkan bisnis properti selama empat dekade tidak membuat Ciputra berpuas diri. Beberapa tahun terakhir ini, pendiri Grup Ciputra, yang memegang peran besar dalam Grup Jaya dan Metropolitan Development Group, ini berkeliling Indonesia menebarkan kewirausahaan.

Dalam satu kesempatan berbicara di depan ratusan orang dalam seminar yang diadakan Universitas Indonesia di Jakarta, Ciputra mengungkapkan, dia menjalani semua itu demi mencetak wirausaha andal.

Tanpa lelah Ciputra memotivasi semua orang, tua-muda, pemerintah-swasta, agar berwirausaha. Dia mendirikan berbagai sekolah dan tiga perguruan tinggi untuk mewujudkan cita-citanya, menelurkan jutaan wirausaha Indonesia. Ia meyakini, mereka yang memiliki jiwa wirausaha memiliki daya juang, inovasi, dan daya saing tinggi.

”Karena inovasi dalam kerangka entrepreneurship sangat penting untuk kemajuan,” katanya. Berkali-kali ia menekankan kata inovasi dalam orasinya.

Dalam berbagai kesempatan, Ciputra mengatakan, suatu bangsa membutuhkan sedikitnya 2 persen dari jumlah penduduknya menjadi wirausaha agar menjadi negara maju.

Singapura, yang tidak lebih luas dari DKI Jakarta, punya 7,2 persen wirausaha. AS 2,14 persen wirausaha. Indonesia baru memiliki 0,1 persen wirausaha. Indonesia, kata Ciputra, butuh sedikitnya 4 juta wirausaha.

”Jiwa entrepreneurship harus terus ditanamkan untuk survive dan menang dari kompetitor. Jangan berpuas diri. Kita punya juara olimpiade matematika dan lain-lain, tapi tidak maju karena kurang entrepreneur,” ujarnya.

Bill Gates kalah

Pak Ci, begitu panggilan akrabnya, menerima dua penghargaan dari pendiri Museum Rekor Dunia Indonesia (Muri) Jaya Suprana. Pertama, untuk prestasi meraih 42 penghargaan internasional dan domestik, dan, kedua, karena upayanya menyelenggarakan pelatihan kewirausahaan untuk 1.231 dosen.

Universitas Ciputra Entrepreneurship Center menyusun model pembelajaran kewirausahaan, berakar pada sukses Ciputra.

”Pak Ci sudah menerima 42 penghargaan. Bill Gates cuma menerima 12 penghargaan,” ujar Jaya Suprana.

Menurut Jaya, banyak pengusaha yang sukses seperti Ciputra. Namun, dalam hal kewibawaan di usaha properti, nama Ciputra tidak ada tandingan.

Ciputra menjadi begawan properti yang disegani kawan dan lawan. Hanya dengan keteguhan jiwa wirausaha Ciputra mampu mencapainya. Jiwa yang ingin diwariskan kepada semua anak negeri ini. (hamzirwan)

Sumber

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. christian adi

    salah satu alasan kenapa bangsa Indonesia tidak maju adalah karena masih terjebak dalam mental inlander sebagai bangsa yang terjajah, masih minder, rendah diri, dan inferior. akibatnya tidak punya keinginan untuk masju, bagi pak Ciputra salah satu faktor kesuksesannya antara lain karena, faktor seperti tulisannya Max Weber yaitu, Protestantism Ethic and The Spirit of Capitalism, dimana kebanyakan orang Protestan sukses dalam berdagang dan mengembangkan usaha

    September 13th, 2009 at 8:09 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • endrian — selamat siang saya endrian saya lagi membuka usaha ondedil baru dan bekas otomotif. tolong minta kontak person di Pt kopinkra ...
  • afriyan_Batam Island — salam kenal. wah, saya sangat tertarik dengan ceritanya. jujur, bagus banget untuk membuka usaha bertani cebe. dari pada kita harus bekerja di ...
  • ari — apakah kita bisa sling tukar pengalaman dan menjadi rekan bisnis?kunjungi blog saya ari-craft.blogspot.com
  • Yanti — Saya sdh menjadi agen di daerah sy (Indonesia Timur). Dan menjadi berkah bagi keluarga kami. Trimakasih Bu Indah dan ...
  • dede arif — minta tips buat bikin sepatu lukis please...?? cat ap yg bagus buat sepatu lukis...??
  • teti — dimana saya bisa mendapatkan warung rumah dengan cara mencicil?
  • christian adi — salah satu alasan kenapa bangsa Indonesia tidak maju adalah karena masih terjebak dalam mental inlander sebagai bangsa yang terjajah, masih ...
  • sandrar — Hi! I was surfing and found your blog post... nice! I love your blog. :) Cheers! Sandra. R.
  • sutanto — kalo pengen menghubungi ibu dwi lestari gimn caranya ya?
  • Habib — saya kemarin sudah pernah k t4 pak ratijo dan sudah bertanya". sekarangpun saya sudah mulai mencoba untuk budidaya jamur yg ...