You're here: My Business Blogging » Entrepreneur! » Article: Warung Ramah
Warung ramah adalah sepeda motor roda tiga yang dimodifikasi menjadi warung berjalan. Kendaraan bermotor itu menjadi sarana untuk berdagang kebutuhan pokok dan menjalankan usaha bengkel keliling. Disebut warung ramah karena warung berjalan ini dinilai ramah lingkungan. Kendaraan yang digunakan untuk warung ramah diproduksi di daerah Semarang, Jawa Tengah.
Menurut Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM Ichwan Asrin, warung ramah menjadi terobosan dari Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM untuk meningkatkan penghasilan pekerja kreatif lapangan.
Warung Ramah Jadi Terobosan
Yogyakarta, Kompas - Dana program kemitraan bina lingkungan badan usaha milik negara, seperti dari Jamsostek, diminati para pekerja kreatif lapangan. Dengan dana tersebut, mereka mengembangkan warung ramah.
Warung ramah adalah sepeda motor roda tiga yang dimodifikasi menjadi warung berjalan. Kendaraan bermotor itu menjadi sarana untuk berdagang kebutuhan pokok dan menjalankan usaha bengkel keliling. Disebut warung ramah karena warung berjalan ini dinilai ramah lingkungan.
Menurut Deputi Pemasaran dan Jaringan Usaha Kementerian Negara Urusan Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah (UKM), Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM Ichwan Asrin, warung ramah menjadi terobosan dari Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM untuk meningkatkan penghasilan pekerja kreatif lapangan.
Ichwan Asrin di sela-sela kegiatan Pasar Rakyat di Yogyakarta, Senin (7/9), menjelaskan, sejak tahun 2007, Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM telah meluncurkan 15 warung ramah di wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta. ”Namun, pengembangannya belum optimal,” kata Ichwan. Banyak peminat
Ichwan menjelaskan, 15 warung ramah yang diberikan sebagai bantuan sosial Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM itu total bernilai Rp 240 juta.
Bantuan itu diberikan kepada Koperasi Pedagang Sektor Informal (KPSI). Selanjutnya, KPSI diharapkan dapat mengembangkan warung ramah ini untuk para anggotanya.
Sekretaris KPSI Suratno Mohamad Amin menyatakan, setelah warung ramah diluncurkan, banyak masyarakat yang berminat memilikinya.
”Setelah digulirkan, ternyata banyak yang berminat dengan warung ramah. Sekarang lima kabupaten dan kota di wilayah DI Yogyakarta mengharapkan bantuan warung ramah. Kabupaten dan kota masing-masing butuh 25 unit. Harga 1 warung ramah sekitar Rp 20 juta,” katanya.
Warung ramah, lanjut Suratno, banyak dimanfaatkan para pekerja kreatif lapangan untuk usaha menjadi distributor kebutuhan pokok, warung keliling, dan ada juga yang mengembangkan menjadi jasa servis keliling.
”Bantuan ini memberikan penghasilan kepada pekerja kreatif lapangan rata-rata Rp 100.000 per hari,” tutur Suratno.
Dari penghasilan itu, kata Suratno, para pelaku usaha hanya mengangsur Rp 13.000 per hari untuk setiap unit warung ramah.
Kementerian Negara Urusan Koperasi dan UKM juga telah menyalurkan bantuan program warung ramah di daerah Cilacap, Jawa Tengah, yakni berupa 100 warung ramah.
Kendaraan yang digunakan untuk warung ramah diproduksi di daerah Semarang, Jawa Tengah. (OSA)
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
teti
dimana saya bisa mendapatkan warung rumah dengan cara mencicil?
September 13th, 2009 at 9:23 pm