Wirausaha Sejati

Banyak alasan pentingnya membangun wirausaha muda, selain karena alasan lapangan kerja yang ada tidak mampu lagi menampung lulusan perguruan tinggi yang jumlahnya jutaan setiap tahun. Namun, jika, seperti dikatakan pengusaha Ciputra, kita membutuhkan 4,4 juta wirausaha dari 400 ribu wirausaha sejati yang ada saat ini, tentu masalahnya jadi lain.

Salah satu sifat wirausaha sejati adalah dapat melahirkan wirausaha sukses lain selain dirinya. Sehingga, keberhasilan membangun wirausaha sejati, pada intinya juga keberhasilan mengembangkan kewirausahaan. Jadi pantaslah kita mempertanyakan sejauh ini sesungguhnya yang muncul apakah benar-benar wirausaha sejati atau wirausaha saja. Dan klaim pemerintah bahwa kita mempunyai 48 juta wirausaha juga patut dipertanyakan kembali.

Kegagalan mendidik wirausaha di perguruan tinggi, di antaranya, seperti kata Rhenald Khasali, adalah mata kuliah kewirausahaan diajarkan oleh dosen yang tidak mempunyai pengalaman kewirausahaan. Siswa hanya diajarkan membuat perencanaan bisnis, bukan bisnis riil.

Selain itu, kata Rhenald, ada kekeliruan dalam memahami wirausaha, yang digambarkan sebatas perdagangan; bagaimana mendapatkan modal, lokasi, dan punya produk untuk dijual. Padahal, tambah Rhenald, seharusnya juga bagaimana memproduksi sesuatu dan memiliki keberanian mengambil risiko.  Baca selengkapnya »

Nokia

Saya sedang membaca buku Nokia (terjemahan, terbitan Ufuk Press)  yang ditulis oleh Martti Häikiö, dosen senior di Universitas Helsinki.  Dr Häikiö diberi akses luas oleh pimpinan Nokia ke catatan personalia hingga dokumen-dokumen rahasia lainnya untuk keperluan penelitiannya dan ia mendapat independensi editorial.

Buku yang ada pada saya, menurut penulisnya, hanyalah ringkasan dari edisi aslinya setebal 975 halaman. Penulis sendiri menghabiskan waktu lebih dari lima tahun untuk mengejar sumber-sumber yang kebanyakan menjadi eksekutif Nokia dahulu dan saat ini. Baca selengkapnya »

Abon Ikan Nila

Peluang bisnis dari sektor pertanian/perikanan selalu terbuka lebar, baik dari hasil pertanian/perikanan itu sendiri, maupun dari pengolahan dasil pertanian/perikanan. Hasil pertanian/perikanan yang kurang kompetitif nilainya, membuka peluang untuk mendapatkan nilai lebih melalui pengolahan lebih lanjut sebagaimana yang dilakukan Komariah (36), yang hanya lulusan SD, berikut ini.

Cerita ibu Komariah ini membangun kesadaran bagi kita semua, bahwa jiwa kewirausahaan ada di mana-mana, di pelosok sekali pun, dan tak mengenal usia, dan bahkan pendidikan. Ada dorongan halus yang menggerakkan, dan ada semangat besar yang terus mempertahankan jiwa kewirausahaan tersebut. Apakah itu? Mungkin kejelian menangkap peluang atau ada penjelasan lain?

Baca selengkapnya »

Hendy Setiono

Hendy Setiono adalah model pengusaha muda kreatif yang berhasil dengan sederet penghargaan yang telah ia terima di usianya yang baru seperempat abad. Mengelola usaha dengan omzet Rp 4 miliar per bulan dalam usia tersebut mungkin sulit dalam bayangan banyak orang, apalagi jika dilakukan dengan usaha sendiri dan penuh risiko.

Tapi, inilah kisah yang dilakoni oleh seorang pengusaha muda. Kemungkinan anda berhasil lebih besar saat kekuatan dan kreatifitas anda sedang berada di puncak, tentunya tak lepas dengan keberuntungan yang didukung kerja keras, serta, yang tak boleh dilupakan, kebijakan mengelola mimpi.

Soal keberanian mengambil risiko dan dukungan penuh dari keluarga,juga tak lepas dari cerita Hendy. Hal ini juga tak lepas dari keyakinan bahwa usaha yang dilakukan akan berhasil. Tanpa itu semua, rasanya cerita ini akan kembali menjadi mimpi.

Baca selengkapnya »

Mengapa belajar wirausaha itu perlu?

Pengamat kewirausahaan Rusman Hakim menuliskan beberapa alasan pentingnya belajar wirausaha bagi semua pihak, mulai dari karyawan level rendah hingga mereka yang berada di posisi tinggi dan strategis, bagi yang masih menganggur atau masih kuliah. Baca selengkapnya »

Ancaman Usaha Furnitur

Usaha furnitur menghadapi dua ancaman yang juga dialami sektor lain, yaitu menurunnya daya beli masyarakat dan persaingan dari produk China. Untuk menghadapi daya beli yang menurun, pengusaha berkelit dengan menurunkan kualitas bahan yang dipakai, dari kayu jati kualitas satu-dua, menjadi kualitas tiga-empat. Dengan demikian mereka bisa menjual dengan lebih murah.

Namun, ancaman persaingan dari produk China lebih memusingkan mereka karena barang yang ditawarkan memiliki harga lebih murah serta modelnya lebih mengikuti tren. Baca selengkapnya »

Dari Agro Expo 2008

Pengusaha agrobisnis Bob Sadino mengatakan pertanian Indonesia tidak berkembang karena pengembangan teknik budidaya pertanian tidak diimbangi dengan pertumbuhan industri pengolahan berbasis pertanian. Padahal petani yang menanam tersedia dan pasar dari hasil pertanian besar. Akibat kondisi itu, petani menghadapi masalah yang sama dari masa ke masa, yaitu mereka tidak memiliki posisi tawar tinggi saat menjual.

Sementara menurut Menteri Pertanian Anton Apriyantono, sektor pertanian dituntut dan diandalkan kontribusinya dalam perekonomian nasional, antara lain dalam penyediaan bahan pangan, bahan baku industri, penyumbang devisa, serta penyediaan lapangan kerja, dan peningkatan pendapatan petani. Anton meminta pertanian tidak hanya bertumpu pada teknik budidaya, tetapi mengarah pada industri off farm agar dapat memberi nilai tambah. Baca selengkapnya »

Yon

Petani yang sukses mungkin syaratnya adalah petani yang gemar meneliti, seperti yang dilakukan oleh Syahrul Yondri (43), yang menemukan cabai merah keriting yang panjangnya sampai 35 cm pada tahun 2005. Penemuan itu adalah hasil sampingan, karena sebenarnya Yon–sapaan Syahrul–bermaksud menemukan cara untuk mengatasi virus kuning.

Dorongan untuk meneliti juga karena alasan yang memaksa: ia telah kelihangan uang puluhan juta dan gagal panen berulang kali. Ia menghabiskan waktu cukup panjang untuk penelitian itu, yaitu lima tahun, namun hasilnya sepadan, kalau tidak bisa dikatakan memuaskan. Baca selengkapnya »

Supriatin

Bisnis pertanian tak ada matinya, dan ini yang dibuktikan oleh Supriatin Budiman (58) yang sejak tahun 1999 membangun kebun stroberi Vin’s Berry Park di Desa Jambudipa, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat. Baca selengkapnya »

Batik Trusmi Terus Bersemi

Ini yang saya suka dari para perajin batik. Mereka tak pernah punah, hanya bermetamorfosis, setidaknya untuk para perajin batik Trusmi. Dari buruh meningkat jadi juragan, sungguh  sebuah pendidikan kewiausahaan yang berhasil.

Dari keterampilan yang berkembang dan diwariskan di keraton-keraton di Cirebon, perajin batik Trusmi kini menjadi sebuah industri yang khas. Industri batik yang dilakukan pengusaha batik dan para perajin rumahan ini didukung 35 showroom dan telah mendapatkan pembeli luar negeri dari Jepang. Baca selengkapnya »

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)