You're here: My Business Blogging » Entrepreneur!
Ekonomi yang melambat membuat konsumen kini mempertimbangkan lebih matang sebelum berbelanja. Mereka lebih memprioritaskan berbelanja kebutuhan dasar sehingga produsen harus bekerja ekstra keras agar produk mereka tetap laku. Untuk itu produsen harus terus berinovasi agar merek produk tetap diingat konsumen yang kian pragmatis.
Untuk mengatasi tantangan itu, produsen harus membuat inovasi pemasaran, di antaranya terhadap produk, relasi, harga, jasa, dan fase lainnya. Pemimpin Redaksi Swa Sembada Kemal Effendy Gani mengatakan, upaya pemilik dan pengelola perusahaan membangun merek sehingga tertancap dalam pikiran konsumen bukan pekerjaan mudah dan butuh waktu lama.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Pasar domestik masih potensial bagi industri mikro dan kecil untuk bertahan, bahkan berkembang, menghadapi krisis finansial global. Hal ini dibuktikan oleh industri rajut di kawasan Binongjati, Bandung, Jawa Barat, memfokuskan diri memenuhi pasar domestik.
Ketua Asosiasi Industri Rajutan Binongjati Suhaya Wondo mengatakan dampak krisis ekonomi global sempat memengaruhi aktivitas di Binongjati. Pada kondisi normal, produksi sekitar 400 perajin rajut Binongjati 3.000 lusin per hari. Saat datang krisis, produksi turun menjadi 2.500 lusin per hari. ”Sejak tiga bulan lalu, produksi di sentra rajut Binongjati telah mendekati titik normal. Potensi pasar lokal masih begitu besar untuk digarap. Kehadiran industri pakaian lokal, seperti distro, semakin mengenalkan produksi dalam negeri kepada masyarakat,” ujar Wondo.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Masyarakat kemungkinan besar meningkatkan konsumsi mereka dalam beberapa bulan mendatang. Sinyal peningkatan konsumsi itu terlihat dari hasil survei indeks keyakinan konsumen (IKK) yang dilakukan Bank Indonesia pada Juni 2009. Optimisme IKK meningkat karena masyarakat menilai, kondisi ekonomi saat ini dan ekspektasi ekonomi ke depan cenderung membaik.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Ratusan ribu generasi muda kini menggeluti industri kreatif. Mereka belajar ke luar negeri, lalu kembali ke Tanah Air dan mengaplikasikan ilmunya sebagai jalan hidup. Puluhan ribu wirausaha muda pun lahir dari industri kreatif yang mampu memicu efek domino untuk menyerap ratusan ribu tenaga kerja baru.
Industri kreatif tumbuh signifikan selama empat tahun terakhir. Departemen Perdagangan merilis data, industri kreatif nasional periode 2004-2008 berkontribusi rata-rata 6,3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB). Apabila dilihat dari sisi pelaku usaha kecil dan industri rumah tangga, kontribusi industri kreatif terhadap PDB mampu 8 persen per tahun selama empat tahun.
Di Indonesia, industri kreatif mampu menyerap sedikitnya 4,5 juta pekerja. Mereka bisa saja terdiri dari desainer, kartunis, perajin batik, ahli program komputer, ahli animasi, hingga media massa. Setiap saat mereka berkreasi untuk menghasilkan produk yang kini semakin dibutuhkan pasar.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Bisnis makanan sering dianggap sebagai bisnis yang bisa tahan terhadap terjangan badai krisis ekonomi global. Namun, untuk memilih bisnis makanan seperti apa yang bisa bertahan, membutuhkan kejelian dan kreativitas.
Salah satu bisnis makanan yang cukup kreatif adalah mengusung makanan internasional ke kelas kaki lima di pinggir jalan. Awalnya makanan yang banyak diusung adalah makanan Jepang dan Eropa, seperti bento dan sandwich. Kini, semakin hari tidak hanya menu makanannya saja yang beragam, tetapi juga kuliner dari berbagai macam negara mulai menjamur di Ibu Kota.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Tak pernah terpikirkan oleh Dwi Lestari (28) kalau acara piknik dengan pacarnya ke Cilacap, Jawa Tengah, ternyata berbuah manis. Di sana ia menyaksikan begitu banyak ikan pari. Di kepalanya langsung terlintas ide membuka usaha penyamakan kulit ikan pari untuk bahan baku kerajinan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Banyak faktor penyebab matinya pedagang kaki lima dan pedagang tradisional. Penyebab utamanya, harga jual yang tidak kompetitif dengan ritel modern.
Demi pedagang kecil, kata Wakil Ketua Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) Pudjianto, pemerintah harus memperpendek rantai distribusi barang dan membina pedagang. Guna memperpendek rantai distribusi harus dibangun pusat perkulakan bagi pedagang.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Ketua Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (Apkasi) Hadi Sujono, yang juga Bupati Pacitan, mengatakan Rendahnya informasi, promosi, dan berbelit-belitnya perizinan, membuat iklim investasi di sejumlah daerah rendah.
Sementara Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Departemen Dalam Negeri Syamsul Arief Rifai menilai salah satu penghambat kemajuan ekonomi daerah adalah egoisme antardaerah. Hal ini membuat tidak ada keserasian dalam memanfaatkan sumber daya alam dan pengembangan wilayah.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Beberapa tahun ini industri batik di Jawa Tengah meningkat pesat karena tingginya minat pasar. Kabupaten dan kota yang pernah memiliki batik berupaya membangkitkannya kembali, sedangkan yang tak memiliki mencoba menciptakan. Sebanyak 30 kabupaten/kota, dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah, tahun ini sudah memiliki industri batik.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Sekitar 70 persen dari 750 usaha berbasis waralaba di Indonesia belum benar-benar memenuhi syarat sebagai waralaba. Oleh karena itu, masyarakat harus jeli memilih usaha berbasis waralaba yang dipilihnya.
Menurut Ketua Asosiasi Franchise Indonesia Anang Sukandar, Jumat (19/6) di Jakarta, banyak waralaba yang belum memenuhi kriteria, ”Yaitu, kesuksesan, unik, dan cabang yang konkret.”
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server