You're here: My Business Blogging » Kebebasan Finansial » Article: Jangan Mau Seumur Hidup Habis Waktu Di Jalan

Jangan Mau Seumur Hidup Habis Waktu Di Jalan

Roni Yuzirman — July 9, 2007 / 8:55 pm

Pernahkah anda hitung berapa jam waktu anda habis di jalan? Saya pernah. Tahun 2001 lalu, waktu mulai buka toko pertama di Tanah Abang, saya tinggal di Pondok Kelapa, Jakarta Timur. Buka toko setiap hari tanpa libur. Setiap hari saya habiskan waktu rata-rata 4 jam di jalan. Artinya, 28 jam seminggu, atau 112 jam sebulan atau 1344 jam setahun. 1344 dibagi 24 jam sama dengan 56 hari, dipotong libur hari raya 14 hari jadi 42 hari. Hampir satu setengah bulan dalam setahun waktu saya habis memegang lempar lembing alias gelantungan di bis. Kalau saya berdagang 10 tahun, berarti 14 bulan waktu saya habis di jalan. Wah, ngeri saya. Kondisi ini harus diubah, pikir saya.

Tahun 2002, saya dan istri memutuskan untuk pindah rumah di Slipi yang hanya 30 menit jaraknya dari Tanah Abang. Lumayan. Waktu yang bisa dihemat bisa digunakan untuk hal yang lain. Pagi-pagi bisa olah raga dulu, baca buku, dengar musik, nonton berita tv. Saya juga memutuskan untuk libur hari Minggu yang bisa kami gunakan untuk jalan-jalan, silaturahmi keluarga, sosial, pengajian dan lain-lain. Jadi, dari segi waktu kualitas hidup kami menjadi lebih baik, alhamdulillah.

Tidak puas sampai di situ, awal 2004 saya memulai bisnis di rumah via internet dan menutup 3 toko di Tanah Abang. Alasan utama sebenarnya karena nyaris bangkrut dan diusir dari Tanah Abang. Alasan lain, karena terprovokasi oleh bukunya Mark G. Nolan, Instant Cashflow. Asyik juga idenya. Di rumah saja tapi duit datang sendiri. Waktu yang habis di jalan menjadi nol!  Asyiik.. Jadi saya kembali ke kebiasaan saya semula, menjadi orang malas. Tapi malas dalam artian positif lho. Meskipun malas, tapi otak mikir terus. Mungkin lebih kerennya, work smart.

Menurut saya, duit hilang bisa dicari. Tapi waktu yang hilang terbuang tidak ada gantinya. Waktu berharga sekali. Priceless. Jadi, dengan waktu yang dihemat itu saya bisa melakukan hal lain yang saya suka. Baca buku, dengar musik jazz, olah raga, jalan-jalan, ikut pengajian, melukis, merawat tanaman, bersilaturahmi dengan keluarga, aktif di kegiatan sosial, dan sebagainya.

Saya iri dengan Aa Gym. Perusahaannya sudah belasan jumlahnya. Tapi dia tidak sibuk mengurusinya. Waktunya habis untuk dakwah dan ummat. Akhirat dapat, dunia pun tidak ketinggalan. Beliau adalah mentor saya, walaupun belum pernah bertatap muka langsung. Bagaimana caranya agar saya bisa mengikuti langkahnya?

(Saudaraku Valentino Dinsi, maaf ya, judul bukunya saya pinjam … )

Wassalam,

Roni,

www.roniyuzirman.com

Founder, Komunitas TDA www.tangandiatas.com

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Ada 3 komentar untuk artikel ini.

  1. Jennie

    Pak Roni, baru sadar Anda juga ada di sini. Thanks for your enlightening articles. I really enjoy them.

    July 11th, 2007 at 12:09 am

  2. RIZKI EKA PUTRA

    Tulisan bpk roni membuat saya sangat iri ! karena sekarg masih TDB dan waktu habis dijalan.
    Sebetulnya saya sudah coba buka toko dan itu bertahan selam 5 tahun! Dan itu dijalankan oleh istri saya dan saya tetap bekerja sebagai karyawan.

    Seth yg lalu toko ditutup karena setelah dievaluasi hasil yg didapt tdk menutupi! alias nyari hanya buat yg punya kontrakkan

    Tapi semenjak kenal TDA comunity sekrg saya sama istri sedang mempersiapkan usaha yg baru, dan mudah2an saya dapat mengikuti jejak bpk Roni

    mohon doa restu

    Rizki

    July 13th, 2007 at 3:01 am

  3. mellia

    gimana gabung dgn komunitas TDA?

    January 6th, 2008 at 6:59 am

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • shidick — di tunggu pendaftaraannya
  • fatru — ada yg bisa bantu kasih informasi dimana saya bisa membeli bibit cabe kopay dengan pak syahrul yondri.? trimaksih atas informasi nya
  • HERMANTO — KALAU MAU ADA BUNGA KRIAN POTONG DIDAERAH NONGKOJAJAR JAWA TIMUR, HArga murah dan terjangkau. hungungi 08125216358. saya tunggu looo......
  • aldi ardianto — mengapa bursa efek bisa naik ?
  • Dra.A.onik kartika, M.Pd — setuju, pemahaman dan implementasi kewirausahaan lebih ditekankan pada kegiatan praktek mendirikan suatu usaha, bersinergi dengan UKM-ekonomi kerakyatan sbg landasan ekonomi akar ...
  • agus triyatno — rempeyek emang mudah remuk. tapi salut buat warga sriharjo yang telah mensukseskan usaha rempeyek. maju terus dapatkan yang terbaik.agus penjual ...
  • bella — kalo mo pesen sepatu positively pink gmn??? sy domisili d Banjarmasin
  • romeo — Bandung, Kompas - Krisis finansial yang terjadi saat ini dapat menjadi peluang pemerintah. Indonesia memiliki usaha kecil dan menengah serta ...
  • Risa — Alhamdulillah,,ketekunan dan semangat Saudaraku Misbakhun membuat arah perubahan yang mendasar bagi hidupnya,,,sekali lagi selamat dan sukses. Araya,Puri palma
  • ghopink — wah jd semangd neh