You're here: My Business Blogging » Kebebasan Finansial » Article: Mengambil Risiko

Mengambil Risiko

Roni Yuzirman — January 6, 2008 / 7:24 pm

Sewaktu masih kecil, kita melompat ke kolam tidak peduli kita dapat berenang atau tidak.

Kita tidak kenal takut.

Jika tidak berenang kita akan tenggelam.

Sebelum usia tiga puluh, kita mengalami berbagai hal penting yang membentuk sisa hidup kita.

Yang pertama adalah:

Kita sadar akan diri kita sendiri dan pada pemikiran kita sendiri. Kita mencapai usia yang penuh pertimbangan.

Yang kedua adalah:

Dalam kematangan kita yang baru, kita mulai berpikir secara lebih dewasa.

Kita menjadi orang dewasa.

Kecerobohan dan risiko tidak sejalan dengan usia.

Risiko menjadi sesuatu yang harus dipertimbangkan masak-masak.

Tulisan di atas saya kutip dari buku Whatever You Think, Think The Opposite karya Paul Arden di halaman 36.

Tulisan itu “nendang” saya banget.

Saat ini saya cenderung hati-hati mengambil langkah dalam berbisnis. Pengalaman nyaris bangkrut di tahun 2003 itu masih menjadi momok buat saya. Bayangkan, hasil jerih payah selama 3 tahun itu habis dan saya harus memulainya lagi dari awal.

Meskipun akhirnya bisa bangkit dari keterpurukan itu, tapi sisa pengalaman pahit itu terus terang masih tertinggal dan menyisakan trauma yang sulit dihilangkan.

Saya menjadi lebih hati-hati dalam mengambil keputusan bisnis.

Jeleknya, pengambilan keputusan jadi lambat dan bahkan tidak diambil. Lewatlah peluang itu…

Saya selalu mengecek berulang-ulang kepada istri dalam setiap pengambilan keputusan. Padahal secara rasional, risiko itu tidaklah berbahaya. Tapi, ya itu tadi, sisa trauma itu sulit dihilangkan.

Nah, mumpung masih di awal tahun dan diingatkan lagi oleh buku itu, insya Allah tahun ini saya bertekad akan lebih banyak lagi mengambil risiko.

Satu lagi kutipan menarik dari Palu Arden: It’s not how good you are. It’s how good you want to be.

Salam FUUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Tulisan ini terkait dengan sebuah objek properti yang sedang saya timbang-timbang. Beli nggak, beli enggak, beli enggak. Tahun 2005 lalu saya pernah melewatkan sebuah peluang properti dahsyat yang saya sesali sampai sekarang.

NB 2: Selamat ya Pak Faif. Satu lagi prestasi telah ditorehkan oleh member TDA. Saya merasa bahagia dan bangga. Kalau dulu anda banyak mendapat inspirasi dari TDA, sekarang anda telah menjadi salah satu inspirator bagi kita semua. Silakan baca ceritanya Pak Faif di sini.

NB 3: Selamat juga kepada Bu Yulia dan Bu Widya, dua orang member TDA yang baru berkenalan saat halal bihalal kemarin dan sepakat mengikat janji dalam sebuah kerja sama bisnis. Selamat. Saya bangga. Ini adalah buah dari kebersamaan di TDA. Jargon TDA seperti “Silaturahmi Membawa Rezeki”, “Take Action Miracle Happen”, “Bersama Menebar Rahmat” telah terbukti. Begitu juga dengan cerita Pak Bambang di sini. I’m truly happy dengan semua perkembangan ini. Spirit TDA sudah menyebar ke mana-mana. Alhamdulillah.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • endrian — selamat siang saya endrian saya lagi membuka usaha ondedil baru dan bekas otomotif. tolong minta kontak person di Pt kopinkra ...
  • afriyan_Batam Island — salam kenal. wah, saya sangat tertarik dengan ceritanya. jujur, bagus banget untuk membuka usaha bertani cebe. dari pada kita harus bekerja di ...
  • ari — apakah kita bisa sling tukar pengalaman dan menjadi rekan bisnis?kunjungi blog saya ari-craft.blogspot.com
  • Yanti — Saya sdh menjadi agen di daerah sy (Indonesia Timur). Dan menjadi berkah bagi keluarga kami. Trimakasih Bu Indah dan ...
  • dede arif — minta tips buat bikin sepatu lukis please...?? cat ap yg bagus buat sepatu lukis...??
  • teti — dimana saya bisa mendapatkan warung rumah dengan cara mencicil?
  • christian adi — salah satu alasan kenapa bangsa Indonesia tidak maju adalah karena masih terjebak dalam mental inlander sebagai bangsa yang terjajah, masih ...
  • sandrar — Hi! I was surfing and found your blog post... nice! I love your blog. :) Cheers! Sandra. R.
  • sutanto — kalo pengen menghubungi ibu dwi lestari gimn caranya ya?
  • Habib — saya kemarin sudah pernah k t4 pak ratijo dan sudah bertanya". sekarangpun saya sudah mulai mencoba untuk budidaya jamur yg ...