You're here: My Business Blogging » Kebebasan Finansial » Article: Negotiate Everything!

Negotiate Everything!

Roni Yuzirman — January 16, 2008 / 5:47 pm

Secara alami, saya bukanlah seorang negosiator atau penawar yang gigih.

Saya tidak suka melakukan tawar menawar yang lama dan berbelit-belit. Saya lebih suka transaksi yang cepat selesai.

Tapi, karena saya menyadari bahwa negosiasi itu salah satu aspek penting dalam bisnis, maka saya pun mulai sering mempraktekkannya dengan serius.

Apalagi, Donald Trump dalam pesan awal tahunnya menyebutkan bahwa salah satu kunci sukses di tahun 2008 ini adalah negosiasi. “Learn to negotiate, because everything you want demands it”, katanya.

Sam Walton (founder Wal Mart) adalah seorang negosiator yang gigih. Dalam biografinya berjudul “Sam Walton, Made In America, My Story”, ia mengatakan bahwa satu sen pemborosan akan membebani pelanggan sekian dollar. Maka tak heran Wal Mart punya tag line “Everyday Low Prices”.Terus terang, saya belajar banyak soal tawar menawar ini dari para perempuan. Ibu saya, adik perempuan saya dan istri saya.

Mereka adalah para negosiator ulung. Lihat aja di pasar-pasar. Ibu-ibu adalah para penawar yang gigih. Saya sering heran melihat adik saya pulang dari pasar dan mendapatkan belanjaan dengan harga yang bikin geleng kepala.

Istri saya pun begitu. Ia adalah seorang penawar ulung juga.

Maklum, sejak kuliah di Jakarta ia membantu toko keluarganya di Palembang sebagai purchaser di Tanah Abang. Apalagi persaingan harga di Palembang itu sangat ketat. Maka ia pun harus mencari produk dengan harga semurah mungkin.

Alhamdulillah “warisan” ilmu itu dibawanya saat bersama saya mendirikan Manet. Jadi, soal tawar menawar saya serahkan ke istri saya. Dijamin sukses lah.

Hampir semua hal bisa dinegosiasikan. Bisa ditawar. Hasilnya sering membuat kita heran. Kok, bisa ya?

Kemarin, saya baru saja melakukan negosiasi dengan bankir saya. Iseng aja. Sebenarnya nggak dikasih juga nggak apa-apa. Eh, kok malah dikasih.

Saya pernah ada kejadian lucu dengan salah satu supplier saya yang kekurangan uang. Ia pun mengajukan pinjaman ke saya Rp. 50 juta. “Sebulan akan saya kembalikan dengan bunga 2,5%”, katanya. Itu senilai kira-kira Rp. 1, 25 juta.

“Saya nggak biasa membungakan uang”, kata saya.

“Sebaiknya order saya yang sedang diproses itu saya bayar lunas aja. Sebagai kompensasinya, saya minta diskon 3% aja”, jawab saya.

Karena kepepet, permintaan saya itu diluluskanya. Setelah dihitung-hitung penghematan yang saya dapatkan mencapai Rp. 4 jutaan. Satu unit PC saya dapatkan dari hasil negosiasi ini.

Terakhir, kemarin saya juga melakukan negosiasi harga dengan sahabat saya, Pak Iim yang baru saja memasang beberapa unit PC di kantor saya. Thanks ya bro…. hehe….

Salam FUUNtastic!

Wassalam,

Roni, Owner Manet Busana Muslim, Founder Komunitas TDA

NB: Wow, tinggal 40 seat lagi di Milad II TDA, kata Pak Faif, ketua Panitianya. So, bagi yang berminat, buruan ya. Sebelum kehabisan….

NB 2: Profil Pak Iim dan Pak Wuryanano ada di majalah DUIT! edisi terbaru. Jangan ketinggalan informasi. Segera dapatkan majalahnya.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • endrian — selamat siang saya endrian saya lagi membuka usaha ondedil baru dan bekas otomotif. tolong minta kontak person di Pt kopinkra ...
  • afriyan_Batam Island — salam kenal. wah, saya sangat tertarik dengan ceritanya. jujur, bagus banget untuk membuka usaha bertani cebe. dari pada kita harus bekerja di ...
  • ari — apakah kita bisa sling tukar pengalaman dan menjadi rekan bisnis?kunjungi blog saya ari-craft.blogspot.com
  • Yanti — Saya sdh menjadi agen di daerah sy (Indonesia Timur). Dan menjadi berkah bagi keluarga kami. Trimakasih Bu Indah dan ...
  • dede arif — minta tips buat bikin sepatu lukis please...?? cat ap yg bagus buat sepatu lukis...??
  • teti — dimana saya bisa mendapatkan warung rumah dengan cara mencicil?
  • christian adi — salah satu alasan kenapa bangsa Indonesia tidak maju adalah karena masih terjebak dalam mental inlander sebagai bangsa yang terjajah, masih ...
  • sandrar — Hi! I was surfing and found your blog post... nice! I love your blog. :) Cheers! Sandra. R.
  • sutanto — kalo pengen menghubungi ibu dwi lestari gimn caranya ya?
  • Habib — saya kemarin sudah pernah k t4 pak ratijo dan sudah bertanya". sekarangpun saya sudah mulai mencoba untuk budidaya jamur yg ...