You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Anjloknya bursa saham Wall Street di AS menjadi pemicu terkoreksinya IHSG
Anjloknya bursa saham di Wall Street Amerika Serikat (AS) ikut membuat panik para pelaku pasar di dalam negeri kita. Investor di Bursa Efek Jakarta (BEJ) melakukan penjualan besar-besaran (panic selling) karena kekhawatiran yang berlebihan terhadap memburuknya kondisi perekonomian di AS belakangan ini.
Penyebab utamanya adalah karena memburuknya kondisi pasar Kredit Perumahan (subprime) di AS. Pada penutupan Jum’at sore tadi (27/07/2007), Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terkoreksi sangat dalam mencapai 66,85 point dari 2.365,26 hingga menjadi 2.298,41 (www.jsx.co.id).
Kondisi internal perekonomian Indonesia yang semakin kondusif dan stabil saat ini ternyata tidak cukup kuat untuk menahan kekhawatiran para investor di BEJ untuk melakukan transaksi jual saham. Mereka (investor) lebih khawatir dengan anjloknya bursa saham Wall Street di AS, hal ini disebabkan karena banyaknya transaksi bisnis yang dilakukan antara Indonesia dengan negara Adidaya tersebut yang akan berdampak secara signifikan jika kondisi perekonomian AS terus memburuk.
Namun menurut para analis pasar modal, koreksi tersebut hanya bersifat sementara karena potensi naiknya IHSG di BEJ masih tetap akan berlanjut. Optimisme ini terjadi mengingat kondisi fundamental makro ekonomi negara kita saat ini cenderung meningkat.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.