You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: IHSG dan Rupiah terus melemah
Fluktuatifnya mata uang kita (IDR) dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ) belakangan ini ternyata lebih diakibatkan karena dominasi investor asing di Indonesia. Hal ini sebagaimana dikatakan oleh pengamat pasar uang dari Currency Management di Jakarta (02/08/07) bahwa transaksi saham oleh investor asing di pasar modal sudah mencapai hingga 67% (www. antara.co.id).
Logikanya adalah pada saat investor asing ini mulai memasuki pasar modal di Indonesia, mereka akan menukarkan dolar kedalam rupiah untuk melakukan transaksi, kemudian pada saat mereka melakukan aksi jual untuk ambil untung (profit taking) dapat dipastikan mereka akan kembali menjual rupiah tersebut untuk mendapatkan dolarnya kembali. Aksi jual rupiah oleh para investor asing yang mencapai 67% tadi mengakibatkan rupiah akan membanjiri pasaran, sehingga akan mengalami depresiasi karena kelebihan penawaran (over supply). Sedangkan dolar dengan sendiri akan mengalami apresiasi karena meningkatnya permintaan (over demand) dari investor asing tersebut.
Adanya tren penurunan kondisi makro ekonomi saat ini ditandai dengan meningkatnya angka inflasi bulan juli menjadi 0,72% atau meningkat sebesar 0,49% persen dari bulan lalu yang hanya sebesar 0,23%, juga menjadi ancaman bagi para pelaku pasar. Di sisi lain, saat ini Bank Indonesia (BI) nampaknya tidak ingin melakukan banyak intervensi terhadap pasar valuta asing.
Namun tentunya kita berharap bahwa adanya tren penurunan perekonomian kita saat ini hanya bersifat temporary dan lebih dikarenakan oleh adanya tren pelemahan bursa global akibat anjloknya bursa saham Wall Street di Amerika Serikat (AS) akibat tertekan oleh aksi jual saham unggulan.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.