You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Rupiah terdepresiasi mendekati level Rp. 9.500
Kekhawatiran gagal bayar kredit perumahan di Amerika Serikat (AS) juga menjadi penyebab utama terjadinya depresiasi terhadap mata uang kita (IDR) hingga menembus level mendekati Rp. 9.500. Nilai tukar rupiah pada perdagangan Kamis (16/08/07) semakin melemah menjadi Rp. 9.478/ 9.485 per dollar AS dibanding penutupan satu hari sebelumnya, yaitu Rp. 9.398/ 9.422 per dollar AS atau turun sebesar 80 poin.
Jika para pelaku pasar terus-menerus panik, bukanlah hal yang tidak mungkin jika rupiah akan melemah hingga menembus level Rp. 10.000. Pemerintah dalam hal ini harus terus menerus melakukan pemantauan berkelanjutan dan berusaha meyakinkan pelaku pasar agar tidak menjadi panik dalam menghadapi gejolak pasar global yang terjadi di AS.
Kondisi perekonomian Indonesia yang relatif stabil hingga saat ini, ternyata tidak mampu untuk meredam kepanikan para pelaku pasar untuk memburu dollar AS di pasar domestik. Kondisi pasar global yang terus menekan rupiah hingga mendekati level Rp. 9.500 per dolar AS sangat sulit untuk diatasi, meskipun sejumlah bank sentral baik dari Amerika Serikat, Eropa dan Asia telah mengeluarkan dana cadangannya untuk mengantisipasi pergerakan tersebut, namun tekanan negatif pasar global masih tetap menekan rupiah.
Saat ini, pemerintah hanya bisa memperkuat diri untuk mempertahankan pertumbuhan ekonomi agar tetap berjalan sebagaimana mestinya dan juga menjaga fundamental ekonomi makro Indonesia agar tetap jalan dengan baik. Selain itu merosotnya pasar saham regional juga merupakan salah satu faktor utama melemahnya rupiah.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Ren
when Indonesia can be calm??
September 2nd, 2007 at 11:54 pm