You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Naiknya harga minyak dunia mendorong pergerakan positif IHSG
Naiknya harga minyak dunia hingga mencapai diatas US$ 80 per barel nampaknya turut mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kenaikan tersebut telah menyebabkan meningkatnya harga saham pada sektor-sektor pertambangan di BEJ.
Selain menguatnya harga minyak dunia di pasar internasional, fundamental ekonomi bangsa Indonesia yang relatif stabil dan semakin menguatnya rupiah dari hari kehari terhadap dolar AS, menjadi salah satu faktor penyebab bergeraknya IHSG ke arah yang lebih positif lagi.
Disisi lain, masih belum terselesaikannya krisis subprime mortgage di Amerika Serikat (AS) telah mendorong melemahnya Indeks Dow Jones di AS tadi malam. Hal tersebut juga diikuti oleh melemahnya bursa regional lainnya seperti indeks Nikkei di Jepang dan indeks Hang Seng di Hongkong (www.antara.co.id).
Faktor-faktor tersebut diprediksi akan menjadi penghambat pergerakan positif IHSG di BEJ, karena biar bagaimanapun, faktor-faktor tersebut sangat berperan terhadap volatility IHSG di BEJ.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
SAID IDRIS WINTAREZA
Harga minyak global terus meroket ke level USD 100 per barel di bursa internasional pada akhir-akhir ini. Kenaikan harga ini, tampaknya, akan terus bertahan seiring belum meredanya faktor-faktor yang memicu terjadinya pelonjakan tersebut.
Krisis minyak kali ini lebih parah daripada krisis yang sama pada dasawarsa 1980-an, ditilik dari peningkatan harga yang mencapai lebih 30 persen dari harga tertinggi pada awal dekade itu.
Terus melonjaknya harga minyak disebabkan banyak faktor yang membuat Negara-negara yang konsumtif kewalahan menghadapi krisisi ini. Indonesia misalnya merupakan yang menerima dampaknya Dari ekonomi disektor riil maupun melambungnya beban pemerintah menaggung subsidi.
Beberapa Faktor yang menyebabkan Harga minyak dunia tidak stabil akhir-akhir disebabkan :
1. Permintaan (Demand).
Dari sisi permintaan, masih terdapat peningkatan dari berbagai negara, terutama negara yang mengalami booming perekonomian, seperti Amerika serikat (AS),India,Jepang dan China, yang setiap tahun diperkirakan mencapai 20 persen dari konsumsi minyak dunia.Dan Perlu Kita ketahui dua Negara India dan China sekarang ini Negara perkembangan ekonominya sangat pesat didunia international, dan hal inilah memacu permintaan akan minyak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sangat besar.
Pialang Minyak dari Amerika Serikat
Richard Arens, adalah actor penyebab kenaikan minyak dunia dimana dia sebagai pilang minyak yang mempunyai perusahaan minyak ABS di Amerika. Aren Menawarkan minyak mentah dunia sebesar USD 100.000 dalam jumlah Volume 1000 Barel dipasar New York.Akibat tembusnya harga tersebut menyebabkan pasar financial dunia semakin menjadi-jadi.
Bencana Alam
kecenderungan naiknya harga minyak juga akibat gabungan beberapa faktor termasuk badai Ivan yang melanda Amerika Serikat, krisis Yukos di Rusia,.Bencana ini megakibatkan berkurangnya pasokan minyak sementara produksi terus berjalan dan mengakibatkan harga minyak meroket .
GEOPILITIK
Faktor geopolitik, yaitu ketidakstabilan di kawasan penghasil minyak, khususnya Timur Tengah, dinilai turut menjadi penyebab naiknya harga minyak. Situasi di Irak sampai saat ini tidak kunjung stabil. Belum lagi ketegangan di wilayah perbatasan Irak dengan Turki. Dan perlu kita ketahui negara Timur tengah merupakan pemasok minyak dunia 60% dari total minyak dunia. Apabila kawasan tersebut tidak kondusif akan dapat terjadi kenaikan harga minyak dunia semakin naik dan malah dapat menembus USD 100/Barel.
krisis kredit subprime mortgage (perumahan berkualitas rendah)di AS
Faktor lain yang lebih berpengaruh menaikkan harga minyak dunia adalah ulah spekulan. Ini adalah dampak krisis kredit subprime mortgage (perumahan berkualitas rendah) di AS. Investor di bursa mengalihkan investasinya dan memilih minyak sehingga menaikkan harga minyak. Ulah spekulanlah inilah dapat menyebakan melambungnya harga minyak dunia.
February 16th, 2008 at 3:36 pm