You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Naiknya harga minyak dunia mendorong pergerakan positif IHSG

Naiknya harga minyak dunia mendorong pergerakan positif IHSG

yulyanto — September 25, 2007 / 4:01 pm

Naiknya harga minyak dunia hingga mencapai diatas US$ 80 per barel nampaknya turut mempengaruhi pergerakan Indeks Harga Saham (IHSG) di Bursa Efek Jakarta (BEJ). Kenaikan tersebut telah menyebabkan meningkatnya harga saham pada sektor-sektor pertambangan di BEJ.

Selain menguatnya harga minyak dunia di pasar internasional, fundamental ekonomi bangsa Indonesia yang relatif stabil dan semakin menguatnya rupiah dari hari kehari terhadap dolar AS, menjadi salah satu faktor penyebab bergeraknya IHSG ke arah yang lebih positif lagi.

Disisi lain, masih belum terselesaikannya krisis subprime mortgage di Amerika Serikat (AS) telah mendorong melemahnya Indeks Dow Jones di AS tadi malam. Hal tersebut juga diikuti oleh melemahnya bursa regional lainnya seperti indeks Nikkei di Jepang dan indeks Hang Seng di Hongkong (www.antara.co.id).

Faktor-faktor tersebut diprediksi akan menjadi penghambat pergerakan positif IHSG di BEJ, karena biar bagaimanapun, faktor-faktor tersebut sangat berperan terhadap volatility IHSG di BEJ.

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.

  1. SAID IDRIS WINTAREZA

    Harga minyak global terus meroket ke level USD 100 per barel di bursa internasional pada akhir-akhir ini. Kenaikan harga ini, tampaknya, akan terus bertahan seiring belum meredanya faktor-faktor yang memicu terjadinya pelonjakan tersebut.
    Krisis minyak kali ini lebih parah daripada krisis yang sama pada dasawarsa 1980-an, ditilik dari peningkatan harga yang mencapai lebih 30 persen dari harga tertinggi pada awal dekade itu.
    Terus melonjaknya harga minyak disebabkan banyak faktor yang membuat Negara-negara yang konsumtif kewalahan menghadapi krisisi ini. Indonesia misalnya merupakan yang menerima dampaknya Dari ekonomi disektor riil maupun melambungnya beban pemerintah menaggung subsidi.
    Beberapa Faktor yang menyebabkan Harga minyak dunia tidak stabil akhir-akhir disebabkan :
    1. Permintaan (Demand).
    Dari sisi permintaan, masih terdapat peningkatan dari berbagai negara, terutama negara yang mengalami booming perekonomian, seperti Amerika serikat (AS),India,Jepang dan China, yang setiap tahun diperkirakan mencapai 20 persen dari konsumsi minyak dunia.Dan Perlu Kita ketahui dua Negara India dan China sekarang ini Negara perkembangan ekonominya sangat pesat didunia international, dan hal inilah memacu permintaan akan minyak untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi sangat besar.

    1. Pialang Minyak dari Amerika Serikat
      Richard Arens, adalah actor penyebab kenaikan minyak dunia dimana dia sebagai pilang minyak yang mempunyai perusahaan minyak ABS di Amerika. Aren Menawarkan minyak mentah dunia sebesar USD 100.000 dalam jumlah Volume 1000 Barel dipasar New York.Akibat tembusnya harga tersebut menyebabkan pasar financial dunia semakin menjadi-jadi.

    2. Bencana Alam
      kecenderungan naiknya harga minyak juga akibat gabungan beberapa faktor termasuk badai Ivan yang melanda Amerika Serikat, krisis Yukos di Rusia,.Bencana ini megakibatkan berkurangnya pasokan minyak sementara produksi terus berjalan dan mengakibatkan harga minyak meroket .

    3. GEOPILITIK
      Faktor geopolitik, yaitu ketidakstabilan di kawasan penghasil minyak, khususnya Timur Tengah, dinilai turut menjadi penyebab naiknya harga minyak. Situasi di Irak sampai saat ini tidak kunjung stabil. Belum lagi ketegangan di wilayah perbatasan Irak dengan Turki. Dan perlu kita ketahui negara Timur tengah merupakan pemasok minyak dunia 60% dari total minyak dunia. Apabila kawasan tersebut tidak kondusif akan dapat terjadi kenaikan harga minyak dunia semakin naik dan malah dapat menembus USD 100/Barel.

    4. krisis kredit subprime mortgage (perumahan berkualitas rendah)di AS
      Faktor lain yang lebih berpengaruh menaikkan harga minyak dunia adalah ulah spekulan. Ini adalah dampak krisis kredit subprime mortgage (perumahan berkualitas rendah) di AS. Investor di bursa mengalihkan investasinya dan memilih minyak sehingga menaikkan harga minyak. Ulah spekulanlah inilah dapat menyebakan melambungnya harga minyak dunia.

    February 16th, 2008 at 3:36 pm

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • shidick — di tunggu pendaftaraannya
  • fatru — ada yg bisa bantu kasih informasi dimana saya bisa membeli bibit cabe kopay dengan pak syahrul yondri.? trimaksih atas informasi nya
  • HERMANTO — KALAU MAU ADA BUNGA KRIAN POTONG DIDAERAH NONGKOJAJAR JAWA TIMUR, HArga murah dan terjangkau. hungungi 08125216358. saya tunggu looo......
  • aldi ardianto — mengapa bursa efek bisa naik ?
  • Dra.A.onik kartika, M.Pd — setuju, pemahaman dan implementasi kewirausahaan lebih ditekankan pada kegiatan praktek mendirikan suatu usaha, bersinergi dengan UKM-ekonomi kerakyatan sbg landasan ekonomi akar ...
  • agus triyatno — rempeyek emang mudah remuk. tapi salut buat warga sriharjo yang telah mensukseskan usaha rempeyek. maju terus dapatkan yang terbaik.agus penjual ...
  • bella — kalo mo pesen sepatu positively pink gmn??? sy domisili d Banjarmasin
  • romeo — Bandung, Kompas - Krisis finansial yang terjadi saat ini dapat menjadi peluang pemerintah. Indonesia memiliki usaha kecil dan menengah serta ...
  • Risa — Alhamdulillah,,ketekunan dan semangat Saudaraku Misbakhun membuat arah perubahan yang mendasar bagi hidupnya,,,sekali lagi selamat dan sukses. Araya,Puri palma
  • ghopink — wah jd semangd neh