You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Obligasi lebih favorit ketimbang saham
Dibandingkan dengan jumlah perusahaan yang melakukan penerbitan saham baru, ternyata penerbitan obligasi menjadi alternatif pembiayaan yang lebih favorit dan sangat dominan mewarnai pembukaan tahun 2008 ini.
Secara internal perusahaan, menerbitkan obligasi memang lebih menjadi pilihan utama ketimbang menerbitkan saham baru. Dengan menerbitkan obligasi, perseroan tidak perlu melakukan perubahan dalam struktur manajemen dan kebijakan perusahaan akibat bertambahnya jumlah suara baru dari para pemegang saham.
Melalui obligasi perseroan cukup menyediakan pembayaran kupon bunga sebesar yang disepakati per tahunnya, kemudian nominalnya baru akan dilunasi pada saat jatuh tempo obigasi yang bisa mencapai belasan tahun lamanya.
Hal tersebut diatas juga menjadi salah satu pertimbangan Bank Ekspor Indonesia (BEI) untuk menerbitkan obligasi senilai Rp. 1 triliun pada kuartal I, 2008 (www.kompas.com)
Jumlah tersebut adalah dua kali lipat dari jumlah penerbitan obligasi perseroan setiap tahunnya yang bisa mencapai Rp. 500 miliar. Penerbitan obligasi sejumlah Rp. 1 triliun merupakan gabungan, karena pada tahun lalu perseroan belum menerbitkan obligasi.
Dana yang diperoleh dari hasil penerbitan obligasi tersebut rencananya akan digunakan oleh perseroan untuk melakukan ekspansi dalam bidang pembiayaan dan hingga saat ini perseroan masih menentukan perusahaan yang akan ditunjuk sebagai penjamin emisi dalam rangka penerbitan obligasi tersebut.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.