You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Pergerakan rupiah semakin optimis
Menguatnya rupiah terhadap mata uang asing lainnya, terutama terhadap US dollar belakangan ini sebenarnya tidak menunjukkan fundamental perekonomian Indonesia yang semakin membaik, namun hal ini lebih disebabkan oleh ulah para spekulan asing yang ambil untung dengan memanfaatkan selisih bunga yang lebih tinggi ketimbang negara lainnya.
Sementara itu menguatnya rupiah terhadap US dollar saat ini lebih disebabkan karena kondisi perekonomian AS yang semakin terpuruk, setelah sebelumnya di dahului oleh krisis subprime mortgage.
Keputusan Dewan Gubernur BI yang menetapkan BI rate sebesar 8% merupakan nilai yang masih rasional dan wajar, karena BI masih melihat tingkat inflasi di Indonesia yang cukup tinggi, yaitu sekitar 6,5% bahkan bisa lebih besar.
Tingginya angka inflasi yang terjadi ini banyak dipicu oleh kenaikan harga bahan-bahan pokok yang banyak dikonsumsi masyarakat. Selain itu bencana alam yang sering terjadi juga menjadi penyebab turunnya produksi akibat gagal panen, distribusi barang terhambat sehingga mendorong meningkatnya harga-harga komoditas.
Kondisi diatas merupakan salah satu faktor masih cukup tingginya BI rate, yaitu sebesar 8%. Hal ini pula yang menyebabkan tertariknya investor asing untuk membelikan dollarnya pada saham dan obligasi di tanah air. Meningkatnya permintaan terhadap rupiah dipasaran, otomatis membuat rupiah semakin terapresiasi terhadap mata uang asing lainnya (www.mediaindonesia.com).
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.