80% obligasi BTN akan di re-financing melalui penerbitan obligasi baru
— yulyanto
closeAuthor: yulyanto
Name: yulyanto
Site: http://www.yulyanto.multiply.com
About: I was born on July, 16th of 1979, after graduate from senior high school on 1996, I was continued my study at University of Persada Indonesia YAI (Jakarta) on 2002, majoring in Bachelor of Accounting and then continue my study in the same institution, success to get Master of Management especially Finance Management on 2005, after finish my first master degree in management, I’ve got the second Master of Law at University of Indonesia (Jakarta), especially in Economics Law on 2007 by office‘s scholarship. Since graduate from senior high school, I have been working at PT Sanwell Austindo - Jakarta (www.austindocorporation.com), my last position as a Finance Manager, and then start on May 2007 I have been moving as a Marketing Manager. Besides of that until now I am still responsible as an Internal Control Manager at PT Austindo Perdana - Bali (austindo group). I am very interest with writing world, and have been contributed my opinion by some media, like’s science journal, articles, blogs and in my personal website too. (www.yulyanto.multiply.com).See Authors Posts (192) • March 14th, 2008

Untuk menutupi obligasi yang akan jatuh tempo pada pertengahan tahun 2008 ini, yaitu senilai Rp. 800 miliar, PT Bank Tabungan Negara Tbk berencana menerbitkan obligasi senilai Rp. 1 triliun pada akhir bulan Mei atau Juni tahun ini.
80% dari jumlah obligasi yang akan diterbitkan oleh BTN digunakan untuk re-financing obligasi yang akan jatuh tempo, sedangkan 20% sisanya akan digunakan oleh perseroan untuk melakukan ekspansi usaha.
Dari 6 perusahaan penjamin emisi yang mengikuti tender penerbitan obligasi BTN tahun ini, tiga diantaranya telah ditunjuk oleh BTN sebagai penjamin pelaksana emisi obligasi tersebut.
Ketiga perusahaan tersebut diantaranya adalah PT Trimegah Securities Tbk, PT Mandiri Sekuritas dan PT Danareksa Sekuritas. Sedangkan tiga perusahaan lainnya yang gagal menjadi penjamin pelaksana emisi obligasi perseroan adalah PT Bahana Securities, PT Mega Capital dan, PT DBS Securities Indonesia (www.bisnis.com).
Topik: BUMN, Berita, Saham
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.