You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Inflasi naik, rupiah terperosok
Laju inflasi bulan maret lalu yang mencapai 0.95% (www.bps.go.id) berdampak buruk pada nilai tukar rupiah terhadap dollar AS. Nilai tukar rupiah pada siang ini berada pada kisaran Rp. 9.220/ 9.225 per dollar AS atau terdepresiasi sebesar 45 poin dari perdagangan satu hari sebelumnya yang ditutup pada level Rp. 9.175/9.179 per dollar AS.
Dampak ekonomi global telah mempengaruhi perekonomian bangsa Indonesia menjadi lebih lambat, akibatnya pemerintah harus melakukan revisi terhadap beberapa kebijakan serta target pertumbuhan ekonomi yang telah ditetapkan sebelumnya.
Pelepasan rupiah saat ini merupakan gejolak kekhawatiran investor terhadap laju inflasi yang tak terkendali. Sementara itu, rupiah masih memiliki kecenderungan menguat jika pemerintah yang dalam hal ini diwakili oleh Bank Indonesia (BI) tetap mempertahankan Suku bunga Sertifikat Bank Indonesia pada kisaran 8%.
Namun demikian secara umum, stabilitas makroekonomi dan stabilitas sistem keuangan Indonesia masih terjaga ditengah kondisi perekonomian global yang belum kondusif saat ini.
Masih terjaganya fundamental ekonomi dan risiko perekonomian tercermin dari membaiknya pasar keuangan domestik dan peningkatan sovereign rating Indonesia di dunia internasional.
Hal ini juga ditandai dengan kenaikan aliran masuk modal asing yang selanjutnya akan berdampak pada penguatan nilai tukar rupiah dan menahan peningkatan tekanan inflasi lebih lanjut (www.bi.go.id).
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Hanny
ekonomi indonesia merosot berdampak kepada masyarakat yang ekonominya lema,sehingga mendapatkan masalah dalam indonesia sendiri, karena dampak ini maka timbulah gejolak sosial dilingkunggan itu sendiri.masalah ini menjai tidak stabil dilingkungan negara ini.
June 24th, 2009 at 9:16 pm