You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Krisis keuangan AS, memperburuk IHSG pada BEI
Ambruknya perusahaan penyedia investasi terbesar di Amerika Serikat (AS), Lehman Brothers pada senin kemarin (15/09/2008) membuat terguncangnya bursa saham dunia (black Monday).
Perseroan gagal mendapatkan suntikan dana yang berujung pada bangkrutnya perusahaan raksasa investasi tersebut, sejak satu tahun terakhir ini saham Lehman pun telah anjlok hampir mencapai 94%.
Sementara itu terkait dengan krisis keuangan di AS, tekanan perdagangan saham pada semua sektor di Bursa Efek Indonesia juga ikut terpuruk dan hampir tidak ada saham yang mengalami kenaikan.
World Index pada website BEI menunjukkan sinyal koreksi negatif pada semua bursa saham regional, kecuali Index Nikkei 255 di Jepang yang berhasil mengalami rebound sebesar 0,93% atau naik 112,26 poin dari 12.102,50 menjadi 12.214,76 (www.idx.co.id).
Selain Lehman, guncangan finansial juga terjadi setelah Merril Linch diakuisisi oleh Bank of America senilai US$ 50 miliar. Saham-saham di Wall Street turun hingga 2,72 persen. Di London, indeks FTSE 100 turun 3,92% dan indeks euro stoxx 50 turun 3,67 persen.
Krisis keuangan di Amerika tersebut dikhawatirkan akan membuat investor menarik dananya besar-besaran. Oleh karena itu untuk mengantisipasinya bank-bank sentral yang dipimpin oleh The Federal Reserve (The Fed) AS menyuntikan puluhan miliar dolar AS ke dalam sistem finansial.
Kondisi ini diprediksikan akan berlangsung sesaat terhadap perdagangan saham di BEI, hal ini mengingat saham-saham di Indonesia termasuk dalam katagori growth stock yang didorong oleh permintaan produk yang masih tinggi, terutama pada sektor pertambangan, manufaktur, energi, infrastruktur, barang-barang konsumsi, dan teknologi. Valuasi saham dengan sendirinya akan tercermin dari antisipasi permintaan tersebut dan bukan di tentukan oleh sentimen pasar modal di negara lain.
Perlambatan permintaan dunia akhir-akhir ini dapat dipastikan akan bersifat sementara dan kemungkinan akan berlalu dengan cepat karena pertumbuhan ekonomi China, India dan industrialiasi negara-negara berkembang masih akan tetap berlangsung tinggi.
Oleh karena itu investor lokal diharapkan jangan ikut-ikutan panik melihat terpuruknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada BEI yang mencapai level terendah 1.719,25 pada perdagangan 15/09/2008 lalu. Dipastikan IHSG akan kembali bergeliat naik dengan melihat kondisi fundamental emiten dan perekonomian indonesia yang relatif masih aman.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.