You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: BI-rate “naik”, investasi di pasar modal “turun”
![]()
Setiap terjadinya kenaikan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) atau yang lebih populer disebut dengan istilah “BI-rate”, dapat dipastikan akan berdampak negatif terhadap iklim investasi di pasar modal.
Biasanya para investor lebih cenderung untuk mengalihkan investasinya di pasar modal ke deposito-deposito di dunia perbankan. Hal ini mengingat, naiknya BI rate akan berdampak juga terhadap kenaikan tingkat suku bunga deposito perbankan.
Diluar dari keterpurukan bursa global akibat krisis financial di Amerika Serikat (AS), keputusan Bank Indonesia (BI) dengan menaikkan tingkat suku bunga Sertifikat Bank Indonesia (SBI) hingga menjadi 9,5%, juga turut berperan dan menjadi salah satu faktor pencetus anjloknya perdagangan saham Rabu kemarin (08/10/2008).
Selain Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pada Bursa Efek Indonesia (BEI), masih menggantungnya keputusan pengucuran bantuan likuiditas sebesar US$ 700 miliar dari pemerintah AS untuk memulihkan krisis financial di AS, juga ikut berdampak pada melemahnya bursa-bursa regional lainnya.
Saat ini pemodal asing yang biasanya menjadi penggerak perdagangan bursa, masih memilih berhati-hati dalam berinvestasi portofolio. Investor global diperkirakan lebih memilih untuk mencairkan dananya dari portofolio di berbagai negara, mengingat masih belum adanya kejelasan sektor finansial dan perekonomian dunia.
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
A feed could not be found at http://3gweek.net/feed/
A feed could not be found at http://feeds.feedburner.com/transjogja
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.