You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Auto rejection masih bertengger di angka 10%
Melihat pergerakan Indeks Dow Jones yang kembali terkoreksi pada perdagangan bursa (14/10/08) kemarin setelah sempat mengalami rebound tertinggi sepanjang 75 tahun terakhir pada perdagangan lusa kemarin (13/10/08), otoritas Bursa Efek Indonesia (BEI) belum berani untuk menaikkan patokan auto rejection lebih besar dari angka 10%.
Keputusan tersebut diambil mengingat masih terjadinya kekhawatiran pasar yang belum stabil dan masih dipengaruhi oleh resesi global yang belum reda, meskipun miliaran dollar sudah dikucurkan oleh beberapa bank sentral di dunia guna meredam krisis keuangan global yang sedang mengancam perekonomian saat ini.
Tindakan untuk memberlakukan auto rejection oleh BEI adalah untuk meredam gejolak pasar yang terlampau tajam sebelum perdagangan bursa disuspen minggu lalu. Sementara itu, para investor berharap agar otoritas bursa kembali menaikkan patokan auto rejection menjadi 30%, agar pasar bergairah kembali (www.detik.com).
Auto rejection sendiri adalah penolakan secara otomatis oleh Jakarta Automatic Trading System (JATS) terhadap penawaran jual dan atau permintaan beli Efek yang dimasukkan ke JATS akibat dilampauinya batasan harga yang ditetapkan oleh Bursa (www.idx.co.id).
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.