You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Apa Resikonya Ber-Investasi “Saham”???…(Bag-4)

Apa Resikonya Ber-Investasi “Saham”???…(Bag-4)

yulyanto — January 4, 2009 / 10:00 pm

SEBAGAIMANA pernah disinggung dalam artikel sebelumnya, bahwa ada dua hal utama mengapa kita memilih berinvestasi dalam bentuk saham, diantaranya adalah karena ingin mendapatkan Dividen dan Capital Gain. Namun demikian, dalam berinvestasi di pasar modal tidak selalu dewi fortuna berpihak kepada investor.

Adakalanya kondisinya justru berbalik dan ini merupakan resiko jika kita memilih investasi dalam bentuk saham. Pertama, jika kita berhasil mendapatkan “Capital Gain”, maka ada kalanya kita akan mendapatkan “Capital Loss”, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.  

Misalnya saja saham PT ABC yang di beli dengan harga Rp 5.000,- per saham, kemudian (karena krisis keuangan global) harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 3.500,- per saham.

Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 3.500,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 1.500,- per saham. Akibatnya dapat dipastikan bahwa si-investor akan merugi.  

Selain itu resiko yang kedua adalah, Risiko Likuidasi. Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan. 

Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).

Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut.

Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.

Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut.  

Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya (www.idx.co.id).  

Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon

Ikuti diskusi, tuliskan komentar Anda.

LOCAL SEARCH

Search only in this blog

GLOBAL SEARCH

Search across Asia Blogging Network

GLOBAL

CHANNEL

COLUMN

More? Go to Asia Blogging Network Column section.

FEATURED

COMMENT

  • woopharee — I had no intimation that it disposition be so tremendous! Did you see how scads people gathered to estimate good ...
  • Hanny — ekonomi indonesia merosot berdampak kepada masyarakat yang ekonominya lema,sehingga mendapatkan masalah dalam indonesia sendiri, karena dampak ini maka timbulah gejolak ...
  • pram — mas... saya mau tanya apa dasar pembuatan sebuah indeks harga saham? mengapa dow jones menggunakan 30perusahaan? nikkei 225 perusahaan? indonesia 45 perusahaan? ...
  • invinaCip — Did you hear on the scandal a lady got sued because of $1.92 million dollars for downloading 24 songs! Are ...
  • erfan — saya btuh artikel yang berkaitan dengan Prusahaan besar di dunia...
  • Aura Ratih Widya — Saya seorang pengrajin juga, ingin mendapat info2 serupa dan cara2 untuk dapat berkembang lebih baik.Terima kasih
  • Dulaamegree — Great I upstanding interpret on yahoo some a certain got sued $80 000 per song downloaded ! 24 songs you ...
  • hermanto — saya sangat setuju jika BEI berencana merilis trading online, karena memang inilah saatnya perkembangan TI bukan hanya milik bangsa lain, ...
  • maya — sangat menarik dan bagus tuk di contoh
  • Jantje Iwisara — Memberikan izin ukm gratis adalah baik, akan tetapi yang lebih baik lagi agar untuk memulai usaha harus dari rumah, kalau ...