You're here: My Business Blogging » Bursa Efek & Pasar Uang » Article: Apa Resikonya Ber-Investasi “Saham”???…(Bag-4)
SEBAGAIMANA pernah disinggung dalam artikel sebelumnya, bahwa ada dua hal utama mengapa kita memilih berinvestasi dalam bentuk saham, diantaranya adalah karena ingin mendapatkan Dividen dan Capital Gain. Namun demikian, dalam berinvestasi di pasar modal tidak selalu dewi fortuna berpihak kepada investor.
Adakalanya kondisinya justru berbalik dan ini merupakan resiko jika kita memilih investasi dalam bentuk saham. Pertama, jika kita berhasil mendapatkan “Capital Gain”, maka ada kalanya kita akan mendapatkan “Capital Loss”, yaitu suatu kondisi dimana investor menjual saham lebih rendah dari harga beli.
Misalnya saja saham PT ABC yang di beli dengan harga Rp 5.000,- per saham, kemudian (karena krisis keuangan global) harga saham tersebut terus mengalami penurunan hingga mencapai Rp 3.500,- per saham.
Karena takut harga saham tersebut akan terus turun, investor menjual pada harga Rp 3.500,- tersebut sehingga mengalami kerugian sebesar Rp 1.500,- per saham. Akibatnya dapat dipastikan bahwa si-investor akan merugi.
Selain itu resiko yang kedua adalah, Risiko Likuidasi. Perusahaan yang sahamnya dimiliki, dinyatakan bangkrut oleh Pengadilan, atau perusahaan tersebut dibubarkan.
Dalam hal ini hak klaim dari pemegang saham mendapat prioritas terakhir setelah seluruh kewajiban perusahaan dapat dilunasi (dari hasil penjualan kekayaan perusahaan).
Jika masih terdapat sisa dari hasil penjualan kekayaan perusahaan tersebut, maka sisa tersebut dibagi secara proporsional kepada seluruh pemegang saham. Namun jika tidak terdapat sisa kekayaan perusahaan, maka pemegang saham tidak akan memperoleh hasil dari likuidasi tersebut.
Kondisi ini merupakan risiko yang terberat dari pemegang saham. Untuk itu seorang pemegang saham dituntut untuk secara terus menerus mengikuti perkembangan perusahaan.
Di pasar sekunder atau dalam aktivitas perdagangan saham sehari-hari, harga-harga saham mengalami fluktuasi baik berupa kenaikan maupun penurunan. Pembentukan harga saham terjadi karena adanya permintaan dan penawaran atas saham tersebut. Dengan kata lain harga saham terbentuk oleh supply dan demand atas saham tersebut.
Supply dan demand tersebut terjadi karena adanya banyak faktor, baik yang sifatnya spesifik atas saham tersebut (kinerja perusahaan dan industri dimana perusahaan tersebut bergerak) maupun faktor yang sifatnya makro seperti tingkat suku bunga, inflasi, nilai tukar dan faktor-faktor non ekonomi seperti kondisi sosial dan politik, dan faktor lainnya (www.idx.co.id).
Post to: delicious, Digg, ma.gnolia, Stumbleupon
Search only in this blog
Search across Asia Blogging Network
More? Go to Asia Blogging Network Column section.
cURL error 52: Empty reply from server
Ikuti diskusi Satu komentar untuk artikel ini.
Kost Jabotabek
Paling enak Kursus Saham + dapat rekomendasi saham yang Online
August 11th, 2009 at 1:20 pm