Setelah mengakuisisi APEX, MIRA akan right issue

m.jpg

Setelah berhasil mengakuisisi 80.6% saham milik PT Apexindo Pratama Duta Tbk (APEX), PT Mitra Rajasa Tbk (MIRA)  berencana akan melakukan right issue senilai US$ 75 juta diakhir tahun 2008 ini.  

Rencana menerbitkan saham baru tersebut terkait dengan kondisi keuangan perusahaan yang semakin menipis, setelah melakukan pembelian saham Apexindo senilai Rp. 5,2 triliun melalui pinjaman pihak eksternal. 

Saat ini perseroan tengah menyiapkan rencana right issue tersebut. MIRA hanya tinggal menunggu persetujuan dari PT Medco Energi Internasional Tbk selaku penjual saham Apexindo, karena dalam hasil Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) telah direstui untuk melakukan right issue

Selain untuk melunasi utang perseroan, MIRA juga akan memakai dana hasil penjualan saham baru tersebut untuk mengembangkan perusahaan, termasuk mengembangkan Apexindo pasca akuisisi.  

Saat akan melakukan akuisisi saham Apexindo perseroan mempersiapkan tiga skema pendanaan, yaitu pinjaman dari institusi keuangan, penerbitan surat utang, dan modal sendiri.  

Selain rencana right issue, saat ini, MIRA juga sedang mencari pinjaman senilai US$ 405 juta dan akan menerbitkan surat utang senilai Rp 1 triliun  (www.mediaindonesia.co.id). 

Aturan tender offer efektif berlaku per 30 Juni 2008

t.jpg

Rencana menerbitkan aturan mengenai penawaran tender yang dilakukan oleh Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan (Bapepam LK) akhirnya berhasil direalisasikan.  

Terhitung sejak tanggal 30 Juni 2008 kemarin, aturan mengenai pengambil alihan perusahaan terbuka yang diatur melalui surat keputusan No. 259/BL/2008 tersebut efektif berlaku. 

Setidaknya ada lima hal penting yang diatur dalam surat keputusan tersebut, yang pertama adalah kewajiban penawaran tender atas perusahaan terbuka yang diambilalih hanya dikenakan kepada pengendali baru perusahaan terbuka yang memiliki saham lebih besar dari 50% dari seluruh saham yang disetor penuh atau pihak tersebut mempunyai kemampuan untuk menentukan baik langsung maupun tidak dengan cara apa pun pengelolaan dan atau kebijakan perusahaan.

Kedua, jika pengendali baru memiliki saham di perusahaan terbuka lebih dari 80%, maka pengendali tersebutwajib mengalihkan saham perusahaan tersebut ke pasar menjadi minimal 20%. Sehingga saham yang dimiliki masyarakat paling kurang 20% dari modal disetor perusahaan terbuka dan dimiliki paling kurang oleh 300 pihak dalam jangka waktu paling lama 2 tahun sejak pelaksanaan penawaran tender selesai dilaksanakan.

Aturan ketiga adalah mengenai pelaksanaan penawaran tender yang harus sudah dimulai paling lambat 180 hari sejak pengumuman.

Keempat, harga pelaksanaan penawaran tender paling kurang sebesar harga rata-rata dari harga tertinggi perdagangan harian di Bursa Efek selama 90 hari terakhir atau sebelum pengumuman negosiasi atau harga pengambilalihan yang sudah dilakukan, dipilih harga yang lebih tinggi.

Yang terakhir adalah pelanggaran atas ketentuan peraturan baru ini akan dikenakan sanksi administratif berupa denda Rp. 100 ribu per hari atas keterlambatan penyampaian informasi sebagaimana dimaksud. 

Direktur BEI, Erry Firmansyah yakin bahwa aturan mengani tender offer tersebut akan berdampak positif bagi mekanisme pasar modal di Indonesia, karena transaksi pembelian saham di atas 50 persen, pembeli wajib melakukan tender offer atas saham sisanya.  

Selain itu keputusan tersebut  juga akan mengatur mengenai jumlah saham publik yang harus dipertahankan sebesar 20 persen dengan tujuannya agar emiten yang di ambil alih tersebut tetap bisa menjadi listed company (www.mediaindonesia.co.id). 

Lagi, BEI peringatkan emiten penerbit obligasi

obligasi.jpg

Setelah sempat memberikan sanksi tertulis pertama kepada empat emiten penerbit obligasi beberapa waktu yang lalu atas keterlambatan penyampaian annual report tahun 2007, kali ini BEI melakukan hal yang sama dengan memberikan peringatan tertulis kedua terhadap ke-empat emiten tersebut. 

Peringatan keduakalinya yang dikeluarkan oleh BEI tersebut merujuk surat BEI No. Peng-00604/BEI.PSU/06-2008 tanggal 3 Juni 2008 perihal sanksi peringatan tertulis pertama kepada emiten obligasi dan sukuk atas keterlambatan penyampaian laporan tahunan 2007. 

Ke-empat emiten tersebut adalah PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry sebagai penerbit obligasi LPPIO2A dan LPPIO2B, PT Newera Footwear Indonesia sebagai penerbit obligasi NEFI01XXBFTW, PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) sebagai penerbit 7 obligasi, dan yang terakhir adalah PT Pindo Deli Pulp & Paper Mills sebagai penerbit obligasi PIDL02A berikut PIDL02B (www.bisnis.com). 

Indeks saham JBA-25 kembali di revisi

bbj.jpg

Sejak dilaunching pertama kali pada tahun 2002 lalu, indeks saham JBA-25 pada PT Bursa Berjangka Jakarta (BBJ) hingga saat ini telah direvisi sebanyak 5 kali. Rencananya, pada bulan Juli 2008 ini, BBJ kembali akan merevisi JBA-25 untuk yang ke-enam kalinya melalui beberapa tahapan seleksi.  

Diantaranya adalah seleksi pendahuluan, misalnya dalam setiap bulannya selama tahun 2007 saham tersebut minimal harus diperdagangkan 90% dari total hari perdagangan dalam bulan yang bersangkutan, harga rata sahamnya harus di atas Rp. 500 per lembar sahamnya dan kapitalisasi pasar harus di atas Rp. 250 miliar.

Sedangkan pada seleksi akhir biasanya BBJ menilai berdasarkan kinerja keuangan untuk memilih komposisi 25 saham serta Earning Per saham (EPS) dari laporan keuangan pada tahun 2007 yang sudah diaudit dan nilainya harus positif. 

Hingga saat ini kelompok usaha pertambangan masih tetap mendominasi komposisi indeks sebesar 24%, disusul dengan kelompok usaha keuangan sebesar 16%. 

Diperkirakan ada tiga emiten baru yakni PT Bumi Resources, PT Barito Pacific Timber dan PT Sumalindo Lestari Jaya akan masuk dan meramaikan komposisi revisi indeks saham JBA-25 per Juli 2008 nanti (www.mediaindonesia.co.id).

   

Obligasi Summarecon mulai listing di BEI

images2.jpg

Obligasi II tahun 2008 milik PT Summarecon Agung Tbk mulai ikut meramaikan pasar obligasi melalui listing di Bursa Efek Indonesia (BEI) sejak pekan lalu.    

Obligasi yang mendapatkan peringkat idA- dari PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) tersebut ditawarkan dengan tingkat suku bunga sebesar 14,1% per tahun nya, sedangkan kupon obligasi akan dibayarkan setiap tiga bulan atau 4 kali dalam satu tahun. 

Dalam penerbitan obligasi kali ini, perseroan akan menjamin 100% berupa aktiva tanah.  Bertindak sebagai wali amanat dalam penerbitan obligasi milik PT Summarecon Agung Tbk tersebut adalah PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (www.bisnis.com).  

 

Indo Seubara akuisisi 85% saham Cipendawa

nn1catiytrvca7qbp1scajv3q6jcaldmjzaca40plyyca0h4yy6cagwiv8zca74bmrlcamubs59ca6g3bbfcabcpywqcawrr9blcakr24iecaksx9nbcaudv581ca7wccc1ca0mgmqx.jpg

Jika jadi di realisasikan, sebanyak 29 juta lembar saham PT Cipendawa Agro Industri (CPDW) atau setara dengan sekitar 85% nya akan diakuisisi oleh Indo Seubara Limited (ISB).  

Pengambilalihan saham ini otomatis akan menyebabkan terjadinya perubahan pengendalian terhadap perseroan dibawah kekuasaan ISB. 

ISB merupakan perusahaan India yang saat ini merupakan perusahaan yang secara langsung dan tidak langsung bergerak di bidang sumber daya alam dan biofuel. 

CDPW merupakan perusahaan PMA yang sudah mulai beroperasi sejak tahun 1970-an dan fokus dalam bidang budi daya ayam potong dan ayam olahan.

saat ini komposisi kepemilikan CPDW terdiri atas PT Graha Pustaka sebesar 41,52 persen, PT Intra Asia Corpora 11,11 persen dan masyarakat 47,37 persen (www.antara.co.id)

ANZ dan investornya minat investasi di Indonesia

es.jpg

Sekitar 25 calon investor dan 8 orang analist perbankan asal Australia akan dibawa oleh managing director Asia Pasific ANZ, Alex Thursby dalam rangka menangkap peluang potensial pada sektor perbankan ritel di Indonesia. 

Hingga saat ini Indonesia termasuk dalam kawasan Asia Pasific yang menjadi magnet bagi para investor termasuk ANZ. Saat ini ANZ menguasai 30% saham Bank Panin, sedangan pada ANZ Panin Bank, ANZ mendominasi kepemilikan saham hingga sebesar 85%. 

Selain di Indonesia, ANZ juga mengincar pertumbuhan bisnis pada kawasan asia pasific sekitar 20% dan termasuk India, China dan Vietnam sebagai salah satu alternatif untuk melakukan investasinya (www.okezone.com).

Meskipun terjegal kasus transfer pricing, saham Adaro tetap oversubscribed

adaro.jpg

Meskipun khawatir dijegal kasus transfer pricing, namun minat pembeli pada saham PT Adaro Energy Tbk (Adaro Energy) pada awal pemesanan saham perdana dalam proses bookbuilding IPO PT Adaro Energy Tbk sejak tanggal 26 Mei 2008 sampai dengan 5 Juni 2008 telah mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 6,57 kalinya. 

Pada penawaran saham tersebut perseroan menjual 11.139 miliar lembar saham yang setara dengan 34,83% dari total saham yang dimiliki Perseroan dengan harga penawaran perdana saham Rp. 1.100 per lembar sahamnya, jika mampu terserap dengan baik artinya perusahaan akan meraih dana segar sekitar Rp. 12,3 triliun.

Dari data yang terkumpul, hampir 81,3% pembeli berasal dari investor asing sedangkan sisanya yang sebesar 18,7% berasal dari investor lokal yang didominasi oleh investor institusi.

Sementara itu pernyataan efektif dari BAPEPAM-LK diharapkan akan diperoleh pada tanggal 20 Juni 2008 mendatang. Sehingga masa penawaran akan dapat dilakukan pada tanggal 24 hingga 26 Juni 2008, dan diharapkan dapat listing pada Bursa Efek Indonesia (BEI) pada awal Juli 2008 (www.mediaindonesia.com). 

Pergerakan IHSG akan mencapai 2.425

images1.jpg

Bhakti Securities Research (BSR) memprediksikan bahwa hari ini (17/06/08) Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang diperdagangkan pada Bursa Efek Indonesia (BEI) akan bergerak naik hingga maksimal pada level 2.425. 

Setelah mengalami stagnan pada perdagangan sebelumnya, yaitu berada pada kisaran 2.398,42 (13/06/08) dan 2.398,04 (16/06/08) atau turun hanya sekitar -0,02%. 

Sementara itu perdagangan bursa regional lainnya cenderung bergerak positif. Indeks Hangseng naik sebesar 437,39 (1,94%) yaitu dari 22.592,30 (13/06/08) menjadi 23.029,69 (16/06/08), indeks Nikkei juga mengalami rebound tertinggi sebesar 380,64 (2,72%), yaitu dari 13.973,73 (13/06/08) menjadi 14.354,37 (16/06/08). 

Sentimen positif dan aksi profit taking para pelaku pasar juga akan menjadi faktor dominan bergeraknya IHSG sebagaimana yang telah diprediksikan oleh BSR (www.idx.co.id)

Berminat menjadi komisaris Bursa Efek Indonesia?

images.jpg

Menyusul terjadinya pengunduran diri Darmin Nasution sebagai komisaris Bursa Efek Indonesia (BEI) dan sejumlah pejabat lainnya terkait dengan jabatan rangkap yang dipegangnya, nampaknya lowongan pada perusahaan plat merah atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN) akan semakin terbuka lebar. 

Pengunduran diri yang dilakukan oleh Darmin tentunya akan membawa pengaruh perdagangan di bursa efek, padahal Darmin baru saja sepekan menduduki posisi tersebut. 

Kondisi ini juga terkait dengan akan diterbitkannya Surat Keputusan Bersama (SKB) Menteri keuangan dan Menteri Negara BUMN soal larangan rangkap jabatan bagi para pejabat dan juga untuk menghindari benturan kepentingan karena posisi tersebut. 

Selain Darmin, Dirjen Bea Cukai Anwar Suprijadi malah sudah lebih dulu telah mengundurkan diri sebagai Komisaris PT Krakatau Steel per 1 Juni 2008. 

Sejumlah pejabat lainnya yang juga sudah siap menanggalkan jabatan sebagai komisaris diantaranya adalah Dirjen Anggaran Achmad Rochjadi sebagai Komisaris PT Pertamina dan PT Taspen, Kepala Badan Kebijakan Fiskal Anggito Abimanyu sebagai Komisaris PT Telkom Tbk, Dirjen Perbendaharaan Herry Purnomo yang kini menjabat Komisaris PT Jamsostek, dan juga Dirjen Kekayaan Negara Hadiyanto yang saat ini menjabat Komisaris Utama PT Garuda Indonesia (www.kontan-harian.com).

Our channels and feeds

  • Business Channel (7 blogs)
  • City Channel (26 blogs)
  • Film Channel (10 blogs)
  • Health Channel (6 blogs)
  • Sport Channel (6 blogs)
  • Media Channel (6 blogs)
  • Lifestyle Channel (4 blogs)
  • Hobby Channel (4 blogs)
  • Science Channel (8 blogs)
  • Music Channel (3 blogs)
  • Tech Channel (10 blogs)
  • Tips Channel (4 blogs)
  • Travel Channel (9 blogs)
  • Writing Channel (5 blogs)